9 Maret 2010 9:46 pm
Kerusakan hutan (deforestasi) masih tetap menjadi ancaman di Indonesia. Menurut data laju deforestasi (kerusakan hutan) periode 2003-2006 yang dikeluarkan oleh Departemen Kehutanan, laju deforestasi di Indonesia mencapai 1,17 juta hektar pertahun.
Bahkan kalau menilik data yang dikeluarkan oleh State of the World’s Forests 2007 yang dikeluarkan The UN Food & Agriculture Organization (FAO), angka deforestasi Indonesia pada periode 2000-2005 1,8 juta hektar/tahun. Laju deforestasi hutan di Indonesia ini membuat Guiness Book of The Record memberikan ‘gelar kehormatan’ bagi Indonesia sebagai negara dengan daya rusak hutan tercepat di dunia.
Dari total luas hutan di Indonesia yang mencapai 180 juta hektar, menurut Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan (Menteri Kehutanan sebelumnya menyebutkan angka 135 juta hektar) sebanyak 21 persen atau setara dengan 26 juta hektar telah dijarah total sehingga tidak memiliki tegakan pohon lagi. Artinya, 26 juta hektar hutan di Indonesia telah musnah.
Selain itu, 25 persen lainnya atau setara dengan 48 juta hektar juga mengalami deforestasi dan dalam kondisi rusak akibat bekas area HPH (hak penguasaan hutan). Dari total luas htan di Indonesia hanya sekitar 23 persen atau setara dengan 43 juta hektar saja yang masih terbebas dari deforestasi (kerusakan hutan) sehingga masih terjaga dan berupa hutan primer.
Penyebab Deforestasi. Laju deforestasi hutan di Indonesia paling besar disumbang oleh kegiatan industri, terutama industri kayu, yang telah menyalahgunakan HPH yang diberikan sehingga mengarah pada pembalakan liar. Penebangan hutan di Indonesia mencapai 40 juta meter kubik setahun, sedangkan laju penebangan yang sustainable (lestari berkelanjutan) sebagaimana direkomendasikan oleh Departemen Kehutanan menurut World Bank adalah 22 juta kubik meter setahun.
Penyebab deforestasi terbesar kedua di Indonesia, disumbang oleh pengalihan fungsi hutan (konversi hutan) menjadi perkebunan. Konversi hutan menjadi area perkebunan (seperti kelapa sawit), telah merusak lebih dari 7 juta ha hutan sampai akhir 1997.
Dampak Deforestasi. Deforestasi (kerusakan hutan) memberikan dampak yang signifikan bagi masyarakat dan lingkungan alam di Indonesia. Kegiatan penebangan yang mengesampingkan konversi hutan mengakibatkan penurunan kualitas lingkungan yang pada akhirnya meningkatkan peristiwa bencana alam, seperti tanah longsor dan banjir.
Dampak buruk lain akibat kerusakan hutan adalah terancamnya kelestarian satwa dan flora di Indonesia utamanya flora dan fauna endemik. Satwa-satwa endemik yang semakin terancam kepunahan akibat deforestasi hutan misalnya lutung jawa (Trachypithecus auratus), dan merak (Pavo muticus), owa jawa (Hylobates moloch), macan tutul (Panthera pardus), elang jawa (Spizaetus bartelsi), merpati hutan perak (Columba argentina), dan gajah sumatera (Elephant maximus sumatranus).
Siapakah yang bertanggung jawab atas deforestasi hutan di Indonesia yang semakin menggila ini?. Siapa pula yang wajib mencegah kerusakan hutan di Indonesia?. Jawabnya singkat, kita semua!
Gambar: kfk.kompas.com
Baca Juga:
Anda dapat melihat daftar seluruh tulisan di Daftar Catatan
Diposkan oleh: alamendah
Kategori: kerusakan alam
Tag: dampak deforestasi, deforestasi, deforestasi hutan, deforestasi hutan di Indonesia, kerusakan alam, kerusakan hutan, kerusakan hutan di Indonesia, penyebab deforestasi
Mobile Site | Full Site
Get a free blog at WordPress.com Theme: WordPress Mobile Edition by Alex King.
[…] demikian, laju deforestasi, kebakaran hutan, serta makin ciutnya luas hutan Sumatera menjadi ancaman serius […]
By Bunga Raflesia / Padma Raksasa « sayangilingkungan on 20 November 2011 pada 3:59 pm
[…] sekedar dugaan. Entah boneka Barbie ikut andil atau tidak tapi yang pasti dan kita ketahui semua, kerusakan hutan Indonesia terus […]
By Ardyafani Webpage's on 1 Desember 2011 pada 7:54 pm
[…] merupakan momentum strategis dalam upaya mengantisipasi perubahan iklim global, degradasi dan deforestasi hutan dan lahan, serta kerusakan lingkungan lainnya yang dapat mengakibatkan penurunan produktivitas alam […]
By Desember Adalah Bulan Menanam Nasional | Alamendah's Blog on 4 Desember 2011 pada 10:53 pm
seharusnya hutan diperhatikan dan dijaga dengan baik kelestariannya..
By SINTA on 7 Januari 2012 pada 8:35 am
[…] Mahakam maupun tingginya tingkat pencemaran air, erosi, dan pendangkalan sungai akibat pengelolaan hutan di […]
By QNET PESUT MAHAKAM TEAM on 8 Januari 2012 pada 1:17 am
kayaknya pemerintah kita ga ada tindakan ya buat mengurangi tingkat deforestasi hutan di Indonesia
By ahdam on 9 Februari 2012 pada 7:43 pm
[…] 180 juta ha (sebagian mengatakan ‘hanya’ 135 juta ha) hutan yang dipunyai Indonesia mengalami deforestasi (kerusakan hutan) yang sangat parah. Disinyalir hanya 23% saja yang masih dalam kondisi baik dan […]
By Bethoxz369 on 9 Maret 2012 pada 1:46 pm
[…] yang menjadi maskot Papua ini menjadi tumbuhan yang langka. Ini seiring dengan makin meluasnya deforestasi dan eksploitasi buah merah untuk diperjualbelikan sebagai obat […]
By Buah Merah Si Maskot Papua nan Ampuh | Alamendah's Blog on 10 Maret 2012 pada 7:36 pm
[…] utama bagi kucing emas ini adalah hilangnya habitat akibat kerusakan hutan selain akibat perburuan liar untuk diperdagangkan ataupun akibat mempercayai mitos ghaib yang […]
By Manis dan Sarat Mitos « LimaBe in Conservation on 20 Maret 2012 pada 12:23 pm
[…] utama bagi kucing emas ini adalah hilangnya habitat akibat kerusakan hutan selain akibat perburuan liar untuk diperdagangkan ataupun akibat mempercayai mitos ghaib yang […]
By Kucing Emas Kucing Misterius Sarat Mitos | noerainiastuti on 22 Maret 2012 pada 2:38 pm
[…] Kerusakan Hutan (Deforestasi) Di Indonesia […]
By Tomcat, Semut Kayap, atau Semut Semai | Alamendah's Blog on 24 Maret 2012 pada 11:00 pm
[…] burung kehicap boano (Monarcha boanensis) cenderung mengalami penurunan akibat kerusakan hutan (deforestasi), baik penebangan liar untuk dieksploitasi kayunanya maupun alih fungsi hutan menjadi […]
By Kehicap Boano Burung Langka yang Terabai | Alamendah's Blog on 2 April 2012 pada 6:04 am
[…] terhadap kelestarian burung ini terutama disebabkan oleh rusaknya habitat akibat kerusakan hutan, kebakaran hutan, dan alih fungsi hutan. Selain itu perburuan yang dilakukan untuk mendapatkan […]
By Burung Kuau Raja Si Raksasa Seratus Mata | Alamendah's Blog on 7 April 2012 pada 12:01 pm
[…] utama bagi Katak Pelangi Kalimantan adalah hilangnya habitat dan degradasi lingkungan akibat deforestasi hutan dan alih fungsi hutan. Katak Pelangi dalam daftar Most […]
By Katak Pelangi Kalimantan Pernah Jadi Most Wanted | Alamendah's Blog on 30 April 2012 pada 11:04 am
kenapa kebanyakan manusia merusak lingkungan?, dan juga kenapa pemerintah gag peduli atas itu???
By yoseobphitoeghe on 22 Mei 2012 pada 5:58 pm