Alamendah's Blog
Beranda | Laman | Arsip
Kelurahan di Jakarta Barat yang Memakai Nama Tanaman
30 Januari 2011 4:54 pm
Nama kelurahan di Jakarta Barat tidak sedikit yang memakai nama tanaman atau tumbuhan. Ada nama kelurahan yang mengambil (mengandung) nama tumbuhan secara utuh, namun juga ada yang merangkainya nama pohon (tanaman) dengan kata lain.
Jakarta Barat merupakan salah satu Kota Admistratif di DKI Jakarta yang memiliki 8 Kecamatan dengan 56 kelurahan. Dari 56 nama kelurahan di Jakarta Barat tersebut beberapa diantaranya mengandung nama tumbuhan (tanaman). Sangat dimungkinkan asal-usul nama berkaitan dengan kondisi kawasan yang mulanya ditumbuhi tanaman-tanaman tertentu.
Kelurahan di Jakarta Barat yang berasal dari nama tanaman atau pohon, antara lain:
-
Kapuk, Cengkareng. Kapuk disebut juga pohon randu (Ceiba pentandra) merupakan pohon penghasil kapuk.
-
Kedaung Kali Angke, Cengkareng.
Kedaung atau disebut juga kedawung (
Parkia roxburghii) banyak digunakan sebagai bahan obat tradisional (jamu).

Kosambi atau Kesambi (Schleichera oleosa)
-
Duri Kosambi, Cengkareng. Kosambi adalah nama lain dari kesambi (Schleichera oleosa). Di beberapa daerah lain disebut kasambi (Sd.); kesambi, kusambi, sambi (Jw., Bal.); kasambhi (Md.); kusambi, usapi (Tim.); kasembi, kahembi (Sumba); kehabe (Sawu); kabahi (Solor); kalabai (Alor); kule, ule (Rote); bado (Mak.); ading (Bug.).
-
Wijaya Kusuma, Grogol Petamburan.
Wijaya Kusuma adalah nama bunga dalam cerita keagamaan Hindu yang dipunyai oleh Kresna. Bunga Wijaya Kusuma mampu menghidupkan orang yang telah meninggal.

Durian atau Duren (Durio zibethinus) asal nama Tanjung Duren
-
Tanjung Duren Utara dan Tanjung Duren Selatan, Grogol Petamburan. Duren merupakan nama lokal untuk durian (Durio zibethinus). Tanaman ini mempunyai nama lokal seperti duren (Jawa, Betawi) kadu (Sunda), duriang (Manado), duliang (Toraja).
-
Pegadungan, Kalideres. Pegadungan berasal dari kata “Gadung” yang merupakan tumbuhan bernama ilmiah Dioscorea hispida. Tanaman ini menghasilkan umbi yang dapat dimakan. Kini gadung banyak diolah menjadi keripik.
-
Duri Kepa, Kebon Jeruk.
Kepa (
Syzygium polycephalum) atau kupa atau gowok merupakan nama pohon buah anggota suku jambu-jambuan. Kepa di beberapa daerah disebut juga
gohok, kepa (Betawi),
kupa, kupa beunyeur (Sunda),
gowok, dompyong (Jawa).

Daun dan buah pohon kedoya (Dysoxylum gaudichaudianum)
-
Kedoya Utara dan Kedoya Selatan, Kebun Jeruk.
Kedoya adalah pohon bernama latin
Dysoxylum gaudichaudianum.
Kedoya merupakan nama tanaman dari suku duku-dukuan (Meliaceae) yang dalam bahasa Inggris lebih dikenal sebagai
ivory mahagony.
-
Kebun Jeruk, Kebun Jeruk. Jeruk (Citrus sp.) adalah kumpulan jenis tumbuhan yang menjadi anggota famili Rutaceae (suku jeruk-jerukan).
-
Kelapa Dua, Kebun Jeruk.
Kelapa (
Cocos nucifera) adalah salah satu anggota famili
Arecaceae (palem-peleman) dari genus tunggal
Cocos.
-
Srengseng, Kembangan. Srengseng merupakan nama salah satu jenis pandan yang bernama latin Pandanus caricosus.
-
Kembangan Utara dan Kembangan Selatan, Kembangan. Nama kedua kelurahan ini bisa jadi berasal dari kata ‘Kembang‘ yang berarti bunga.
-
Kota Bambu, Palmerah.
Bambu merupakan jenis rumput-rumputan yang berbatang dan beruas.
Bambu merupakan bangsa Bambuseae yang merupakan anggota famili Poaceae. Di dunia sedikitnya terdapat 1.250 jenis bambu yang 159 diantaranya terdapat di Indonesia.
-
Jatipulo, Palmerah. Jatipulo dimungkinkan dari kata “Jati” (pohon Jati) dan “Pulo” (Pulau). Pohon Jati (Tectona grandis) merupakan tanaman penghasil kayu berkualitas tinggi. Diperkirakan jati berasal Burma yang kemudian menyebar ke India, Myanmar, Laos, Kamboja, Thailand, Indochina, dan Jawa.
-
Kemanggisan, Palmerah. Kemanggisan bisa jadi berasal dari kata ‘Manggis‘ sejenis pohon buah bernama latin Garcinia mangostana.
-
Mangga Besar, Taman Sari.
Mangga adalah nama pohon buah yang masuk dalam genus
Mangifera. Mangga memiliki sekitar 40-50 jenis, beberapa diantaranya seperti
Mangifera indica dan
Mangifera casturi (
kasturi).
-
Pinangsia. Taman Sari. Pinangsia bisa jadi berasal dari kata ‘
Pinang‘ yang merupakan nama sekumpulan tanaman dari famili Arecaceae (palem-peleman). Pinang disebut juga sebagai
Palem.
-
Roa Malaka, Tambora. Roa Malaka diduga dari kata ‘Roa’ yang berasal dari kata ‘Rawa’ dan ‘Malaka’.
Malaka merupakan sejenis tanaman bernama latin
Garcinia cornea. Tanaman ini masih berkerabat dengan
Mundu (
Garcinia dulcis), Manggis (
Garcinia mangostana) dan Asem Kandis (
Garcinia parvifolia).
Dan menilik banyaknya nama kelurahan yang memakai nama tanaman, dapat dibayangkan kondisi lingkungan Jakarta di masa-masa awal pembentukannya yang tentunya kaya dengan aneka tetumbuhan. Sayangnya sebagian besar tanaman yang digunakan sebagai nama kelurahan di Jakarta ini kini semakin sulit ditemukan. Bahkan tidak sedikit yang sudah tidak mengenalnya.
Nama-nama kelurahan di Jakarta Barat tersebut pastinya berkaitan dengan sejarah dan asal-usul pembentukan kawasan tersebut. Mungkin sobat-sobat lainnya, terutama yang anak betawi, bisa menguraikan sejarah dan asal usul nama-nama kelurahan tersebut dengan lebih detail. Pun jika ada di antara nama kelurahan yang terlewat ataupun pemakaian nama tumbuhan yang kurang pas.
Referensi dan gambar:
Baca artikel tentang alam lainnya:
Diposkan oleh: alamendah
Kategori: flora, Indonesia
Tag: asal usul nama tempat di jakarta, jakarta, jakarta barat, kelurahan, kelurahan di jakarta barat, nama tanaman, Pohon, tanaman
« Older Newer »
Tinggalkan Balasan
Mobile Site | Full Site
Get a free blog at WordPress.com Theme: WordPress Mobile Edition by Alex King.
Biasanya suatu daerah diberi nama sesuatu yang menjadi khas daerah tersebut ya, Mas. Di dekat rumah saya ada gang yang diberi nama gang belimbing, karena dulunya ada pohon belimbing di muara gang itu 🙂
By Kakaakin on 31 Januari 2011 pada 8:16 am
mungkin karena dulu di jakarta banyak terdapat tanaman – tanaman tertentu ya,,okey makasih lngsung ke TKP ya ke http://yoyon12.wordpress.com
By Yoyon Ugang sayu on 31 Januari 2011 pada 8:43 am
banyak juga ya kelurahan yang menggunakan nama tanaman, kalau disini hanya jalam yang banyak nama tanaman pak
By Berpikir Positif on 31 Januari 2011 pada 10:11 am
Wah, banyak ya nama2 flora dipakai nama daerah..
Kalau pasar, biasanya pake nama hari ya kang alam: pasar senen, pasar rebo, pasar minggu, dsb.. 🙂
By dira on 31 Januari 2011 pada 10:39 am
Kang, ada lanjutan kisah Dasrun disini
silakan dicermati
salam sukses..
sedj
By sedjatee on 31 Januari 2011 pada 1:12 pm
sip…
berarti dulunya kota Jakarta asri ya, tp sekarang sdh berubah…
smoga saja Jakarta menjadi hijau seperti dulu…..
nitip info ya mas : ada sekolah blog nih : http://goenawanb.com/general/meraup-dollar-dengan-kbsi-sekolah-blog-di-semarang/
By goenawanb on 31 Januari 2011 pada 2:22 pm
tapi ironisnya hampir semua nama tanaman itu di Jakarta udah gak ada lagi yah?
lebih tepatnya mungkin jarang.
By melly on 31 Januari 2011 pada 2:39 pm
Waahhh…
Kedaung itu mengingatkan sama toko pecah belah produk Indonesia. Dulu terkenal sekali di Medan karena belum banyak saingan yaa…
Wijaya Kusuma itu nama bunga ternyata, saya baru tahu mas.. kirain aslinya memang nama orang.
Kedoya. Itu juga baru tahu klo itu nama tanaman.
By zee on 31 Januari 2011 pada 2:59 pm
wah bener juga gan,,,
duh gan bner2 kreati ni,,
berapa lama ni ambil informasi kaya begini
By xamthone plus on 31 Januari 2011 pada 3:01 pm
rawa bokor masuk jakarta ato tangerang ya?
By attayaya_bokor on 31 Januari 2011 pada 3:55 pm
kedoya, srengseng,,, baru denger…
wijaya kesuma lagih,,, kirain.. disini juga banyak yang nama taneman, malah sampe double2 namanya,beda tempat doank:)
By miss j on 31 Januari 2011 pada 4:05 pm
iya ya baru nyadar bahwa di DKI pun banyak yang memiliki nama kampung menggunakan nama tanaman
By budies on 31 Januari 2011 pada 4:33 pm
Uniiiiiiikkk…..sekali. Makasih untuk tulisan yang unik ini, mas Alam. 🙂
By Etik Setiawati on 1 Februari 2011 pada 10:08 am
wah unik juga yh nama daerah di jakarta menggunakan nama tanamam, tp ada juga loh sob d jakarta yang namanya sama dengan nama kampung/ tempat tinggal ku d tulungagung y/ kalimalang
By Rizky2009 on 1 Februari 2011 pada 2:20 pm
[…] setelah membaca argumen-argumenku, mungkin para pembaca (contohnya mas alam, kang ian, kaka akin, bundamahes) akan langsung setuju denganku… oleh karena itu segeralah […]
By Foto Hari Ini – Foto pohon minyak kayu putih bunga merah « Ahsanfile's Blog on 3 Februari 2011 pada 10:01 pm