Alamendah's Blog


Beranda | Laman | Arsip


Kucing Dampak atau Kucing Hutan Kepala Datar Jago Berenang

15 September 2012 10:35 pm

Kucing dampak atau kucing hutan atau kucing kepala datar (Prionailurus planiceps) ini masih satu genus dengan kucing congkok (Prionailurus bengalensis) dan kucing bakau (Prionailurus viverrinus). Kucing dampak atau kucing hutan kepala datar ini hidup daerah lahan basah dan seperti kucing bakau, termasuk kucing yang tidak takut air bahkan jago berenang.

Kucing hutan ini sering disebut dengan beberapa nama yang berbeda mulai dari kucing hutan, kucing dampak, hingga kucing kepala datar. Dalam bahasa Inggris dikenal sebagai Flat-headed Cat. Nama ini mengacu pada bentuk kepalanya yang pipih.

Nama ilmiah hewan ini adalah Prionailurus planiceps. Sebelumnya kucing ini dimasukkan sebagai anggota genus Felis, namun sekarang bersama kucing bakau dan lucing congkok dikelompokkan sebagai anggota genus Prionailurus.

Kucing Dampak

Kucing dampak atau kucing kepala datar

Diskripsi Ciri dan Perilaku. Kucing dampak atau kucing kepala datar dewasa berukuran panjang 40 – 50 cm dengan ekor yang pendek berkisar antara 13 – 15 cm dan berat tubuh sekitar 1,5 – 2,5 kg. Badannya ditutupi bulu tebal berwarna abu-abu kecoklatan di bagian atas punggung, coklat kemerahan di bagian kepala dan putih berbintik-bintik pada bagian dada dan perut.

Kucing dampak merupakan binatang nokturnal (aktif di malam hari) dan soliter. Makanan utamanya adalah udang, ikan, katak, dan kadangkala hewan pengerat seperti tikus. Untuk memburu mangsanya, kucing ini tidak segan-segan masuk dan berenang di dalam air. Kucing kepala datar ini memang jago dalam berenang.

Suara hewan ini seperti suara kucing pada umumnya. Masa kehamilannya sekitar 56 hari sedangkan usianya mampu mencapai 14 tahun.

Distribusi dan Habitat. Kucing dampak tersebar di Semenanjung Malaya (Malaysia dan Thailand), Sumatera, dan Kalimantan (Indonesia, Malaysia, dan Brunei). Habitatnya merupakan daerah dataran rendah di hutan hujan tropis terutama di sekitar sumber air tawar (rawa-rawa dan sungai) atau daerah sekitar pantai.

Kucing Hutan atau Flat-headed Cat

Kucing dampak atau Flat-headed Cat

Populasi, Konservasi dan Ancaman. Populasi kucing dampak (Prionailurus planiceps) secara global diperkirakan tidak lebih dari 2.500 ekor kucing dewasa dan terus mengalami penurunan dari tahun ke tahun. Ancaman populasinya disebabkan oleh kerusakan habitat untuk pemukiman, lahan pertanian, dan pembukaan tambak.

Populasinya yang terus menurun dengan ancaman yang terus berlangsung menjadikan IUCN Redlist memasukkannya sebagai satwa berstatus Endangered (terancam punah) sejak tahun 2008. CITES pun memasukkan kucing dampak ini dalam Apendiks I. Sedangkan di Indonesia sendiri kucing berkepala datar yang langka ini termasuk salah satu satwa yang dilindungi oleh undang-undang.

Dengan laju deforestasi, alih fungsi hutan, dan kerusakan hutan bakau yang masih tetap tidak terkendali di Sumatera dan Kalimantan, kucing dampak atau kucing kepala datar yang jago berenang ini akankah juga jago mempertahankan kelangsungan spesiesnya?

Klasifikasi ilmiah: Kerajaan: Animalia. Filum: Chordata. Kelas: Mammalia. Ordo: Carnivora. Famili: Felidae. Genus: Prionailurus. Spesies: Prionailurus planiceps.

Referensi dan gambar:

Baca artikel tentang satwa Indonesia dan lingkungan hidup lainnya:

Diposkan oleh: alamendah

Kategori: satwa

Tag: , , , , , ,

20 Tanggapan to “Kucing Dampak atau Kucing Hutan Kepala Datar Jago Berenang”

  1. baru tau uni klo ada kucing yg jago renang ^_^ nice info mas alamendah

    By uni on 16 September 2012 pada 7:55 am

  2. Ngebayangin aja nih, melihat dari makanannya di air dan di darat bisa jadi lincah banget 😀
    Trims Kang infonya .. baru tahu saya ada kucing jenis ini he he.

    By yayats38 on 16 September 2012 pada 8:01 am

  3. muka kucingnya lucu sekali pak

    By Lidya on 16 September 2012 pada 2:03 pm

  4. Ukuran tubuhnya kecil ya Kang ? tidak seperti kucing biasanya ya ?

    Sukses selalu
    Salam
    Ejwantah’s Blog

    By Ejawantah's Blog on 16 September 2012 pada 8:00 pm

  5. namanya lucu, bentuk muka mirip monyet 😀

    By arif on 17 September 2012 pada 7:06 am

  6. baru tau ada kucing ini, kl dari samping masih mirip dengan kucing kampung ya

    By monda on 17 September 2012 pada 7:33 am

  7. Sepertinya kucing ini sama besarnya dengan kucing rumahan ya…
    Hebat euy, tidak takut air. Gak repot2 dimandiin lagi 😀

    By kakaakin on 17 September 2012 pada 8:25 am

  8. ..
    telinganya kok kecil ya..?
    ..

    By septarius on 17 September 2012 pada 9:23 am

  9. wuiihh,,,saya taku lihatnya,,

    By Kanker Paru-Paru on 17 September 2012 pada 11:57 am

  10. lumayan bagus juga,,tuh,,hhee,,terima kasih untuk informasinya

    By Hepatitis A on 17 September 2012 pada 11:58 am

  11. kucingnya kok mirip anak macan

    By pencerah on 17 September 2012 pada 12:38 pm

  12. wahh belum pernah liat nih kang kucing kepala datar… apakah sudah termasuk langka yaa

    By tomi on 17 September 2012 pada 6:13 pm

  13. saya ga suka kucing, dan setelah melihat kucing ini makin serem sama kucing.. 😦

    By Applausr on 18 September 2012 pada 12:34 am

  14. Biasanya kucing takut air ya tapi ini jago berenang, bentuknya juga lucu banget ih pasti bersih 🙂

    By anny on 18 September 2012 pada 5:14 pm

  15. waah banyak ya keluarga dari berbagai macam suku kucing…. perlu ada sosialisasi bhineka tunggal ika agar tidak terjadi permusuhan hehehe… #apa hubungannya -_-

    By recca on 18 September 2012 pada 8:55 pm

Tinggalkan Balasan



Mobile Site | Full Site


Get a free blog at WordPress.com Theme: WordPress Mobile Edition by Alex King.