26 November 2015 7:12 am
25 primata paling terancam punah di dunia, 3 diantaranya berasal dari Indonesia. Adalah IUCN Species Survival Commission Primate Specialist Group bersama International Primatological Society (IPS), Conservation International (CI), dan Briston Conservation and Science Foundation yang setiap dua tahun merilis daftar 25 primata paling terancam punah di dunia (The World’s 25 Most Endangered Primates). Dalam rilis tahun 2014-2016 lagi-lagi 3 spesies primata Indonesia masuk dalam daftarnya.
Ketiga primata Indonesia yang masuk dalam daftar primata paling terancam punah di dunia adalah Kukang Jawa (Nycticebus javanicus), Monyet Ekor Babi (Simias concolor), dan Orangutan Sumatera (Pongo abelii). Ini menjadikan Indonesia sebagai negara peringkat kedua (bersama Vietnam yang sama-sama memiliki 3 spesies primata) dengan jumlah spesies primata terancam terbanyak setelah Madagaskar yang mencatatkan 5 spesiesnya.
IUCN Species Survival Commission Primate Specialist Group, sejak tahun 2000 secara berkala mengaji, memilih, dan menerbitkan daftar 25 spesies primata yang paling terancam punah dari seluruh dunia. Laporan yang dikenal sebagai The World’s 25 Most Endangered Primates ini diperbarui setiap dua tahun sekali. Pada periode tahun ini (2014-2016), daftar tersebut disusun berdasarkan The XXV Congress of the International Primatological Society (IPS), di Hanoi pada tanggal 13 Agustus 2014, yang hasilnya dipublikasikan baru-baru ini.
Seperti daftar pada periode-periode sebelumnya, Daftar 25 Primata Paling Terancam Punah Tahun 2014-2016 (The World’s 25 Most Endangered Primates 2014-2016) disusun berdasarkan empat kelompok wilayah yang meliputi Madagaskar, Asia, Afrika, dan Neotropics (Amerika Tengah dan Amerika Selatan).
Berikut daftar lengkap 25 Primata Paling Terancam Punah Tahun 2014-2016 (The World’s 25 Most Endangered Primates 2014-2016).
Primata Indonesia telah menjadi ‘langganan’ dalam daftar 5 Primata Paling Terancam Punah. Dalam daftar periode tahun 2014-2016 ini pun tiga spesies primata Indonesia masuk dalam daftar hewan langka dan terancam tersebut. Ketiga primata tersebut adalah Kukang Jawa (Nycticebus javanicus), Monyet Ekor Babi (Simias concolor), dan Orangutan Sumatera (Pongo abelii).
Kukang Jawa atau Javan slow loris telah tiga kali masuk dalam The World’s 25 Most Endangered Primates yaitu pada periode tahun 2008, 2012, dan 2014. Hewan ini terancam punah akibat hilangnya habitat serta perburuan liar untuk diperdagangkan sebagai hewan peliharaan dan obat-obatan. Baca : Jual Beli Hewan Langka
Monyet Ekor Babi atau Pig-tailed Snub-nose Langur (Simias concolor) bahkan telah masuk dalam tujuh kali periode secara berturut-turut. Monyet Ekor Babi tertera dalam The World’s 25 Most Endangered Primates periode tahun 2002, 2004, 2006, 2008, 2010, 2012, dan 2014. Hewan endemik kepulauan Mentawai ini mendapat status konservasi Critically Endangered oleh IUCN Red List yang terancam punah lantaran perburuan, pembukaan dan perambahan hutan.
Orangutan Sumatera atau Sumatran Orangutan (Pongo abelii), pun telah berulang kali tercatat dalam daftar primata paling terancam punah ini. Hewan endemik Pulau Sumatera ini masuk dalam daftar selama 6 kali periode yaitu tahun 2000, 2002, 2004, 2006, 2008, dan 2014.
Referensi dan gambar: IUCN SSC Primate Specialist Group, 2015, Primate in Peril 25 Most Endangered Primates 2014-2016 www.primate-sg.org
Baca juga artikel tentang satwa Indonesia lainnya:
Diposkan oleh: alamendah
Tag: hewan langka, kukang jawa, monyet ekor babi, Most Endangered Primates, orangutan sumatera, primata langka, Primata Terancam Punah
Mobile Site | Full Site
Get a free blog at WordPress.com Theme: WordPress Mobile Edition by Alex King.
Kasian ya mas kalo melihat binatang – binatang itu hampir punah. Pertanyaannya apakah penyebab utamanya adalah karena ulah tangan – tangan manusia yang serakah ?
By Abdurrazaq on 28 November 2015 pada 3:46 pm
sudah pasti ulah tangan manusia serakah… manusia yang tidak tau kalau alam adalah warisan untuk anak cucu.
By ariefsigli on 28 November 2015 pada 11:45 pm
Wah sayang atuh kalau sampai punah
By pen alquran on 3 Desember 2015 pada 4:06 pm