Alamendah's Blog


Beranda | Laman | Arsip


Ayam Hutan Merah Nenek Moyang Ayam

10 Januari 2010 8:14 pm

Ayam Hutan Merah (Gallus gallus) adalah satu dari dua spesies Ayam Hutan yang dipunyai Indonesia selain Ayam Hutan Hijau (Gallus varius). Ayam Hutan Merah yang dalam bahasa Inggris disebut Red jungle fowl, diyakini sebagai nenek moyang Ayam. Karena itu Ayam yang selama ini telah dipelihara secara luas termasuk dalam spesies Gallus Galus yang telah didomestikasi dan dinamakan Gallus gallus domesticus.

Ayam Hutan Merah (Gallus gallus) dalam bahasa Inggris disebut Red jungle fowl. Dalam bahasa Jawa sering disebut sebagai Ayam Alas sedangkangkan orang Madura biasa menyebutnya sebagai Ajem Alas.

Ciri-ciri dan Habitat Ayam Hutan Merah. Ayam Hutan Merah mempunyai panjang tubuh sekitar 70 cm (jantan) dan 45 cm (betina). Ayam Hutan Merah jantan memiliki bulu-bulu leher, tengkuk dan mantel yang panjang meruncing berwarna kuning coklat keemasan dengan kulit muka merah, iris coklat, bulu punggung hijau gelap dan sisi bawah tubuh berwarna hitam mengilap.

Pada kepalanya terdapat jengger bergerigi dan gelambir berwarna merah. Ekornya terdiri dari 14 sampai 16 bulu berwarna hitam hijau metalik, dengan bulu tengah ekor yang panjang dan melengkung ke bawah. Kaki berwarna kelabu dengan sebuah taji. Ayam betina memiliki kaki tidak bertaji, bulu-bulu yang pendek, berwarna coklat tua kekuningan dengan garis-garis dan bintik gelap.

Ayam Hutan Merah (Gallus gallus) biasa hidup berkelompok, satu ayam jantan dengan beberapa ayam betina. Di pagi dan sore hari, mereka keluar mencari makanan di atas permukaan tanah. Meskipun demikian ayam ini memiliki kemampuan terbang yang cukup baik dan kadang terlihat bertengger di pepohonan. Pakan Ayam-hutan Merah terdiri dari aneka biji-bijian, pucuk rumput dan dedaunan, serangga serta berbagai jenis hewan kecil.

Ayam Hutan Merah membuat sarang berupa gundukan kasar pada semak-semak yang lebat. Sebagaimana ayam lainnya, bangsa aves ini mampu berbiak sepanjang waktu dengan jumlah telur sebanyak 4-5 butir dalam sekali berbiak

Ayam-hutan Merah tersebar luas di hutan tropis dan dataran rendah di benua Asia, dari Himalaya, Cina, Asia Tenggara, hingga ke Sumatra dan Jawa, Jawa, dan Bali. Selain itu juga diintroduksi ke Sulawesi, Nusa Tenggara, Filipina, dan Australia. Ayam hutan Merah lebih menyukai bagian hutan yang relatif tertutup atau daerah semak semi terbuka sebagai habitatnya.

Nenek Moyang Ayam Domestik. Berdasarkan hasil penelitian DNA yang dilakukan oleh LIPI, menemukan bahwa ayam domestik (ayam peliharaan; Gallus gallus domesticus) berasal dari satu nenek moyang, yaitu Ayam Hutan Merah (Gallus gallus).

Dari hasil penelitian itu juga menunjukkan bahwa Indonesia adalah salah satu dari tiga wilayah yang dinyatakan sebagai pusat domestikasi ayam pertama kali di dunia selain di Cina dan India.

Status Konservasi. Ayam Hutan Merah (Gallus gallus) oleh IUCN Redlist dikategorikan dalam status konservasi “Resiko Rendah” (Least Concern; LC) sejak tahun 1988. Berdasarkan staus konservasi ini berarti Ayam Hutan Merah dianggap masih belum terancam kepunahan.

Jenis Ayam Hutan Lainnya. Selain Ayam Hutan Merah (Gallus gallus) terdapat 3 jenis Ayam Hutan lainnya yaitu:

Klasifikasi ilmiah. Kerajaan: Animalia; Filum: Chordata; Kelas: Aves; Ordo: Galliformes; Famili: Phasianidae; Genus: Gallus; Spesies: Gallus gallus.

Referensi: http://www.antara.co.id; iucnredlist.org; Gambar: wikipedia; bio.undip.ac.id;

Baca Juga:

Anda dapat melihat daftar seluruh tulisan di Daftar Catatan

Posted by alamendah

Kategori: satwa

Tag: , , , , , , , , , ,

188 Tanggapan to “Ayam Hutan Merah Nenek Moyang Ayam”

  1. bole kirim ke malaysia ayam alas nya..

    By SiL' Dahel on 10 Desember 2011 pada 9:16 pm

  2. pak…..sebaiknya sertakan juga gambar dari semua jenis ayam hutan yg disebutkan…agar lebih menarik laporannya……ok

    By kalesarandjemmy@yahoo.com on 28 Maret 2012 pada 6:47 pm

    1. Artikel ini memang saya batasi tentang ayam hutan merah. Untuk ayam hutan hijau (dan jenis lainnya) mungkin akan dibahas dilain kesempatan.

      By alamendah on 28 Maret 2012 pada 6:59 pm

  3. pak….boleh minta ayamnya

    By tita on 7 Mei 2012 pada 3:27 pm

  4. wah….enak nih ayamnya bagi doang

    By tita on 9 Mei 2012 pada 2:01 pm

  5. Kalau menurut saya ayam hutan ,merah benar sebagai nenek moyang dan bagi suku di sulawesi ayam hutan merah yang berkaki putih itulah yang raja dari ayam hutan

    By anam on 25 Mei 2012 pada 2:33 pm

  6. ayam hutan merah banyak kok di sulawesi. ratusan ekorpun ada. klo ada yg berminat bisa kok atau mau tukar dg ayam hutan hijau boleh jg

    By irwan on 19 September 2012 pada 8:59 am

  7. wah gan, kalo ane baru tahu ternyata ayam hutan ada banyak jenisnya ya. kalo di tempat ane gan, ayam hutan itu sering di panggil careuh.

    By pondoklukman on 9 Oktober 2012 pada 9:37 pm

  8. […] tunas-tunas tanaman, dan rerumputan. Pemangsa alami orong-orong bermacam-macam, mulai dari burung, ayam, tikus, sigung, hingga […]

    By Laporan PKL Mandiri Sistematika Hewan Invertebrata | Ambar Nih, on 25 Desember 2012 pada 3:02 pm

  9. […] hewan dan 1.488 tumbuhan yang berstatus Contoh satwa Indonesia yang berstatus Terancam antara lain; Ayam Hutan Merah, Ayam Hutan Hijau, dan […]

    By IUCN Redlist | All About Life on 16 Maret 2013 pada 9:51 pm

  10. Hewan seprti kucing dan ayam memang berasal dari hutan 😀

    By Binatang on 3 April 2014 pada 1:49 pm

  11. Nenek moyang yang unik yah hehehe

    By Binatang Peliharaan on 28 Maret 2015 pada 6:25 am

  12. Yth mas Alam. saya salah 1 follower tulisan anda. Sedikit koreksi utk artikel ini, foto yg anda gunakan menurut pengamatan saya bukan ayam hutan Ori. mohon utk diganti foto yang lebih sesuai

    By aminhaitami on 12 April 2015 pada 2:20 am

  13. Siipp,
    Terimakasih informasinya. Bermanfaat.

    By Broilerku - Artikel Pertanian dan Peternakan on 27 April 2020 pada 7:07 pm

  14. Ayam nya bagus

    By Anag netral on 21 Februari 2023 pada 5:38 pm

Tinggalkan Balasan



Mobile Site | Full Site


Get a free blog at WordPress.com Theme: WordPress Mobile Edition by Alex King.