7 April 2011 7:11 am
Tenggaring atau kapulasan (Nephelium ramboutan-ake) adalah flora identitas provinsi Kalimantan Tengah. Tenggaring atau kapulasan ini mirip dengan rambutan (Nephelium lappaceum) karena memang masih berkerabat dekat. Dan tenggaring memang merupakan jenis rambutan hutan yang banyak tumbuh alami di hutan Kalimantan Tengah.
Di Indonesia tumbuhan ini dikenal juga sebagai kapulasan, pulasan (Sunda), tenggaring (Kalimantan Tengah), tukou biawak (Kubu), Molaitomo (Gorontalo), mulitan (Toli-toli). Selain sering juga disebut sebagai rambutan kafri dan rambutan paroh.
Dalam bahasa Inggris pohon yang menjadi tanaman khas Kalimantan Tengah ini disebut sebagai pulasan. Sedang dalam bahasa latin tumbuhan ini dinamai Nephelium ramboutan-ake (Labill.) Leenh. yang bersinonim dengan Nephelium mutabile Blume., Litchi ramboutan-ake Labill., Nephelium intermedium Radlk., dan Nephelium philippense Mons.
Diskripsi dan Ciri. Pohon kapulasan atau tenggaring (Nephelium ramboutan-ake) menyerupai pohon rambutan karena masih dalam 1 marga. Tinggi pohon Kapulasan umumnya lebih pendek dari rambutan meskipun mampu mencapai tinggi hingga 20 m.
Bentuk batang, dahan, percabangan, dan daun tenggaring hampir sama dengan daun rambutan, hanya daun tenggaring berukuran lebih kecil. Panjang daunnya 4 kali lebarnya. Perbungaan tersusun malai yang terdapat di setiap ketiak atau agak ke ujung ranting.
Buahnya tebal, bulunnya keras, tegak, pendek dan tumpul. Kulit buah tebal berwarna kuning sampai merah tua. Bentuk buah seperti buah rambutan yaitu bundar telur serta daging buahnya manis yang bercampur sedikit asam. Daging buahnya biasanya agak sulit lepas (nglotok) dari bijinya.
Tumbuhan khas Kalimantan Tengah ini tumbuh tersebar di berbagai wilayah di Indonesia mulai Sumatera, Kalimantan, Jawa, hingga Sulawesi. Selain di Indonesia pohon kapulasan juga dapat dijumpai di Malaysia, Thailand, dan Filipina.
Habitat yang disukai tumbuhan ini adalah daerah subur dan cenderung lembab pada daerah berketinggian antara 100 – 500 meter dpl.
Kapulasan atau tenggaring (Nephelium ramboutan-ake) dimanfaatkan buahnya untuk dimakan langsung. Selain buahnya, kayunya cukup keras oleh masyarakat setempat sering dipakai untuk peralatan rumah tangga. Biji tenggaring mengandung minyak nabati lebih banyak dari pada biji rambutan lantaran itu biji ini dapat diproses untuk menghasilkan minyak yang dapat digunakan dalam proses pembuatan lilin dan sabun.
Namun harus diakui buah ini kalah pamor ketimbang saudaranya, rambutan. Selain rasanya yang agak masam, daging buahnya yang sulit mengelupas, pertumbuhan tanaman ini juga relatif lama sebelum akhirnya menghasilkan buah.
Namun bagaimanapun juga tanaman penghasil buah ini merupakan salah satu kekayaan hayati kita. Mungkin perlu berbagai penelitian lanjut untuk mengeksplorasi manfaat tumbuhan ini lebih lanjut.
Klasifikasi ilmiah: Kerajaan: Plantae; Divisi: Magnoliophyta; Kelas: Magnoliopsida; Ordo: Sapindales; Famili: Sapindaceae; Genus: Nephelium; Spesies: Nephelium ramboutan-ake (Labill.) Leenh.
Referensi dan gambar:
Baca artikel tentang tumbuhan dan alam lainnya:
Diposkan oleh: alamendah
Kategori: flora
Tag: Buah, flora identitas, kalimantan tengah, Kapulasan, Nephelium mutabile, Nephelium ramboutan-ake, rambutan hutan, tanaman, tenggaring
Mobile Site | Full Site
Get a free blog at WordPress.com Theme: WordPress Mobile Edition by Alex King.
Ditempatku tanamanan ini namanya rambutan sunglon 😀
By ahsanfile on 7 April 2011 pada 7:42 am
kalau ditempatku malah kagak ada tuh yang kayak begituan…,
By hudaesce on 7 April 2011 pada 8:21 am
Yang ada ditempatmu apa aja Da ?
By ahsanfile on 7 April 2011 pada 9:40 am
memang mirip rambutan mas alam, tapi rambutnya gak lebat. selain buahnya batang kayunya juga mendatangkan manfaat ya
By mamah Aline on 7 April 2011 pada 7:46 am
apa rasanya seperti rambutan juga ya?
By isti on 7 April 2011 pada 10:16 am
Selama ini hanya tahu tentang buah rambutan, ternyata ada juga jenis yang serumpun.
Terimakasih infonya. 8)
By TuSuda on 7 April 2011 pada 10:20 am
Kalau di kampung saya namanya pulasan
Waktu jaman SD saya masih suka nyicipin ini
rasanya manis banget lebih enak dari rambutan
By achoey el haris on 7 April 2011 pada 10:32 am
Ho ho saudara si rambutan toh …
Mungkin ada sifat genetiknya yang baik untuk bahan rekayasa genetik …
By Iksa on 7 April 2011 pada 10:55 am
kayak rambutan ya
By skripsi gratis on 7 April 2011 pada 11:55 am
sepertinya aku pernah makan nih mas
By julie on 7 April 2011 pada 12:22 pm
qu udah maem rambutan ini belom ya ????
By personal health care on 7 April 2011 pada 1:07 pm
ada rambutan satu lagi yang lebih kecil dari rambutan biasa, lebih manis dan harga dipasaran lebih mahal, apa ya namanya atau rambutan yang inikah ???
By fitr4y on 7 April 2011 pada 1:09 pm
di daerah saya juga tumbuhan itu ada gan cuman namanya itu tundun . rasanya agak masam kan?
By obat diabetea on 7 April 2011 pada 2:52 pm
kok di jawa gak ada ya mas?
By Pencerah on 7 April 2011 pada 3:09 pm
iyach mass mirip banget denga rambutan..
By zhanaz45 on 7 April 2011 pada 3:22 pm
Mirip sekali dengan rambutan ya, Mas?
Apa ada hubungannya dengan Tenggarong?
By giewahyudi on 7 April 2011 pada 4:22 pm
mirip rambutan, bisa dimakan gak??
By andinoeg on 7 April 2011 pada 4:28 pm