Alamendah's Blog
Beranda | Laman | Arsip
Perilaku Bijak Di Hutan
19 Maret 2010 11:59 pm
Perilaku yang bijak saat di dalam hutan itu yang bagaimana sebuah pertanyaan seorang peserta yang mengikuti pembekalan materi anggota Pecinta Alam di tempat saya. Pecinta alam atau siapa saja yang menyukai kegiatan di alam bebas seharusnya mengetahui bagaimana musti bersikap dan berperilaku yang bijak saat berada di dalam hutan. Perilaku dan sikap bijak ini sangat penting ketika kita melakukan kegiatan di alam bebas semisal lintas alam dan mountenering, out bond atau sekedar berwisata di sekitar hutan.
Bahkan yang tidak pernah berfikir untuk mendekati hutan sekalipun tiada salah mengetahui cara bersikap dan berperilaku yang bijak di dalam hutan, siapa tahu suatu hari tersesat di dalam hutan (semoga tidak).
Seperti kita maklumi, dari 180 juta ha (sebagian mengatakan ‘hanya’ 135 juta ha) hutan yang dipunyai Indonesia mengalami deforestasi (kerusakan hutan) yang sangat parah. Disinyalir hanya 23% saja yang masih dalam kondisi baik dan terbebas dari deforestasi hutan. Karenanya sikap dan perilaku yang bijak saat berada di dalam hutan sangat diperlukan sehingga aktifitas yang kita lakukan tidak membuat hutan dan alam semakin rusak.
Beberapa hal ini bisa dianggap sebagai sikap dan perilaku yang bijak saat berada di dalam hutan.
- Tidak mencoret-coret batang pohon dan bebatuan yang ada di hutan. Perilaku mencoret-coret pohon dan bebatuan selain merusak keindahan keindahan hutan, juga dapat menyakiti pohon. Kenapa? karena tindakan ini dapat menutupi stomata (tempat keluar masuknya udara, yakni CO2 dan O2) yang secara tidak langsung akan mengganggu pertukaran udara dari sel tumbuhan ke lingkungan dan sebaliknya. Hutan mempunyai peran penting dalam mengurangi pencemaran udara.
- Tidak menangkap, melukai, dan membunuh hewan penghuni hutan. Perilaku mengganggu hewan (satwa) yang hidup liar di hutan meskipun binatang tersebut bukan termasuk binatang langka dan dilindungi dapat mengganggu keseimbangan ekosistem.
- Saat berkemah di hutan, pergunakan tempat yang telah tersedia. Atau jika tidak tersedia tempat berkemah, pergunakanlah bagian hutan yang agak lapang dan datar tanpa perlu menebang pohon, sekalipun hanya semak, perdu ataupun pohon kecil.
- Tidak meninggalkan puntung rokok yang belum benar-benar mati. Meskipun hanya bara kecil tetapi puntung rokok bisa menjadi salah satu penyebab kebakaran hutan, terutama saat musim kemarau.
- Tidak meninggalkan sampah, terutama sampah anorganik seperti plastik dan kaleng. Sampah plastik membutuhkan waktu hingga ratusan tahun untuk dapat terurai secara alami. Dan selama belum terurai, sampah plastik akan mengotori hutan, merusak siklus pertukaran udara di dalam tanah, meracuni tanah dan membahayakan makluk hidup di dalam hutan.
- Simpan sampah yang kita hasilkan dalam suatu wadah khusus kemudian buanglah di tempat sampah yang semestinya atau dimusnahkan di luar hutan atau dimusnahkan. Akan lebih baik lagi jika sampah-sampah yang terdapat di hutan ikut diambil.
- pergunakan ranting atau daun yang telah patah atau jatuh saat membuat api unggun. Perilaku menebang pohon untuk membuat api unggun dapat merusak hutan.
- Padamkan api unggun jika telah selesai hingga benar-benar padam termasuk bara api yang tersisa. Bersihkan tempat bekas api unggun tersebut.
- Tidak membawa pulang tumbuhan atau binatang dari hutan. Simpanlah kenangan manis kamu selama berada di hutan di dalam kamera foto atau kamera video sebagai oleh-oleh.
Sikap dan perilaku bijak di dalam hutan ini terlihat sederhana dan kecil namun memberikan manfaat yang besar bagi kelestarian alam dan hutan. Dengan perilaku bijak seperti ini berarti kita mampu menikmati tanpa menyakiti.
*Ditulis ulang berdasarkan jawaban atas pertanyaan seorang pencinta alam tentang perilaku yang bijak saat di hutan.
Baca Juga:
Diposkan oleh: alamendah
Kategori: lingkungan hidup
Tag: deforestasi, Hutan, kegiatan alam bebas, menjaga hutan, merusak hutan, perilaku bijak di dalam hutan, perilaku di hutan, sikap bijak, sikap bijak di hutan
« Older Newer »
Tinggalkan Balasan
Mobile Site | Full Site
Get a free blog at WordPress.com Theme: WordPress Mobile Edition by Alex King.
[…] Perilaku Bijak Di Hutan […]
By Tips Mendaki Gunung untuk Pendaki Pemula | Alamendah's Blog on 19 Mei 2010 pada 7:36 pm
[…] Perilaku Bijak Di Hutan […]
By Mengenal survival | Alamendah's Blog on 19 Mei 2010 pada 7:53 pm
[…] Perilaku Bijak Di Hutan […]
By Moratorium Konversi Hutan Indonesia | Alamendah's Blog on 1 Juni 2010 pada 9:42 pm
[…] badia), hanya terdapat di pulau Kalimantan (Indonesia dan Malaysia) saja. Kucing ini mendiami hutan-hutan tropis dataran rendah yang lebat hingga ketinggian 900 meter dpl. Kucing Merah dalam sangkar […]
By Kucing Merah (Pardofelis badia), Kucing Endemik Kalimantan « My Lovely Pets on 28 Juni 2010 pada 4:52 pm
[…] Perilaku Bijak Di Hutan […]
By 3R (Reuse Reduce Recycle) Sampah | Alamendah's Blog on 1 Juli 2010 pada 7:41 pm
[…] Perilaku Bijak Di Hutan […]
By Tips Sederhana Hemat Bahan Bakar | Alamendah's Blog on 26 Juli 2010 pada 11:25 pm
[…] hutan di daerahnya bukan karena ketidakpedulian akan bahaya kerusakan hutan. Karena sejatinya, hutan juga butuh perilaku bijak dari […]
By Perambahan Kawasan Hutan Akibat Pengawasan Lemah | Alamendah's Blog on 21 Agustus 2010 pada 1:02 am
[…] Perilaku Bijak Di Hutan […]
By 3R (Reuse Reduce Recycle) Sampah « Lepetitecossete's Blog on 24 Agustus 2010 pada 9:20 pm
Terima kasih ya Dik! Tulisan ini bermanfaat untuk mengajar adik-adik Anda di SD.Menulis lagi yang banyak ya ! Adik memang penulis produktif.
By NUR on 27 Agustus 2010 pada 4:34 pm
[…] Perilaku Bijak Di Hutan […]
By Cara Hemat Air di Rumah | Alamendah's Blog on 10 Oktober 2010 pada 6:32 pm
[…] Perilaku Bijak Di Hutan […]
By Teknik Packing Ransel (Carrier) | Alamendah's Blog on 22 Oktober 2010 pada 8:42 pm
[…] Perilaku Bijak Di Hutan […]
By Peran Pemuda Dalam Melestarikan Lingkungan Hidup | Alamendah's Blog on 27 Oktober 2010 pada 4:01 pm
[…] Perilaku Bijak Di Hutan […]
By Penghargaan Bagi Mbah Maridjan dari Kemenhut | Alamendah's Blog on 1 November 2010 pada 11:02 am
[…] Perilaku Bijak Di Hutan […]
By Lagu Berita Cuaca (Lestari Alamku) Lirik dan Download MP3 | Alamendah's Blog on 19 November 2010 pada 7:57 pm
[…] Perilaku Bijak Di Hutan […]
By Kode Etik Petualang Bagi Pecinta Alam | Alamendah's Blog on 2 Desember 2010 pada 8:35 pm