Alamendah's Blog


Beranda | Laman | Arsip


Peranan Kelelawar dalam Ekosistem dan Manusia

7 Juni 2011 5:40 am

Peranan kelelawar dalam ekosistem dan pada manusia ternyata sangat besar. Meskipun harus kita akui selama ini kita kurang menyadari pentingnya peranan kelelawar pada ekosistem dan manusia. Peran kelelawar ini selain menjamin keseimbangan ekosistem pun memberi manfaat penting pada manusia.

Namun sering kali kita melupakan peranan kelelawar. Bahkan menganggap mammalia yang mampu terbang ini sebagai hama.

Peranan kelelawar dalam ekosistem dan kehidupan manusia antara lain:

Kelelawar dari subordo Megachiroptera (kelelawar pemakan buah dan nektar) seperti codot dan kalong, meskipun memakan buah dan sering dianggap sebagai hama diperkebunan tetapi sebenarnya mempunyai andil besar pada proses penyerbukan tumbuhan.

Bahkan menurut Dr Siti Nuramaliati Prijono dari Pusat Penelitian Biologi LIPI, sebanyak 186 spesies tumbuhan obat, penghasil kayu, dan sumber makanan tergantung pada kelelawar jenis Megachiroptera ini. Tumbuhan penghasil buah yang penyerbukannya tergantung kelelawar seperti duku, rambutan, dan durian. Jika kelelawar pemakan buah ini hilang, diyakini sejumlah tanaman akan sulit melakukan penyerbukan.

Kelelawar dari subordo Megachiroptera selain berperan dalam penyerbukan juga mempunyai andil sebagai pemencar biji tumbuhan. Kelelawar pemakan buah ini sering kali membuang sepah bijinya jauh dari lokasi tumbuhan.

Sebuah penelitian menyebutkan bahwa kelelawar dari subordo Microchiroptera (kelelawar pemakan serangga) seperti kampret mampu memakan hingga 6.000 nyamuk setiap jamnya. Penelitian lain menyebutkan kelelawar mampu memakan serangga seberat ¼ – ½ berat badannya.

Kelelawar jenis ini juga memakan beraneka jenis serangga lainnya termasuk ngengat (ulat bulu) sehingga berfungsi sebagai predator alami hama pertanian.

Kelelawar menghasilkan kotoran (guano) dengan kandungan nitrogen yang tinggi. Kelelawar yang tinggal di pohon secara otomatis kotorannya mampu menyuburkan tanah di sekitarnya. Bahkan guano dari gua pun sering diambil dan dimanfaatkan sebagai pupuk.

Guano (kotoran kelelawar) selain baik untuk pupuk ternyata mempunyai peran penting sebagai sumber makanan bagi berbagai organisme yang ada di dalam gua.

koloni kelelawar beristirahat di pohon

Koloni kelelawar beristirahat di pohon

Mengenal Kelelawar. Kelelawar (dalam bahasa Inggris disebut ‘bat’) merupakan heman mammalia yang dapat terbang yang terkelompokkan dalam ordo Chiroptera. Secara umum kelelawar terbagi dalam dua kelompok yakni kelelawar besar (subordo Megachiroptera) yang memakan buah dan kelelawar kecil (subordo Microchiroptera) yang umumnya memakan serangga meskipun ada yang spesialis pemakan ikan, katak, kadal, tikus kecil, kelelawar lainnya, dan bahkan penghisap darah.

Di seluruh dunia terdapat sekitar 1.240 spesies kelelawar. Indonesia saja memiliki 225 spesies kelelawar yang terdiri atas 150 spesies kelelawar pemakan serangga dan 75 spesies kelelawar pemakan buah. Beberapa diantaranya merupakan hewan endemik. Bahkan diyakini masih banyak spesies-spesies kelelawar di Indonesia yang belum dikenali. Seperti yang baru-baru ini ditemukan, Thoopterus suhaeniahi, spesies baru dari Sulawesi.

Sayangnya tidak sedikit spesies kelelawar yang mulai langka di Indonesia. Spesies kelelawar Indonesia yang masuk daftar IUCN Redlist dengan status endangered seperti Rhinolophus madurensis (Madura Horseshoe Bat), Pteropus pohlei (Geelvink Bay Flying Fox), Pteropus melanopogon (Black-bearded Flying Fox), Neopteryx frosti (Small-toothed Fruit Bat), Acerodon humilis (Talaud Fruit Bat). Bahkan ada yang terdaftar dalam critically endangered yakni Pteropus aruensis (Aru Flying Fox). Dan sekitar 23 spesies lainnya terdaftar dalam status vulnerable.

Terancamnya populasi kelelawar diakibatkan oleh rusaknya kawasan karst tempat gua habitat kelelawar akibat pertambangan. Pun akibat berkurangnya jenis tumbuhan yang biasa menjadi sumber makanan kelelawar pemakan buah.

Ternyata kelelawar selain unik lantaran menjadi satu-satunya mamalia yang bisa terbang sempurna, juga mempunyai peran penting bagi lingkungan (ekosistem) dan manusia. Bisa dibayangkan berapa besar kerugian yang kita tanggung dari punahnya kelelawar. Paling tidak sekarang saja kita sudah mulai merasakan meningkatnya hama tanaman dan penurunan produksi beberapa jenis buah.

Klasifikasi ilmiah: Kerajaan: Animalia; Filum: Chordata; Kelas: Mammalia; Ordo: Chiroptera; Subordo: Megachiroptera dan Microchiroptera.

Referensi dan gambar:

Baca artikel tentang hewan dan alam lainnya:

Diposkan oleh: alamendah

Kategori: satwa

Tag: , , , , , , ,

52 Tanggapan to “Peranan Kelelawar dalam Ekosistem dan Manusia”

  1. tak kusangka, keleawar banyak punya peranan cukup penting yaaa

    aku sudah meremehkan kelelawar rupanya

    By Elsa on 10 Juni 2011 pada 12:24 pm

  2. Dulu pohon buah tinggi dan rimbun, sangat potensial untuk menghadirkan kelelawar-kelelawar besar. Sekarang dimana para kalong?

    By suretno on 12 Juni 2011 pada 10:34 am

  3. […] io (Thomas, 1902); merupakan nama Kelelawar China (Great Evening Bat) yang hidup di Cina , India, Laos, Nepal, Thailand, dan […]

    By Nama Latin yang Unik, Lucu, dan Aneh | Alamendah's Blog on 6 Oktober 2011 pada 11:54 pm

  4. […] bagi manusia. Burung walet yang banyak bersarang di kawasan karst dapat dimanfaatkan sarangnya. Kelelawar yang hidup di gua-gua karst sangat berperan bagi pengendalian hama pertanian maupun penyerbukan […]

    By Kawasan Karst Indonesia Potensi dan Ancaman | Alamendah's Blog on 10 Mei 2012 pada 5:46 am

  5. […] bagi manusia. Burung walet yang banyak bersarang di kawasan karst dapat dimanfaatkan sarangnya. Kelelawar yang hidup di gua-gua karst sangat berperan bagi pengendalian hama pertanian maupun penyerbukan […]

    By Kawasan Karst Indonesia Potensi dan Ancaman | Greeneration on 1 Oktober 2012 pada 8:34 pm

  6. […] terbang secara berpasangan atau kelompok kecil. Makanannya adalah burung, kelelawar, kadal, dan cicak. Suara burung elang ini berupa lengkingan tinggi menyerupai bunyi “yik-yiii” […]

    By Elang Wallace (Nisaetus nanus) Si Coklat Berjambul | Alamendah's Blog on 2 September 2014 pada 7:25 pm

  7. Kelelawar hewan sangat menarik namun masih merupakan misteri. Perlu penelitian mendalam secara biologis karena peran ekosistemnya yang positip dan negatipnya terutama dalam peran zoonotiknya. Sebagai contoh, hewan ini dapat sebagai penular penyakit rabies, ebola, nipah dan flu burung.

    By Poetranto on 17 Mei 2015 pada 9:07 pm

Tinggalkan Balasan



Mobile Site | Full Site


Get a free blog at WordPress.com Theme: WordPress Mobile Edition by Alex King.