Alamendah's Blog


Beranda | Laman | Arsip


Celurut Itu Membuatku Terjungkal

1 Februari 2010 8:52 pm

Celurut atau disebut juga “cecurut” dan “curut” merupakan hewan pemakan serangga yang berukuran kecil dan mempunyai bentuk tubuh seperti tikus atau mencit. Dalam Kamus Bahasa Indonesia sendiri binatang ini diartikan sebagai tikus kecil yang berbau tidak sedap, hidup di tanah, pemakan serangga, bermoncong panjang, berbulu cokelat keabu-abuan, matanya kecil dan sipit; tikus kesturi; Suncus murinus linnacus. Pada kenyataannya, celurut sangat jauh kekerabatannya dari tikus, bahkan berbeda ordo; celurut termasuk ordo Soricomorpha, sedangkan tikus termasuk ordo Rodentia (hewan pengerat).

Celurut Itu Membuatku Terjungkal. Malam minggu kemarin, seekor celurut telah membuatku terjungkal tanpa daya. Saat itu saya sedang menunggui adik-adik saya yang mengikuti Perkemahan Sabtu Malam Minggu (Persami) dalam rangka Pemantapan materi calon anggota Satuan Regu Inti Gerakan Pramuka MTs Miftahul Falah (Satriya).

Di tengah malam saya kebelet pengen pipis. Karena sudah kebelet, begitu masuk kamar kecil sayapun bersiap untuk menyalurkan hasrat untuk buang air kecil. Tapi baru saja saya berjongkok, tiba-tiba dari lubang saluran pembuangan air melesat sesosok makluk kecil dan dengan kecepatan tinggi menabrak diriku. Mendapatkan serangan mendadak tersebut tak urung sayapun sukses terjungkal di dalam kamar kecil. Untuk kepala saya tidak membentur lantai.

Untungnya lagi kejadian tersebut berlangsung tengah malam saat para peserta perkemahan lainnya sudah tidur. Sehingga tidak ada yang menertawaiku ketika saya harus berganti pakaian lantaran sebagian pakaian basah. Tapi tak urung kejadian ini membuatku memaki-maki dalam hati.

Mengenali Celurut. Celurut kerap dianggap sebagai tikus karena mempunyai ukuran, warna rambut, serta moncong yang mirip tikus. Karena itu celurut dinamakan juga tikus kesturi. Sebutan lainnya adalah cecurut, curut, cencurut, dan munggis. Meskipun pada kenyataannya, celurut sangat jauh kekerabatannya dari tikus, bahkan berbeda ordo; celurut termasuk ordo Soricomorpha, bukan Rodentia (hewan pengerat). Spesies celurut yang kerap kita jumpai adalah “Celurut rumah” atau yang dalam bahasa ilmiahnya dikenal sebagai Suncus murinus.

Gambar celurut (Suncus murinus)

Celurut kerap disebut juga sebagai tikus busuk lantaran apabila merasa terganggu celurut akan mengeluarkan semacam bau busuk dari kelenjar di tengah tubuhnya. Dalam bahasa Inggris celurut dikenal sebagai house shrew, Asian house shrew, atau brown musk shrew.

Celurut rumah hidup di hampir seluruh penjuru dunia. Mulai dari Afghanistan, Bangladesh, Bhutan, Brunei Darussalam, Kamboja, China, India, Indonesia, Laos, Malaysia, Myanmar, Nepal, Pakistan, Singapura, Sri Lanka, Taiwan, Thailand, dan Vietnam.

Celurut juga diintroduksi ke Bahrain, Comoros, Djibouti, Mesir, Guam, Iraq, Jepang, Kenya, Kuwait, Madagaskar, Mauritius; Oman, Filipina, Rwanda, Saudi Arabia, Sudan, Tanzania, Yaman, dan beberapa negara lainnya.

Celurut rumah (Suncus murinus)sering terlihat di sekitar dapur atau tempat sampah, memakan remah-remah makanan yang tercecer atau memburu serangga semacam kecoak dan sebangsanya.

Celurut menggunakan sudut-sudut gudang yang diabaikan atau sela-sela tumpukan barang yang jarang dibongkar sebagai tempatnya bersarang. Hewan ini rata-rata beranak dua kali setahun tanpa memandang waktu, setiap kalinya melahirkan hingga 5 ekor anak (rata-rata 3 ekor).

Yang unik ketika berpindah sarang, anak-anak celurut biasa berbaris berleret mengikuti induknya. Anak celurut yang belakang menggigit (berpegang) pada tunggir celurut di mukanya, demikian seterusnya hingga induknya yang paling muka.

Binatang mirip tikus ini memang tidak termasuk satwa yang dilindungi dari kepunahan. Populasinya masih cukup banyak dan dalam status konservasi IUCN redlist dikategorikan Least Concern (Beresiko Rendah).

Mungkin banyak diantara kita yang jijik dan geli melihat binatang ini. Yang pasti salah satu dari celurut ini, telah sukses membuatku terjungkal tanpa bisa membalas malam itu. Mungkinkah diantara sobat ada yang mempunyai pengalaman serupa?

Klasifikasi ilmiah: Kerajaan: Animalia; Filum: Chordata; Kelas: Mammalia; Ordo: Soricomorpha; Famili: Soricidae; Genus: Suncus; Spesies: Suncus murinus; Nama binomial Suncus murinus (Linnaeus, 1766)

Referensi:

Gambar:

Baca Juga:

Anda dapat melihat daftar seluruh tulisan di: Daftar catatan

Diposkan oleh: alamendah

Kategori: pramuka, satwa

Tag: , , , , , , , , , , ,

110 Tanggapan to “Celurut Itu Membuatku Terjungkal”

  1. Jijai bajay sama haiwan yang satu ini ! 😦

    By Kakaakin on 1 Februari 2010 pada 8:56 pm

    1. Biasanya saya bakal terloncat2 kalo melihat curut 😦

      By Kakaakin on 1 Februari 2010 pada 8:57 pm

    2. sama, Mbak. Terus baunya itu yang bikin…

      By alamendah on 1 Februari 2010 pada 11:09 pm

      1. Wakakakakaka…
        Nggak bisa bayangin Kang Alam terjungkal ama cecurut…

        By Bang Iwan on 2 Februari 2010 pada 8:53 am

    3. wkwkwk…

      By Sarimin on 2 Februari 2010 pada 5:36 am

    4. Iya Neh agak Jijay Ama Hewan Cecurut Ini… 🙂

      By buwel on 2 Februari 2010 pada 5:39 pm

  2. aku jijik kalau dengan biantang sejenis tikus, ada semacam fobia pada diri saya jika bertemu tikus.. berarti apa ya namanya curutfobia gitu ?

    By Budisastro on 1 Februari 2010 pada 9:22 pm

  3. dibalas mas Alam, ganti curut dibikin terjungkal, caranya mungkin bisa kerjasama dengan KPK (Komisi Pemberantasan Kus-tikus)

    By budies on 1 Februari 2010 pada 9:28 pm

  4. Waw.. paling geli..
    dengan bau yg khas.. , tp kadang merasa lucu ngeliatnya..

    By backupwp on 1 Februari 2010 pada 9:32 pm

    1. Blognya backupwp ini kok barusan kubuka didelete to bos? Ana apa bos? 🙄 😆

      By Wandi thok on 1 Februari 2010 pada 10:06 pm

    2. Malam Mas…

      By a-chen on 2 Februari 2010 pada 7:20 pm

  5. Curut kecil.. ngeliat sih kadang lucu..
    tapi geli .. apalagi baunya bikin pusing..! hee..heee..

    nyebelin sih , tapi jangan dibunuh lah.. kasian… 😦

    By embun777 on 1 Februari 2010 pada 9:46 pm

  6. Di tempat Mariska namanya clurut kak.

    By Mariska Ayu on 1 Februari 2010 pada 9:49 pm

  7. Kebetulan baru saja lihat ada 3 ekor curut lewat di depanku..sambil berbaris. Lucu juga yaa, kayak main kereta2an, dan juga udah sukses bikin ponakanku yg berumur 1 th lebih, menjerit histeris…hahaha 😀
    Wah, kok bisa kebetulan gini yaa…

    By Hary4n4 on 1 Februari 2010 pada 9:52 pm

  8. Cecurutnya lucu ya mas?

    By Perawan Desah on 1 Februari 2010 pada 9:56 pm

  9. Nek neng Sukoharjo, kui aku ngaranine Clurut mas. 😆 Kui kan kewan sing gaweane ngagetne uwong to? Aku yo tahui mas 😆

    By Wandi thok on 1 Februari 2010 pada 10:00 pm

  10. eh kebetulan waktu baca artikel ini, lewat tuh beliau (curut maksudny he3), udah ga pake permisi, kentut lagi 😀

    By taqin04 on 1 Februari 2010 pada 10:18 pm

  11. Wah penjabarannya komplete. Saluut

    By dafiDRiau on 1 Februari 2010 pada 10:19 pm

  12. saya alergi ama hewan itu mas….

    Maaf bari bersilaturahmi lagi…

    By deni on 1 Februari 2010 pada 10:21 pm

  13. hahahaha… dekat rumah saya yang dulu banyak tuh bang…. udah banyak, bau pula!!!

    By aurora on 1 Februari 2010 pada 10:24 pm

  14. kalau kaget, sering mas. saya juga pernah di lewati clurut di muka waktu tidur, kaget dan luar biasa kagetnya, hingga tak bisa tidur kembali sampai subuh.

    salam.

    By badruz on 1 Februari 2010 pada 10:34 pm

  15. Ning nggonaku jenege CURUT…
    Dudu Clurut, dudu celurut, dudu Suncus murinus

    By marsudiyanto on 1 Februari 2010 pada 10:47 pm

    1. seje jeneng podho rupo

      By alamendah on 1 Februari 2010 pada 11:06 pm

Tinggalkan Balasan



Mobile Site | Full Site


Get a free blog at WordPress.com Theme: WordPress Mobile Edition by Alex King.