6 Desember 2009 9:54 am
Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus) merupakan satu dari tiga subspesies Gajah Asia. Subspesies Gajah Asia (Elephas maximus) selain Gajah Sumatera adalah Gajah Asia (Elephas maximus maximus) yang terdapat di Srilangka dan Gajah India (Elephas maximus indicus) yang terdapat di Asia Tenggara dan India. Gajah Sumatra (Elephas maximus sumatranus) yang mempunyai nafsu makan besar (hingga 150 kg seharinya) bisa dijumpai di pulau Sumatera Indonesia. Binatang ini juga ditetapkan sebagai Fauna Identitas Provinsi Lampung.
Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus) hanya berhabitat di pulau Sumatera Indonesia. Populasinya tersebar di tujuh provinsi yaitu Nanggroe Aceh Darussalam, Sumatera Utara, Riau, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan dan Lampung. Meskipun sebaran habitatnya luas ternyata populasinya menurun drastis. Karenanya UICN Redlist menggolongkan binatang besar ini dalam kategori Endangered sejak tahun 1996.
Gajah sumatera secara umum mempunyai ciri badan lebih gemuk dan lebar. Pada ujung belalai memiliki satu bibir. Berbeda dengan Gajah Afrika, Gajah Sumatera memiliki 5 kuku pada kaki depan dan 4 kuku di kaki belakang. Berat gajah sumatera dewasa mencapai 3.500-5000 kilogram, lebih kecil dari Gajah Afrika.
Rata-rata Gajah Sumatera dewasa dalam sehari membutuhkan makanan hingga 150 kilogram dan 180 liter air. Dari jumlah itu, hanya sekitar 40% saja yang mampu diserap oleh pencernaannya. Untuk memenuhi nafsu makan ini Gajah Sumatera melakukan perjalanan hingga 20 km perharinya. Dengan kondisi hutan yang semakin berkurang akibat pembalakan liar dan kebakaran hutan, tidak heran jika nafsu makan dan daya jelajah bintang berbelalai ini sering terjadi konflik dengan manusia.
Sebagaimana spesies gajah asia lainnya, Gajah Sumatera tidur sambil berdiri. Selama tidur, telinganya selalu dikipas-kipaskan. Ia mampu mendeteksi keberadaan sumber air dalam radius 5 kilometer. Gajah Sumatera, mengalami masa kawin pada usia 10-12 tahun. Dan akan melahirkan anak 4 tahun sekali dengan masa mengandung hingga 22 bulan.
Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus) dikategorikan dalam Endangered oleh UICN Redlist. sementara itu CITES (Convention on International Trade of Endangered Fauna and Flora / Konvensi tentang Perdagangan International Satwa dan Tumbuhan) telah mengkategorikan gajah Sumatera dalam kelompok Appendix I.
Berdasarkan salah satu survey yang dilakukan pada tahun 2007, populasi satwa ini di seluruh pulau Sumatera tinggal 2400-2800 ekor. Populasinya tersebar di tujuh provinsi yaitu Nanggroe Aceh Darussalam, Sumatera Utara, Riau, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan dan Lampung. Bahkan diyakini sejak 2007 telah menghilang dari Kawasan Taman Nasional Bukit Duabelas.
Berkurangnya populasi gajah di alam selain karena adanya perburuan, juga disebabkan oleh semakin berkurangnya luasan habitat gajah. Pengurangan habitat gajah secara nyata ini karena berubahnya habitat gajah sumatera menjadi perkebunan monokultur skala besar (sawit, karet, kakao) yang telah menggusur habitat gajah sumatra.
Selain itu hal ini juga telah membuat gajah terjebak dalam blok-blok kecil hutan yang tidak cukup untuk menyokong kehidupan gajah untuk jangka panjang, di sisi lain hal ini juga yang menjadi pemicu terjadinya konflik antara manusia dengan gajah.
Nasib Gajah Sumatera ini memang tidak jauh berbeda dengan Harimau Sumatera, Kambing Hutan Sumatera ataupun Badak Sumatera. Kasihan.
Klasifikasi ilmiah: Kerajaan: Animalia. Filum: Chordata. Kelas: Mammalia. Ordo: Proboscidea. Famili: Elephantidae. Genus: Elephas Spesies: Elephas maximus. Upaspesies: Elephas maximus sumatranus
Referensi: http://www.terranet.or.id; http://www.iucnredlist.org; http://www.wwf.or.id; Gambar: http://www.mediaindonesia.com
Baca Juga:
Anda dapat melihat daftar seluruh tulisan di Daftar Catatan
Diposkan oleh: alamendah
Kategori: satwa
Tag: ciri gajah sumatera, elephant maximus, elephant maximus sumatranus, gajah, gajah sumatera, klasifikasi ilmiah, populasi gajah, satwa langka indonesia, spesies gajah
Mobile Site | Full Site
Get a free blog at WordPress.com Theme: WordPress Mobile Edition by Alex King.
Izin kahiji…
By Dangstars on 6 Desember 2009 pada 9:57 am
lanjutkan, Kang Dadang!
By alamendah on 6 Desember 2009 pada 10:07 am
Ketigaa dulu 🙂
By dedekusn on 6 Desember 2009 pada 10:10 am
Horeee Kang Dedekusn sudah datang…!
By alamendah on 6 Desember 2009 pada 10:14 am
ikutan pertamaxxxx
By Abula on 6 Desember 2009 pada 3:54 pm
pantesan masuk ENDANGERED spesies, lha wong masa hamilnya lama sekali..(22bulan).T.T
By Belajar Bisnis Online on 7 Desember 2009 pada 10:22 am
ngikut…
By yos on 7 Desember 2009 pada 9:41 pm
Izin kadua
By Dangstars on 6 Desember 2009 pada 9:57 am
Izin kadua Plus
By dedekusn on 6 Desember 2009 pada 10:12 am
ikutan yang kedua juga
By Abula on 6 Desember 2009 pada 3:55 pm
Hadir juga di posisi ke dua
By Batavusqu on 7 Desember 2009 pada 6:36 pm
Izin katilu
By Dangstars on 6 Desember 2009 pada 9:57 am
Izin kaopat
By dedekusn on 6 Desember 2009 pada 10:24 am
ikut kelimaxxxxsss
By Abula on 6 Desember 2009 pada 4:00 pm
Izin urusan keluarga
By Dangstars on 6 Desember 2009 pada 9:58 am
Izin ditolak 😀
By dedekusn on 6 Desember 2009 pada 10:27 am
silakan tempuh prosedur perizinan dari awal lagi 😀
By Abula on 6 Desember 2009 pada 4:07 pm
Izin sakit
By Dangstars on 6 Desember 2009 pada 9:58 am
Silahkan! semoga lekas sembuh!
By dedekusn on 6 Desember 2009 pada 10:30 am
kalo sakit mah aturan perizinan jadi melunak 😀
By Abula on 6 Desember 2009 pada 4:08 pm
Kelimaaaaxxzz
By Dangstars on 6 Desember 2009 pada 9:58 am
Kelimaxx again….
By dedekusn on 6 Desember 2009 pada 10:32 am
sedapsssss
By Abula on 6 Desember 2009 pada 4:08 pm
bagi dunk kelimax nya, sama rasa
By ruanghatiberbagi on 7 Desember 2009 pada 10:35 am
ngikut lagi..
By yos on 7 Desember 2009 pada 9:44 pm
Ennnaaaxxxzzzzz
By Dangstars on 6 Desember 2009 pada 9:59 am
@Dangstar:
Lagi, dong…
By alamendah on 6 Desember 2009 pada 10:08 am
Nyoh mas 😆
By Wandi thok on 6 Desember 2009 pada 10:15 am
Nih mas… 😆
By dedekusn on 6 Desember 2009 pada 10:33 am
ikutan uenaxxxs doNG
By Abula on 6 Desember 2009 pada 4:09 pm
Makanannya gajah yang 150 kg itu dari apa kak?
By Mariska Ayu on 6 Desember 2009 pada 10:08 am
@Mariska Ayu:
Karna Karnivora, ya makannya rumput, daun-daunan, bunga-bungaan dan kulit kayu serta ranting2 kecil.
Masa makan martabak telor?
By alamendah on 6 Desember 2009 pada 10:11 am
Sak ngertiku nek karnivora kui pemakan daging to mas? Nek pemakan tumbuhan kan herbivora sih? Nek pemakan keduanya yo omnivora, piye sih? 😆 🙄
By Guru Go!Blog on 6 Desember 2009 pada 10:30 am
Wekekekekekek
Nulise karo mbayangke daging pipine Mariska seng menthek-menthek persis pipine pak Wandi. Jadi pe nulis herbivora malah keliru karnivora.
Wekekekekek
By alamendah on 6 Desember 2009 pada 2:25 pm
kalo martabaxx telor 150 kg mah yang nulis ini di blog…:D
By Abula on 6 Desember 2009 pada 4:10 pm
hati-hati makan martabak telur bisa jadi gajah kang
By Batavusqu on 7 Desember 2009 pada 6:42 pm
Pisss… untuk lestarikan Gajah SUmatra!
By dedekusn on 6 Desember 2009 pada 10:35 am
bersambungggggg….
Sukses !
By dedekusn on 6 Desember 2009 pada 10:40 am
sukses juga
By ruanghatiberbagi on 7 Desember 2009 pada 10:37 am
ko bisa bersambung kang
By Batavusqu on 7 Desember 2009 pada 6:43 pm
The end akhirnya Gajah Sumatra Hidup Bahagia ^.^
By prafangga on 6 Desember 2009 pada 11:38 am
Di Riau gajah sampai mengamuk merusak rumah penduduk karena sudah semakin kecilnya hutan tempat tinggal mereka. Sudah lebih dari 10 kasus mengamuknya gajah dalam dua tahun ini…
By Khery Sudeska on 6 Desember 2009 pada 12:18 pm
waduh serem bener bang. Di daerah mana tuh gajah ampe mengamuk, perasaan dikampungku enggak ada deh…:)
Bagaimana cara menjinakkan gajah yg sedang mengamuk mas Alam???
Kan kasian juga tuh kalau ada manusia yg kena sepak sama gajah..
By RitaSusanti on 6 Desember 2009 pada 6:54 pm
Maaf cuma hadir saja. Itung itung nambahi rame doang 😀 Salam dingin2 hangat panas
By udienroy on 6 Desember 2009 pada 12:32 pm
Buset banyak juga makannya…
By Andy on 6 Desember 2009 pada 12:47 pm
makanya kolo manusia banyak makan badannya bisa segajah
By ruanghatiberbagi on 7 Desember 2009 pada 10:39 am
Di way kambas banyak Gajah lo…
By Andy on 6 Desember 2009 pada 12:50 pm
150 kg perhari?
Berarti 2 anak saya pas buat makan Gajah Sumatra…
Jan medeni uwong…
By marsudiyanto on 6 Desember 2009 pada 3:07 pm