23 Agustus 2010 12:30 am
Cucak rawa yang dalam bahasa latin disebut Pycnonotus zeylanicus merupakan salah satu burung pengicau yang banyak disuka oleh para pecinta burung. Meskipun populasi spesies cucak rowo masih berstatus rentan (Vulnerable), namun burung cucak rawa ini semakin langka sulit ditemukan di alam bebas, terutama di Jawa.
Burung cucak rawa (cucak rowo), di daerah Sunda biasa dikenal dengan cangkurawah, sedangkan di Sumatera dan Melayu disebut sebagai barau-barau. Burung cucak rawa dikenal sebagai Straw-headed Bulbul, dan Straw-crowned Bulbul dalam bahasa Inggris. Sedangkan dalam bahasa latin burung pengicau ini disebut Pycnonotus zeylanicus (Gmelin, 1789).
Ciri Fisik. Burung cucak rawa (Pycnonotus zeylanicus) berukuran sedang dengan panjang tubuh dari ujung paruh ke ekor sekitar 28 cm. Panjang ekornya saja sekitar 9 cm.
Kepala cucak rawa berwarna pucat dengan kumis hitam mencolok. Mahkota dan penutup telinga jingga jerami, punggung coklat zaitun dan bercoret putih. Paruh sepanjang 2,5 cm dengan warna hitam mengkilat (dewasa) atau berwarna kemerahan saat masih muda.
Sayap dan ekor cucak rawa (Pycnonotus zeylanicus) berwarna coklat kehijauan, dengan dagu dan tenggorokan putih. Bagian lain dari burung cucak rowo seperti dada berwarna abu-abu bercoret putih, perut abu-abu, tungging kuning, iris kemerahan, kaki coklat gelap, dan pantat kuning.
Kebiasaan, Persebaran dan Konservasi. Burung cucak rawa menyukai habitat hutan sekunder dan pinggir hutan yang berdekatan dengan lahan basah seperti sungai, rawa hingga hutan bakau yang berda di daerah dataran rendah hingga ketinggian 1.600 mdpl. Termasuk burung yang pemalu dan sering bersembunyi di balik dedaunan dan hanya terdengar suaranya yang khas.
Cucak rawa mempunyai suara kicauan yang keras, jelas, bertalun, turun naik sembarangan, tetapi berirama baku, sahut-menyahut atau dalam koor.
Cucak rawa tersebar di Asia Tenggara meliputi Myanmar, Thailand, Malaysia, Brunei, dan Indonesia. Di Indonesia burung cucakrowo dapat ditemukan di Sumatera, Kalimantan, dan Jawa. Namun keberadaan burung pengicau ini di Jawa, dan Thailand sudah sangat sulit ditemukan.
Statusnya dalam IUCN Redlist masih dianggap sebagai vulnerable (rentan), sedangkan oleh CITES burung cucak rawa dimasukkan dalam daftar Apendiks II.
Sekarang, Lebih gampang mendengarkan ratapan cucak rawa yang terperangkap dalam sangkar ketimbang mendengarkan kicauan riang burung cucak rawa di alam.
Kalsifikasi Ilmiah: Kerajaan: Animalia; Filum: Chordata; Kelas: Aves; Ordo: Passeriformes; Famili: Pycnonotidae; Genus: Pycnonotus; Spesies: Pycnonotus
zeylanicus
Nama binomial: Pycnonotus zeylanicus (Gmelin, 1789). Nama Indonesia: Cucak rawa
Referensi:
Baca artikel tentang alam lainnya:
Diposkan oleh: alamendah
Kategori: satwa
Tag: burung langka, burung pengicau, ciri, cucak rawa, cucak rowo, kebiasaan, pycnonotus zeylanicus
Mobile Site | Full Site
Get a free blog at WordPress.com Theme: WordPress Mobile Edition by Alex King.
Kenapa cucak rawa diburu………..! kasian kalau hanya tinggal alunan lagunya
sedangkan mereka tidak pernah melihatnya .sicucakrawa yang punya kharisma tertinggi diantara burung
kicauwan lain .Terima kasih.
By achmad gazali ismail on 14 November 2011 pada 6:28 pm
cucakrawa berkualitas adalah dipenangkaran yang terbuka bukan seperti dipenjara,agar sianak bermental bagus.dan tidak takut dengan burung sejenis.yang mana kalau burung yang tua berkicau si kecil ikut belajar dengan tidak merasa takut dan ikut termaster oleh yang dewasa yang bebunyi bagus.
justru itu ternakan kami untuk mencetak burung burung lomba..terimakasih
By achmad gazali ismail on 16 November 2011 pada 7:03 pm
jika cucakrowo warna kakinya kuning itu jnis ap?
dan apakah itu bener bener burung cucakrowo?
By fafa on 1 Desember 2011 pada 7:40 pm
mau tanya ! kl cucak rowo di bgian separuh ekor ada warna putih ,jenis cucak rowo apakah itu , trims ?
By rahmad buser on 12 Januari 2012 pada 6:08 pm
saya ternak cucak rawa sudah dua kali telor tapi tidak mau ngeram apa masalahnya?
By mulyanto on 13 Januari 2012 pada 1:50 pm
[…] Cucak Rawa Burung Pengicau Langka […]
By Jalak Putih Marak di Sangkar Langka di Alam | Alamendah's Blog on 16 Januari 2012 pada 8:19 pm
Bagus2 ya suara burungnya ..
By wiwid on 2 Februari 2012 pada 7:24 pm
[…] Cucak Rawa Burung Pengicau Langka […]
By Ekek Geling Jawa Burung Langka Endemik Jawa Barat | Alamendah's Blog on 11 November 2013 pada 8:48 pm
[…] Cucak Rawa Burung Pengicau Langka […]
By Cerecet Jawa Burung Terkecil di Jawa | Alamendah's Blog on 15 April 2014 pada 7:24 am
[…] Cucak Rawa Burung Pengicau Langka […]
By Luntur Jawa atau Luntur Gunung Burung Langka Jawa Barat | Alamendah's Blog on 3 Mei 2014 pada 8:35 pm
[…] Cucak Rawa Burung Pengicau Langka […]
By Raja-udang kalung-biru, Burung Langka Indonesia | Alamendah's Blog on 8 Agustus 2014 pada 9:40 pm