2 Oktober 2009 8:32 pm
Badak Jawa (Rhinoceros sondaicus) adalah salah satu spesies satwa terlangka di dunia dengan perkiraan jumlah populasi tak lebih dari 60 individu di Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK), dan sekitar delapan individu di Taman Nasional Cat Tien, Vietnam (2000). Badak Jawa juga adalah spesies badak yang paling langka diantara lima spesies badak yang ada di dunia dan masuk dalam Daftar Merah badan konservasi dunia IUCN, yaitu dalam kategori sangat terancam atau critically endangered.
Badak diyakini telah ada sejak jaman tertier (65 juta tahun yang lalu). Seperti halnya Dinosaurus yang telah punah, Badak pada 60 juta tahun yang lalu memiliki 30 jenis banyak mengalami kepunahan. Saat ini hanya tersisa 5 spesies Badak, 2 spesies diantaranya terdapat di Indonesia.
Macam spesies Badak yang masih bertahan hidup yaitu;
Badak Jawa umumnya memiliki warna tubuh abu-abu kehitam-hitaman. Memiliki satu cula, dengan panjang sekitar 25 cm namun ada kemungkinan tidak tumbuh atau sangat kecil sekali pada betina. Berat badan seekor Badak Jawa dapat mencapai 900 – 2300 kg dengan panjang tubuh sekitar 2 – 4 m. Tingginya bisa mencapai hampir 1,7 m.
Kulit Badak Jawa (Rhinocerus sondaicus) memiliki semacam lipatan sehingga tampak seperti memakai tameng baja. Memiliki rupa mirip dengan badak India namun tubuh dan kepalanya lebih kecil dengan jumlah lipatan lebih sedikit. Bibir atas lebih menonjol sehingga bisa digunakan untuk meraih makanan dan memasukannya ke dalam mulut. Badak termasuk jenis pemalu dan soliter (penyendiri).
Di Indonesia, Badak Jawa dahulu diperkirakan tersebar di Pulau Sumatera dan Jawa. Di Sumatera saat itu badak bercula satu ini tersebar di Aceh sampai Lampung. Di Pulau Jawa, badak Jawa pernah tersebar luas diseluruh Jawa.
Badak Jawa kini hanya terdapat di Taman Nasional Ujung Kulon (TNUT), Banten. Selain di Indonesia Badak Jawa (Rhinocerus sondaicus) juga terdapat di Taman Nasional Cat Tien, Vietnam. Individu terakhir yang di luar TNUT, ditemukan ditembak oleh pemburu di Tasikmalaya pada tahun 1934. Sekarang specimennya disimpan di Museum Zoologi Bogor.
Badak ini kemungkinan adalah mamalia terlangka di bumi. Berdasarkan sensus populasi Badak Jawa yang dilaksanakan oleh Balai TNUK, WWF – IP dan YMR pada tahun 2001 memperkirakan jumlah populasi badak di Ujung Kulon berkisar antara 50 – 60 ekor. Sensus terakhir yang dilaksanakan Balai TN Ujung Kulon tahun 2006 diperkirakan kisaran jumlah populasi badak Jawa adalah 20 – 27 ekor. Sedangkan populasi di di Taman Nasional Cat Tien, Vietnam, diperkirakan hanya 8 ekor (2007).
Populasi Badak bercula satu (Badak Jawa) yang hanya 30-an ekor ini jauh lebih kecil dibandingkan dengan populasi saudaranya, Badak Sumatera yang diperkirakan berkisar antara 215 -319 ekor. Juga jauh lebih sedikit ketimbang populasi satwa lainnya seperti Harimau Sumatera (400-500 ekor), Elang Jawa (600-an ekor), Anoa (5000 ekor).
Pada tahun 1910 badak Jawa sebagai binatang liar secara resmi telah dilindungi Undang-Undang oleh Pemerintah Hindia Belanda, sehingga pada tahun 1921 berdasarkan rekomendasi dari The Netherlands Indies Society for Protection of Nature, Ujung Kulon oleh pemerintah Belanda dinyatakan sebagai Cagar Alam. Keadaan ini masih berlangsung terus sampai status Ujung Kulon diubah menjadi Suaka Margasatwa di bawah pengelolaan Jawatan Kehutanan dan Taman Nasional pada tahun 1982.
Badak Jawa (Badak bercula satu) yang hidup berkumpul di satu kawasan utama sangat rentan terhadap kepunahan yang dapat diakibatkan oleh serangan penyakit, bencana alam seperti tsunami, letusan gunung Krakatau, gempa bumi. Selain itu, badak ini juga kekurangan ruang jelajah dan sumber akibat invasi langkap (arenga) dan kompetisi dengan banteng.
Penelitian awal WWF mengidentifikasi habitat yang cocok, aman dan relatif dekat adalah Taman Nasional Halimun di Gunung Salak, Jawa Barat, yang dulu juga merupakan habitat badak Jawa. Jika habitat kedua ditemukan, maka badak yang sehat, baik, dan memenuhi kriteria di Ujung Kulon akan dikirim ke wilayah yang baru. Habitat ini juga akan menjamin keamanan populasinya
Klasifikaksi Ilmiah: Kerajaan: Animalia. Filum: Chordata. Subfilum: Vertebrata. Kelas: Mammalia. Ordo: Perissodactyla. Superfamili: Rhinocerotides. Famili: Rhinocerotidae. Genus: Rhinoceros. Spesies: Rhinoceros sondaicus (Desmarest, 1822)
Sedikit tambahan; Rhinoceros berasal dari bahasa Yunani yaitu “rhino” yang berarti “hidung” dan “ceros” yang berarti “cula”. Sondaicus merujuk pada kepulauan Sunda di Indonesia. “Sunda” berarti “Jawa” sedangka “icus” dalam bahasa latin mengindikasikan lokasi
Referensi: http://www.wwf.or.id; http://www.badak.or.id; http://www.iucnredlist.org; Gambar: http://www.arkive.org
Baca Juga:
Anda dapat melihat daftar seluruh tulisan di: Daftar catatan
Diposkan oleh: alamendah
Tag: badak, badak bercula satu, Badak Jawa, binatang langka, klasifikasi ilmiah, Konservasi, nama ilmiah, populasi, Rhinoceros sondaicus, satwa dilindungi, satwa terlangka, spesies langka, spesies terlangka, ujung kulon
Mobile Site | Full Site
Get a free blog at WordPress.com Theme: WordPress Mobile Edition by Alex King.
[…] WWF-Indonesia yang memberi kesempatakan kepada masyarakat luas untuk dapat mengadopsi Badak Jawa melalui program Rhino […]
By Ingin Mengadopsi Badak Jawa? Ini Caranya « Chacaglory on 15 Februari 2013 pada 8:37 am
[…] Badak Jawa (Rhinocerus sondaicus). Binatang endemik pulau Jawa dan hanya terdapat di TN. Ujung Kulon ini merupakan binatang paling langka di dunia dengan jumlah populasi hanya 20-27 ekor. […]
By Bio (hewan langka) « Ayom Mboh Gajelaz on 17 Februari 2013 pada 9:50 am
[…] Badak Jawa atau Javan rhino (Rhinoceros sondaicus) […]
By Nama latin 100 hewan atau fauna (binatang) Indonesia « Fachri's Blog on 18 Februari 2013 pada 9:06 am
[…] Badak Jawa (Rhinocerus sondaicus). Binatang endemik pulau Jawa dan hanya terdapat di TN. Ujung Kulon ini merupakan binatang paling langka di dunia dengan jumlah populasi hanya 20-27 ekor. […]
By Daftar binatang langka di Indonesia « Fachri's Blog on 18 Februari 2013 pada 9:09 am
[…] yang berstatus Kritis. Contoh satwa Indonesia yang berstatus kritis antara lain; Harimau Sumatra, Badak Jawa, Badak Sumatera, Jalak Bali, Orangutan Sumatera, Elang Jawa, Trulek Jawa, Rusa […]
By IUCN Redlist | All About Life on 16 Maret 2013 pada 9:51 pm
[…] Badak Jawa (Rhinoceros sondaicus); Endemik Taman Nasional Ujung Kulon (Banten), Status populasi hanya 35 hingga 45 ekor saja (hasil sensus Badak 2011). […]
By Tumbuhan dan Hewan Langka Indonesia | Alamendah's Blog on 28 Agustus 2013 pada 10:22 pm
[…] dua spesies diantaranya hidup di Indonesia. Kedua spesies badak tersebut adalah badak bercula satu, Badak Jawa (Rhinocerus sondaicus) dan badak bercula dua, Badak Sumatera (Dicerorhinus sumatrensis). Ketiga […]
By Hari Badak Sedunia 2013 | Alamendah's Blog on 22 September 2013 pada 8:21 am
[…] survei terbaru (monitoring) selama tahun 2013 di pastikan jumlah badak jawa (Rhinocerus sondaicus) yang mendiami Taman Nasional Ujung Kulon ada sejumlah 58 ekor. Jumlah ini […]
By Survei Terbaru: Jumlah Badak Jawa 58 Ekor | Alamendah's Blog on 6 Maret 2014 pada 7:02 am
[…] Badak Bercula Satu atau badak jawa (Rhinoceros sondaicus) di Jawa. […]
By Daftar Hewan Endemik Indonesia | Alamendah's Blog on 14 April 2014 pada 5:43 pm
[…] Badak Jawa(Rhinoceros sondaicus); Endemik Taman Nasional Ujung Kulon (Banten), Status populasi hanya 35 hingga 45 ekor saja (hasil sensus Badak 2011). […]
By Tumbuhan dan Hewan Langka di Indonesia | elysanur on 5 September 2014 pada 6:56 pm
catatan, seekor badak jawa terakhir yg ada di TN Cat Tien, Vietnam sdh tewas di tembak pemburu liar thn 2011 untuk di ambil culanya, sehingga ototmatis skrng badak jawa cuma ada di TN Ujung kulon.
Semoga Indonesia dan dunia serius menjaga hewan ini, shg tdk punah spt harimau Jawa dan harimau bali yg cuma bisa kita kenali dari gambar dan foto2 masa lalu.
By Moh.nino on 7 November 2014 pada 5:16 pm
Permisi mas alam endah, saya minta izin copy paste untuk beritanya ke wordpress saya ya untuk membantu saja dalam mengerjakan tugas kuliah. sudah saya sertakan sumber dibawahnya dengan mamasukan link website mas alam endah ini. kiranya bila tidak berkenan atau tidak mengijinkan mohon diberitahukan biar bisa langsung saya hapus. terimakasih sebelumnya
By 6mahasiswa on 9 November 2014 pada 7:32 pm
Silakah….
By alamendah on 9 November 2014 pada 7:36 pm