6 April 2011 6:00 am
Kodok Merah atau Leptophryne cruentata merupakan jenis kodok endemik yang langka. Kodok Merah merupakan spesies ampibi endemik Jawa Indonesia yang hanya bisa ditemukan di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango dan Taman Nasional Gunung Halimun-Salak.
Kodok Merah pun menjadi salah satu hewan langka yang terancam punah. Sehingga tidak berlebihan jika kemudian IUCN Redlist mencatatnya dengan status Critically Endangered (Kritis). Meskipun di Indonesia sendiri Kodok ini luput dari daftar satwa yang dilindungi.
Kodok Merah sering kali disebut juga sebagai Katak Darah. Kodok Merah dalam bahasa Inggris disebut sebagai Bleeding Toad atau Fire Toad. Sedangkan dalam bahasa latin (nama ilmiah) hewan ini disebut Leptophryne cruentata. Nama latinnya ini mempunyai arti kurang lebih ‘berdarah’.
Diskripsi, Ciri, dan Populasi. Kodok Merah (Leptophryne cruentata) berukuran kecil dan ramping. Ciri khasnya adalah wana kulitnya yang dipenuhi bintik-bintik berwarna merah darah. Kulit katak merah berwarna hitam dengan bintik-bintik merah atau kuning atau putih marmer. Lantaran warna merahnya yang menyerupai darah, kodok ini biasa disebut juga sebagai katak merah.
Kodok ini menyukai daerah dekat air yang mengalir deras di daerah berketinggian antara 1.000 – 2.000 meter dpl. Habitatnya hanya diperkirakan hanya terdapat di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango dan Taman Nasional Gunung Halimun-Salak. Selebihnya tentang perilaku Kodok Merah (Bleeding Toad) belum banyak yang diketahui.
Pada tahun 1976 diperkirakan populasi katak ini masih sangat melimpah. Pada tahun 1987 dan paska meletusnya gunung Galunggung populasinya mulai jarang ditemui. Saking langkanya pada periode 90-an hingga 2003 hanya dapat ditemukan satu ekor Kodok Merah di sekitar air terjun Cibeureum.
Karena daerah sebarannya yang sangat sempit (endemik lokal) dan populasinya yang menurun drastis IUCN Redlist memasukkannya dalam daftar spesies Critically Endangered (Kritis) yang merupakan tingkat keterancaman tertinggi sebelum punah.
Sayangnya, meskipun populasinya sangat sedikit dan sebarannya yang sangat sempit, hewan langka, hewan endemik, sekaligus hewan unik ini tidak termasuk dalam satwa yang dilindungi di Indonesia.
Mungkin pemegang kebijakan di negeri ini terlalu menganggap remeh seekor kodok. Padahal kodok dan katak mempunyai peran penting sebagai indikator perubahan lingkungan. Dan yang tak kalah pentingnya, Kodok Merah merupakan salah satu aset negeri ini yang dititipkan kepada kita.
Kalsifikasi ilmiah: Kerajaan: Animalia; Filum: Chordata; Kelas: Amphibia; Ordo: Anura; Famili: Bufonidae; Genus: Leptophryne; Spesies: Leptophryne cruentata.
Referensi dan gambar:
Baca artikel tentang satwa langka dan alam lainnya:
Diposkan oleh: alamendah
Kategori: satwa
Tag: Bleeding Toad, Endemik, Fire Toad, Katak, Katak darah, katak merah, kodok merah, langka, Leptophryne cruentata
Mobile Site | Full Site
Get a free blog at WordPress.com Theme: WordPress Mobile Edition by Alex King.
[…] 31. Latimeria chalumnae (Coelacanth; Ikan Raja Laut) 32. Leptophryne cruentata (Bleeding Toad; Katak Api) 33. Leucocephalon yuwonoi (Sulawesi Forest Turtle; Kura-kura Hutan Sulawesi. Populasi sekitar 250 […]
By 71 Hewan Terlangka di Indonesia | 。◕‿◕。 Terlampau News 。◕‿◕。 on 16 Juni 2012 pada 7:47 pm
[…] 31. Latimeria chalumnae (Coelacanth; Ikan Raja Laut) 32. Leptophryne cruentata (Bleeding Toad; Katak Api) 33. Leucocephalon yuwonoi (Sulawesi Forest Turtle; Kura-kura Hutan Sulawesi. Populasi sekitar 250 […]
By 50 Hewan Terlangka di Indonesia « alifiansyah on 19 Juni 2012 pada 11:00 am
[…] Gambar Katak Merah; Bleeding Toad (Leptophryne cruentata). Penjelasan lengkap dan gambar hewan ini lainnya baca: Kodok Merah atau Leptophryne cruentata Kodok Endemik Langka. […]
By Hewan Langka di Indonesia | on 31 Juli 2012 pada 8:32 am
[…] Leptophryne cruentata (Bleeding Toad; Kodok Merah) […]
By Kondisi Amfibi di Indonesia | Alamendah's Blog on 20 November 2012 pada 9:31 pm
[…] Katak Merah (Leptophryne cruentata) atau Bleeding Toad; Adalah katak endemik yang hanya hidup di TN Gunung Halimun-Salak dan TN Gede Pangrango. Populasi tidak diketahui. Baca: Katak Merah […]
By 25 Hewan Langka Indonesia | Alamendah's Blog on 24 Maret 2013 pada 8:02 pm
[…] Katak Merah (Leptophryne cruentata) atau Bleeding Toad; Adalah katak endemik yang hanya hidup di TN Gunung Halimun-Salak dan TN Gede Pangrango. Populasi tidak diketahui. Baca: Katak Merah […]
By 25 Hewan Langka Indonesia | windysatya on 30 Mei 2013 pada 9:34 am
[…] Katak Merah (Leptophryne cruentata); Katak endemik yang hanya hidup di TN Gunung Halimun-Salak dan TN Gede Pangrango. Populasi tidak diketahui. […]
By Tumbuhan dan Hewan Langka Indonesia | Alamendah's Blog on 28 Agustus 2013 pada 10:22 pm
[…] Katak Merah (Leptophryne cruentata) atau Bleeding Toad; Adalah katak endemik yang hanya hidup di TN Gunung Halimun-Salak dan TN Gede Pangrango. Populasi tidak diketahui. Baca: Katak Merah […]
By 25 Hewan Langka di Indonesia | Little Sharing on 20 November 2013 pada 2:15 pm
[…] Katak Merah (Leptophryne cruentata) atau Bleeding Toad; Adalah katak endemik yang hanya hidup di TN Gunung Halimun-Salak dan TN Gede Pangrango. Populasi tidak diketahui. Baca: Katak Merah […]
By hewan langka indonesia | cyntiapuspita95 on 19 Maret 2014 pada 1:28 pm
[…] Perbedaan-perbedaan fisik tersebut tidak selalu benar. Sebagai contoh adalah kodok merah (Leptophryne cruentata). Meskipun sering kali disebut juga sebagai katak merah namun katak langka ini dalam bahasa Inggris disebut sebagai Bleeding Toad atau Fire Toad. Padahal dilihat dari fisiknya ia mempunyai kaki belakang yang ramping. (Selengkapnya baca : Kodok Merah). […]
By Perbedaan Katak dan Kodok | Alamendah's Blog on 10 Mei 2014 pada 11:00 pm
[…] Katak Merah(Leptophryne cruentata); Katak endemik yang hanya hidup di TN Gunung Halimun-Salak dan TN Gede Pangrango. Populasi tidak diketahui. […]
By Tumbuhan dan Hewan Langka di Indonesia | elysanur on 5 September 2014 pada 6:57 pm