Alamendah's Blog


Beranda | Laman | Arsip


Mobil Irit Bahan Bakar Indonesia Juara se-Asia

15 Juli 2010 7:33 pm

Indonesia menjadi juara dalam kompetisi mobil irit bahan bakar (Shell Eco-Marathon; SEM) se Asia 2010. Tim dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Indonesia menjadi juara pertama dalam kompetisi Mobil Irit Bahan Bakar Shell Eco-Marathon se-Asia yang digelar di Sirkuit Internasional Sepang, Malaysia, 8-10 Juli 2010. Tim ITS dengan mobil Sapu Angin 2, mencatat rekor mobil teririt dengan jarak tempuh 237,6 kilometer setiap satu liter bensin.

Sapu Angin 2 Mobil Paling Irit Bahan Bakar. Mobil Sapu Angin 2 yang menjadi mobil paling irit dalam kategori urban concept berukuran panjang 260 cm, lebar 125 cm, dan tinggi 114 cm dengan berat 93 kg. Mobil Sapu Angin 2 mirip mobil roda empat yang konvensional, namun hanya berisi 1-2 penumpang dengan target satu liter bensin untuk jarak tempuh 300 kilometer.

Mobil Sapu Angin 2 juara mobil irit BBM se-Asia (dok: shell)

Dalam race pertama, Sapu Angin 2 hanya berhasil menempuh jarak 72 km dengan satu liter gasoline (bensin). Sedangkan pada race kedua mobil dari ITS ini mampu melaju sejauh 237,6 km dengan satu liter bensin. Hingga kompetisi berakhir, rekor itu tidak terkalahkan oleh peserta lainnya.

Shell Eco-Marathon (Kompetisi Mobil Irit Bahan Bakar). Shell Eco-Marathon merupakan ajang untuk menciptakan kendaraan masa depan yang irit bahan bakar (mampu menempuh jarak terjauh dengan bahan bakar minimum). Kompetisi Mobil Irit Bahan Bakar yang pertama kali digelar di Asia ini dibagi dalam dua kategori kendaraan, yaitu prototipe futuristis dan urban concept.

Kategori prototype design umumnya diikuti oleh kendaraan yang memiliki bentuk sangat aerodinamis dan memakai 3 buah roda, sementara kategori urban concept umumnya dikuti oleh kendaraan seperti layaknya kendaraan roda empat biasa namun berukuran lebih kecil.

Kompetisi mobil irit bahan bakar ini diikuti oleh 81 tim dari 15 universitas terkemuka dari berbagai negara di Asia yang meliputi Malaysia, Singapura, Thailand, Jepang, Tiongkok, Pakistan, India, Filipina, Iran, dan Indonesia. Indonesia sendiri diwakili oleh 9 tim. Tim itu berasal dari Institut Teknologi Bandung (ITB) sebanyak tiga tim (Cikal, Rajawali, dan Heave), Universitas Indonesia (UI) dengan 3 tim (Keris, Equator, dan Pasopati), Universitas Gadjah Mada (UGM) satu tim (Semar), dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dengan 2 tim (Sapu Angin 1 dan Sapu Angin 2)

Informasi ini memang agak telat diposting, tetapi paling tidak ini akan menyadarkan kita semua bahwa Indonesia sebenarnya mampu merancang mobil yang irit bahan bakar dan ramah lingkungan terutama mengurangi polusi udara. Sekarang tinggal menunggu kepedulian dan keseriusan pihak-pihak terkait untuk mewujudkan mobil-mobil ramah lingkungan tersebut.

Referensi: edukasi.kompas.com

Baca artikel tentang alam lainnya:

Diposkan oleh: alamendah

Kategori: berita, pendidikan

Tag: , , , ,

73 Tanggapan to “Mobil Irit Bahan Bakar Indonesia Juara se-Asia”

  1. […] Mobil Irit Bahan Bakar Indonesia Juara se-Asia […]

    By Indonesia Dirikan Rumah Sakit Hewan Terbesar di Asia | Alamendah's Blog on 26 Oktober 2010 pada 5:03 pm

  2. […] Mobil Irit Bahan Bakar Indonesia Juara se-Asia […]

    By Sejuta Sepeda Sejuta Pohon di 100 Kota | Alamendah's Blog on 4 Juni 2011 pada 5:42 am

  3. makasih atas pengetahuan baru yang Anda berikan. 🙂

    By roronoa on 4 Juni 2011 pada 3:22 pm

  4. buat kliping

    By benny kristanto on 10 Februari 2012 pada 1:03 am

  5. […] Mobil Irit Bahan Bakar Indonesia Juara se-Asia […]

    By Energi Terbarukan di Indonesia | Alamendah's Blog on 7 Maret 2012 pada 6:53 pm

  6. […] Mobil Irit Bahan Bakar Indonesia Juara se-Asia […]

    By Gerakan Nasional Hemat Energi (BBM dan Listrik) | Alamendah's Blog on 30 Mei 2012 pada 5:52 am

  7. bang numpang copas ya

    By alfin on 14 Juni 2012 pada 9:23 pm

    1. silakan…

      By alamendah on 14 Juni 2012 pada 11:17 pm

Tinggalkan Balasan



Mobile Site | Full Site


Get a free blog at WordPress.com Theme: WordPress Mobile Edition by Alex King.