18 Juni 2009 8:47 pm

ElangJawa (Spizaetus bartelsi)
Burung Elang Jawa (Spizaetus bartelsi) merupakan salah satu spesies elang berukuran sedang yang endemik (spesies asli) di Pulau Jawa. Satwa ini dianggap identik dengan lambang negara Republik Indonesia, yaitu Garuda. Dan sejak 1992, burung ini ditetapkan sebagai maskot satwa langka Indonesia. Pertama kali saya menyaksikan penampakan burung Elang Jawa secara langsung pada pertengahan tahun 2005 di sekitar Air Tiga Rasa di Gunung Muria Jawa Tengah. Sayang, sampai sekarang saya belum berkesempatan untuk menyaksikannya untuk yang kedua kali.
Secara fisik, Elang Jawa memiliki jambul menonjol sebanyak 2-4 helai dengan panjang mencapai 12 cm, karena itu Elang Jawa disebut juga Elang Kuncung. Ukuran tubuh dewasa (dari ujung paruh hingga ujung ekor) sekitar 60-70 sentimeter, berbulu coklat gelap pada punggung dan sayap. Bercoretan coklat gelap pada dada dan bergaris tebal coklat gelap di perut. Ekornya coklat bergaris-garis hitam.
Ketika terbang, Elang Jawa hampir serupa dengan Elang Brontok (Spizaetus cirrhatus) bentuk terang, namun cenderung nampak lebih kecoklatan, dengan perut terlihat lebih gelap, serta berukuran sedikit lebih kecil. Bunyi nyaring tinggi, berulang-ulang, klii-iiw atau ii-iiiw, bervariasi antara satu hingga tiga suku kata. Atau bunyi bernada tinggi dan cepat kli-kli-kli-kli-kli. Sedikit banyak, suaranya ini mirip dengan suara Elang Brontok meski perbedaannya cukup jelas dalam nadanya.
Gambaran lainnya, sorot mata dan penglihatannya sangat tajam, berparuh kokoh, kepakan sayapnya kuat, berdaya jelajah tinggi, dan ketika berdiam diri sosoknya gagah dan berwibawa. Kesan “jantan” itulah yang barangkali mengilhami 12 negara menampilkan sosok burung dalam benderanya. Bersama 19 negara lain, Indonesia bahkan memakai sosoknya sebagai lambang negara dengan burung mitologis garuda
Populasi burung Elang Jawa di alam bebas diperkirakan tinggal 600 ekor. Badan Konservasi Dunia Perserikatan Bangsa-Bangsa mengategorikannya terancam punah. Konvensi Perdagangan Internasional untuk Flora dan Fauna yang Terancam Punah memasukkannya dalam Apendiks 1 yang berarti mengatur perdagangannya ekstra ketat. Berdasarkan kriteria keterancaman terbaru dari IUCN, Elang Jawa dimasukan dalam kategori Endangered atau “Genting” (Collar et al., 1994, Shannaz et al., 1995). Melalui Keputusan Presiden Nomor 4 Tahun 1993 tentang Satwa dan Bunga Nasional, Pemerintah RI mengukuhkan Elang Jawa sebagai wakil satwa langka dirgantara.

Habitat burung Elang Jawa hanya terbatas di Pulau Jawa, terutama di wilayah-wilayah dengan hutan primer dan di daerah perbukitan berhutan pada peralihan dataran rendah dengan pegunungan.
Bahkan saat ini, habitat burung ini semakin menyempit akibat minimnya ekosistem hutan akibat perusakan oleh manusia, dampak pemanasan global, dan dampak pestisida. Di Jawa Barat, Elang Jawa hanya terdapat di Gunung Pancar, Gunung Salak, Gunung Gede Pangrango, Papandayan, Patuha dan Gunung Halimun.
Di Jawa Tengah Elang Jawa terdapat di Gunung Slamet, Gunung Ungaran, Gunung Muria, Gunung Lawu, dan Gunung Merapi, sedangkan di Jawa Timur terdapat di Merubetiri, Baluran, Alas Purwo, Taman Nasional Bromo-Tengger-Semeru, dan Wilis.
UPDATE
Nama latin untuk elang jawa kini resminya telah berganti dari Spizaetus bartelsi menjadi Nisaetus bartelsi.
Klasifikasi ilmiah: Kerajaan: Animalia; Filum: Chordata; Kelas: Aves; Ordo: Falconiformes; Famili: Accipitridae; Genus: Nisaetus; Spesies: Nisaetus bartelsi. Nama latin: Nisaetus bartelsi. Sinonim: Spizaetus bartelsi.
Ditulis dari berbagai sumber.
Foto: media.photobucket.com dan www2.kompas.com
Baca juga:
Anda dapat melihat daftar seluruh tulisan di: Daftar catatan
Diposkan oleh: alamendah
Kategori: satwa
Tag: burung, Elang Jawa, Endemik, langka, muria, Nisaetus bartelsi, satwa, satwa langka, Spizaetus bartelsi
Mobile Site | Full Site
Get a free blog at WordPress.com Theme: WordPress Mobile Edition by Alex King.
[…] merupakan satu diantara 3 satwa nasional Indonesia. Komodo sebagai satwa bangsa mendampingi burung elang jawa (satwa langka) dan ikan siluk merah (satwa pesona). Komodo juga ditetapkan sebagai fauna identitas […]
By Komodo Reptil Terbesar dan Terunik | Alamendah's Blog on 8 Mei 2010 pada 7:23 pm
Elang Jawa burung yg sangat indah di pandang,tolong pak polisi hutan jaga terus dari orang-orang yg mau memburunya, jaga kelestarian hutan kita.
By Aep Taufik on 18 Mei 2010 pada 12:44 pm
[…] auratus), dan merak (Pavo muticus), owa jawa (Hylobates moloch), macan tutul (Panthera pardus), elang jawa (Spizaetus bartelsi), merpati hutan perak (Columba argentina), dan gajah sumatera (Elephant maximus […]
By Kerusakan hutan(Deforestasi)Di Indonesia | Elytasingkek's Blog on 22 Mei 2010 pada 12:19 pm
[…] Elang Jawa yang Langka […]
By Beo Nias Burung Endemik Peniru Ulung | Alamendah's Blog on 24 Mei 2010 pada 10:46 am
[…] Sumatera Semakin LangkaKanguru Indonesia Di PapuaHari Lingkungan Hidup Sedunia 2010Daftar catatanElang Jawa yang LangkaMacan Tutul Jawa Kucing Besar Terakhir Di JawaKerusakan Hutan (Deforestasi) Di Indonesia Rekomendasi […]
By Daftar Fauna Identitas Provinsi Di Indonesia | Alamendah's Blog on 24 Mei 2010 pada 10:57 am
[…] sebagai Critically Endangered (Kritis). Status konservasi dan jumlah populasi ini jauh di bawah Elang Jawa (Spizaetus bartelsi) yang status konservasinya Endangered […]
By Elang Flores (Spizaetus floris) Raptor Endemik Paling Terancam | Alamendah's Blog on 28 Mei 2010 pada 8:41 pm
[…] Elang Jawa (Spizaetus bartelsi) […]
By Daftar Hewan (Burung) Langka dan Terancam Punah | Alamendah's Blog on 28 Mei 2010 pada 8:51 pm
[…] Elang Jawa (Spizaetus bartelsi) […]
By Chiwur's Blog on 4 Juni 2010 pada 1:14 pm
[…] Elang Jawa yang Langka […]
By Rusa Bawean, Pelari Ulung yang Semakin Kritis | Alamendah's Blog on 12 Juni 2010 pada 1:06 pm
I am newby here 🙂
By Wrareoff on 21 Juni 2010 pada 2:32 pm
[…] Elang Jawa yang Langka […]
By Lutung Jawa (Trachypithecus auratus) | Alamendah's Blog on 13 Juli 2010 pada 8:59 pm
[…] Elang Jawa yang Langka […]
By Harimau Jawa Sudah Punah? | Alamendah's Blog on 22 Juli 2010 pada 11:05 pm
[…] Elang Jawa (Spizaetus bartelsi) […]
By ARTIKEL TENTANG ALAM | Romistrong2010 on 28 Juli 2010 pada 5:27 pm
Di TNGM Merapi hanya tersisa sepasang, di baluran juga hampir sama… Polisi yang seharusnya bertanggung jawab dalam menegakkan hukum malah ikut memelihara… UU no. 5 tahun 1990 malah tidak berguna… apa yang terjadi selanjutnya?
Saatnya menghargai Biodiversity kita!
http://www.fobi.web.id
By akirazee on 1 Agustus 2010 pada 9:39 am
[…] Elang Jawa (Spizaetus bartelsi) […]
By Daftar Hewan (Burung) Langka dan Terancam Punah « PENCARIAN on 6 Agustus 2010 pada 10:46 am