6 Mei 2010 4:25 pm
Gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang. Tapi bagaimana jika gajah mati tidak lagi meninggalkan gading?.
Gajah, termasuk gajah sumatera (Elephas maximus sumatranus), merupakan satwa langka dengan ciri khas sepasang gading di samping belalainya. Gading gajah inilah yang menjadi daya tarik tersendiri bagi sebagian orang. Bagi yang mempercayai, gading gajah diyakini memiliki khasiat sebagai jimat, penangkal marabahaya, penolak racun hingga berbagai mitos tentang kejantanan. Selain itu gading gajah juga banyak dijadikan media ukiran dan aneka kerajinan tangan.
Demi berbagai mitos tersebut, yang kemudian melambungkan harga gading gajah di pasaran gelap. Satu buah gading dengan panjang satu meter, dapat berharga antara Rp. 250 juta hingga Rp. 600 juta lebih .
Gading gajah memiliki harga yang bervariasi. Seberapa mahalnya ditentukan oleh kualitas gading tersebut. Gading gajah dengan kualitas biasa harganya mencapai Rp. 3-10 juta perkilogram. Sedangkan gading gajah brkualitas (super) harganya mencapai Rp. 10-30 juta perkilogram. Padahal satu gading gajah yang berkualitas mampu mencapai bobot 25-30 kg.
Gading gajah yang bagus adalah gading yang dicabut dari akarnya. Sedangkan gading gajah yang diambil dengan cara dipotong, memiliki kualitas yang lebih rendah. Karena itu, kebanyakan gading gajah diambil dengan membunuh sang gajah terlebih dahulu.
Gading-gading gajah ini dipasarkan dengan cara yang rapi di pasaran gelap. Perdagangan gading gajah ini melibatkan jaringan dan mafia yang rapi, mulai dari pemburu, penampung tinkat menengah dan besar, perantara, tester (penaksir kualitas gading dan harganya), cukong pemilik modal, eksportir, hingga pembeli.
Diperkirakan, lebih dari 200 ekor gajah sumatera telah mati dalam sepuluh tahun terakhir dan lebih dari tiga ton gading gajah diperjualbelikan oleh para mafia dan dan sindikat perdagangan gading gajah. Fakta ini menunjukkan bahwa perburuan gading gajah menjadi penyebab uatama kematian gajah disamping dua faktor lainnya yakni, terjadinya konflik dengan manusia dan tangkapan pemerintah yang dilakukan secara kurang profesional.
Satu fakta yang memiriskan. Saat keponakan saya masih sibuk menhafalkan peribahasa ‘gajah mati meninggalkan gading’, di luar sana, gajah-gajah mati tanpa menyisakan gadingnya sama sekali. Bahkan gading itulah yang mengakibatkan kematiannya.
Sebuah pertanyaan tiba-tiba menyeruak; saat gajah mati tidak meninggalkan gading masihkah manusia mati meninggalkan budi?
Referensi: http://www.liputan6.com/progsus/?id=155997;
Gambar: assets.nydailynews.com; http://www.tribunkaltim.co.id;
Baca Artikel tentang Alam Lainnya:
Diposkan oleh: alamendah
Kategori: kerusakan alam, renungan
Tag: gading, gading gajah, gajah, gajah sumatera, manfaat gading gajah, mati meninggalkan gading, mitos gading gajah, perburuan liar
Mobile Site | Full Site
Get a free blog at WordPress.com Theme: WordPress Mobile Edition by Alex King.
:::: salam kenal dari junior niy…. ^_^
:::: dengan kado sekedarnya ^_^ untuk perkenalan
http://wiedesignarch.blogspot.com/2010/05/surat-untuk-mas-farid.html
By Wiwied on 7 Mei 2010 pada 12:03 pm
Gajah mati sudah tidak meninggalkan gading lagi karena capek, setiap gadingnya ditinggalkan, dijualin terus sama manusia hehe…
By yuniarinukti on 7 Mei 2010 pada 12:17 pm
miris sekali, prihatin yah…. manusia2 yang mengambil keuntungan seperti itu pastinya nanti akan mendapat balasan nya juga.
By Tary Sonora on 7 Mei 2010 pada 2:56 pm
manusia … kalau mati ninggalin dosa ya ….hehehe
ayo selamatkan bumi dan isinya …d ari manusia serakah!!!
By omiyan on 7 Mei 2010 pada 3:28 pm
inilah gambaran keserakahan manusia pada alam… 😦
By rose on 7 Mei 2010 pada 4:41 pm
walau sunflo ga terlalu ngefans ma gajah… hiks betapa menyedihkan sekali nasib mereka… 😦
By sunflo on 7 Mei 2010 pada 4:42 pm
Sebuah perenungan yg menarik, bagimana nasib anak cucu kita nanti? Apakah pepoatah itu harus diubah??
By The Fachia on 7 Mei 2010 pada 5:43 pm
Astagfirullah…
Betapa kejamnya manusia 😦
By Kakaakin on 7 Mei 2010 pada 6:57 pm
Yang jelas, pribahasa lain adalah “tak ada gading yang tak retak” 🙂
By Kaka Akin on 7 Mei 2010 pada 7:02 pm
nggak tega menyaksikan sadisnya orang gila duit menangkap gajah di animal planet, dan juga terekan satu truk gading dirampas pulisi dan dibakar , tragis sekali. dan habis2an ,gajahnya pada mati, gadingnya dirampas polisi, dan dibakar.
By mariasunarto on 7 Mei 2010 pada 7:20 pm
benar2 Manusia2 yang gak punya moral ….. yg tega melakukannya walaupun itu hanya seekor gajah …..
By Alwi on 7 Mei 2010 pada 8:28 pm
Sama rendahnya dengan kelakuan bianatang …..
By Alwi on 7 Mei 2010 pada 8:29 pm
Terus apa bedanya dengan sifat2 hayawaniyah ….. padahal manusia telah dikarunia akal budi supaya beda dg binatang ….
By Alwi on 7 Mei 2010 pada 8:31 pm
hitamnya dunia. ketidakadilan terlihat di depan mata, tapi apa yang bisa kita perbuat?. tidakkah mereka melihat bahwa gajah itu hiasan alam??.
salam hangat, http://aditric.wordpress.com
By aditric on 7 Mei 2010 pada 9:59 pm
wahai kenyataan alam… menyedihkan, menyeramkan.. hanya karena keserakahan duniawi.
Salam.
By Afif logicprobe10 on 7 Mei 2010 pada 10:52 pm
yach … memang manusia egois … demi kepentingannya mengorbankan apapun … padahal populasi gajah semakin menipis … akankah cucu, cicit kita kelak mengenal hewan bernama gajah?
By Noe² on 7 Mei 2010 pada 11:13 pm