Alamendah's Blog


Beranda | Laman | Arsip


Banjir Mengepung Rumahku

7 Februari 2011 6:21 pm

Banjir mengepung rumahku sejak tadi pagi. Banjir yang diakibatkan oleh limpasan Sungai Juwana ini sejak kemarin sore telah mengancam jalan di samping kiri rumahku dan terus beranjak naik. Hingga sore ini, sang banjir telah menguasai halaman belakang, samping kiri, dan 2/3 halaman depan rumahku.

Desaku, Kalimulyo Kecamatan Jakenan, Pati, memang hanya berjarak 1,5 km dari Sungai Juwana. Sungai terbesar di Kabupaten Pati ini tiap tahun selalu meluap dan membanjiri puluhan desa di lima kecamatan yang dilaluinya.

Tahun 2011 ini, sungai Juwana kembali meluap dan membanjiri lebih dari 26 desa yang berada di sepanjang alirannya. Mulai dari desa Bumirejo, Kedungpancing, Jepuro, Doropayung, Sejomulyo, Tluwah, Mintomulyo, dan Gadingrejo di Kecamatan Juwana. Desa Karangrowo, Ngastorejo, Tondomulyo, Bungasrejo, Kedungmulyo, dan Kalimulyo (Jakenan). Desa Mustokoharjo, Gajahmati (Kecamatan Pati).

anak-anak melintasi jalan di samping rumahku yang banjir

Anak-anak melintasi jalan di samping rumahku yang banjir

Banjir juga melanda desa Mintobasuki, Banjarsari, Tanjang, Kosekan, Babalan, Pantirejo, dan Wuwur (Gabus), Desa Mustokoharjo dan Gajahmati (Kecamatan Pati), Pasuruhan, dan Srikaton (Kayen), dan Kasiyan (Sukolilo).

Banjir yang melanda desaku tahun ini memang tidak terlalu parah dengan tidak lebih dari 1/3 wilayahnya yang tergenang banjir dengan kedalaman sekitar 50 cm di beberapa lokasi. Banjir yang ‘menyerang’ pekarangan rumahku, tidak lebih dari 5 cm dalamnya. Namun di beberapa desa lain terutama yang dekat dengan sungai Juwana banjir mencapai ketinggian dada orang dewasa.

Meskipun demikian, banjir selalu membuat repot. Apalagi dengan cuaca yang masih mendung. Dan jika hujan kembali turun, tidak menutup kemungkinan banjir akan semakin dalam. Tentunya bukan hanya rumahku saja yang terancam.

Pohon Sawo yang baru kutanam di halaman rumah diserang banjir

Pohon Sawo yang baru kutanam di halaman rumah diserang banjir

Banjir besar yang pernah kualami di rumahku dan di desaku terakhir terjadi pada tahun 2008 silam. Saat itu, genangan air di dalam rumahku ketinggian air mencapai 30 lebih dan bertahan selama 11 hari. Banjir itu sendiri ‘bertahan’ di desaku, menguasai pekarangan dan jalanan lebih dari 1 bulan. Apalagi jika dihitung penguasaannya di area persawahan, 2 bulan lebih. Akibatnya keluarga saya dan beberapa tetangga terpaksa menginap di masjid kampung.

Ya semoga saja cukup sampai di duapertiga halaman rumahku saja yang dikuasai banjir limpasan Sungai Juwana pada tahun ini. Jangan sampai saya merasakan bantuan mie instan kembali.

**Foto dan gambar banjir yang menyerang pekarangan rumahku kurang maksimal hasilnya lantaran ada gangguan teknis dengan battery kamera digitalku, maaf.

Baca artikel tentang alam lainnya:

Diposkan oleh: alamendah

Kategori: kerusakan alam, lingkungan hidup

Tag: , , , , ,

68 Tanggapan to “Banjir Mengepung Rumahku”

  1. duuh… semoga cepat surut banjirnya…. adikku tinggal di Sendangsoko, kena banjir juga klo mo pergi…

    By eKa on 11 Februari 2011 pada 12:57 pm

  2. sy mrasa kasian jaman modern ky bgni msh ada yg kebanjiran mudah2an gak kena penyakit.

    By obat tradisional darah tinggi on 11 Februari 2011 pada 5:18 pm

  3. Banjir kadang menjadi asyik…kata siapa ? Kata orang yang “proyek”-nya dari tahun ke tahun adalah PENANGGULANGAN BANJIR….

    By Norton JK on 11 Februari 2011 pada 11:00 pm

  4. Persoalan banjir gampang-gampang susah. Gampangnya adalah ketika air mbludak masuk rumah kita…Susahnya adalah ketika kita harus bersih-bersih akibat lumpur dan sampah yang ikut “nunut” masuk rumah kita..

    By Edie Watson on 11 Februari 2011 pada 11:06 pm

  5. Kita harus sabar mas…nikmati saja dan syukuri. Karena rumah masih bisa kita bersihkan. Tengoklah mereka2 yang rumahnya sampe hanyut..malah nggak bisa bersih2 rumah khan? Itulah nikmatnya bersih2 rumah pasca kebanjiran..

    By John88 on 12 Februari 2011 pada 10:21 am

  6. […] (UNISDR) merangking jumlah korban pada 6 jenis bencana alam yang meliputi tsunami, tanah longsor, banjir, gempa bumi, angin topan, dan […]

    By Indonesia Negara Paling Rawan Bencana Alam | Alamendah's Blog on 29 Agustus 2011 pada 5:15 am

  7. maz ala…, untuk banjir di dukuh kijingan pd khususnya dan disekitar das kali juana pd umumnya untuk mengatasinya harus dilihat dari kacamata besar. karena inti permasalahannya adalah pendangkalan kali juwana. jadi kita tunggu eksen dan kemauan dr pemerintah saja untuk menanganinya. dan … kita syukuri aja nikmat banjir yg kita terima saat ini ….!!?

    By Garnetto on 16 November 2011 pada 10:54 am

  8. […] (UNISDR) merangking jumlah korban pada 6 jenis bencana alam yang meliputi tsunami, tanah longsor, banjir, gempa bumi, angin topan, dan kekeringan. Dan dari keenam jenis bencana alam tersebut, Indonesia […]

    By Penerapan Teknologi Dalam Penanggulangan Bencana « culturaelegere on 27 Mei 2012 pada 10:42 pm

  9. Kota Juwana dan sekitarnya, sejak dulu memang terkenal banjir, Karena lokasi areanya ada di bawah sungai besar Silugonggo, yang membelah kota. Semoga teman-teman yang tinggal di wilayah ini tabah menjalani. Aku juga pernah tinggal lama di Juwana, jadi bisa merasakan susahnya kebanjiran, bila musim penghujan. Salam kenal sobat, sukses selalu untuk Anda. Trims.

    Salam kompak:
    Obyektif Cyber Magazine
    (obyektif.com)

    By Anggoro Suprapto on 29 Mei 2012 pada 2:54 pm

  10. […] Banjir Mengepung Rumahku […]

    By sigitari95 on 11 Februari 2013 pada 10:05 am

Tinggalkan Balasan



Mobile Site | Full Site


Get a free blog at WordPress.com Theme: WordPress Mobile Edition by Alex King.