17 Februari 2011 12:05 am
Orangutan Sumatera atau Pongo abelii merupakan satu diantara 11 hewan mamalia paling langka di Indonesia. Populasi orangutan sumatera diperkirakan hanya sekitar 6.500 ekor (Dephut, 2007) saja. Populasinya ini jauh lebih sedikit dibanding saudaranya, orangutan kalimantan.
Orangutan Sumatera adalah hewan endemik pulau Sumatera. Spesies kera besar seperti halnya gorila dan simpanse ini hanya bisa ditemukan di hutan Sumatera saja dan merupakan spesies primata besar paling langka di dunia.
Ciri-ciri dan Diskripsi Orangutan Sumatera. Orangutan Sumatera (Pongo abelii) hampir mirip dengan orangutan kalimantan (Pongo pygmaeus) namun memiliki ukuran tubuh yang lebih kecil. Tinggi tubuh orangutan sumatera sekitar 1,25-1,5 meter dengan berat tubuh berkisar 30-50 kg (betina) dan 50-90 kg (jantan).
Ciri lain orangutan sumatera adalah postur tubuh yang besar, lengan yang panjang dan kuat, kaki pendek, dan tidak memiliki ekor. Pada tubuhnya ditumbuhi bulu (rambut) berwarna merah kecoklatan.
Orangutan sumatera merupakan binatang omnivora walaupun lebih menyukai tumbuhan. Makanannya bisa berupa buah-buahan, dedaunan, kulit pohon, bunga, telur burung, serangga, dan vertebrata kecil lainnya.
Orangutan jantan dewasa lebih sering menyendiri. Kelompok-kelompok kecil terdiri hanya 2-3 orangutan. Hewan endemik sumatera ini mempunyai daya jelajah sekitar 2-10 km. Anak orangutan akan bersama induknya hingga usia 3,5 tahun. Sedangkan orangutan betina mulai dewasa dan mampu bereproduksi menginjak usia 10-11 tahun.
Yang membedakan dengan orangutan kalimantan, selain ukuran tubuh yang relatif lebih kecil, orangutan sumatera (Pongo abelii) jantan memiliki kantong pipi yang panjang.
Daerah Persebaran, Populasi, dan Konservasi. Sebagai hewan endemik sumatera, Orangutan sumatera hanya bisa dijumpai di pulau Sumatera. Beberapa kawasan yang menjadi habitat primata besar ini antara lain di Sumatera bagian utara (Aceh dan Sumatera Utara) seperti di Taman Nasional Gunung Leuser dan Suaka Margasatwa Bukit Lawang. Beberapa tahun terakhir telah dilakukan reintroduksi orangutan sumatera ke kawasan Taman Nasional Bukit Tiga Puluh (Jambi dan Riau).
Populasi orangutan sumatera (Pongo abelii) semakin hari semakin menurun. Menurut data IUCN Redlist (2004) populasi mamalia ini hanya 7.300 ekor saja. Dan menurut data Departemen Kehutanan dalam Rencana Aksi dan Strategi Konservasi Orangutan (2007) populasinya diperkirakan tinggal 6.500 ekor. Padahal menurut survei tahun 1994 populasi primata ini masih 12.000 ekor.
Makin langka dan berkurangnya populasi Orangutan Sumatera diakibatkan oleh kerusakan hutan sebagai habitat Orangutan Sumatera. Hutan tropis sumatera yang ditetapkan UNESCO sebagai salah satu situs warisan dunia mengalami degradasi akibat konversi perkebunan sawit, pertambangan, pembukaan jalan, legal maupun ilegal loging, pemukiman dan kebakaran hutan.
Ancaman juga terjadi akibat perburuan liar dan perdagangan bebas. Menurut WWF, pada tahun 1985-1990 saja sekitar 1000-an lebih orangutan sumatera telah dijual ke Taiwan.
Lantaran populasi yang terus menurun dengan cepat tersebut, IUCN Redlist memasukkan orangutan sumatera dalam status konservasi Critically Endangered (Kritis) sejak tahun 2000. Dengan status ini orangutan sumatera menjadi salah satu dari 11 mamalia paling langka di Indonesia.
Orangutan sumatera juga dimasukkan dalam daftar Apendiks I oleh CITES yang berarti tidak boleh diperdagangkan dalam segala bentuk perdagangan internasional. Sedang di Indonesia sendiri, hewan endemik Sumatera ini telah dilindungi berdasarkan Undang-undang No. 5 Tahun 1990 dan Peraturan Pemerintah No. 7 Tahun 1999.
Jika ancaman perburuan liar dan luas hutan Sumatera yang terus dibiarkan menciut, tidak menutup kemungkinan orangutan sumatera (Pongo abelii) akan menjadi primata besar pertama yang punah di dunia. Dan ini pastinya akan menjadi rekor Indonesia yang menyakitkan kita semua.
Klasifikasi ilmiah. Kerajaan: Animalia; Filum: Chordata; Kelas: Mammalia; Ordo: Primates; Famili: Hominidae; Upafamili: Ponginae; Genus: Pongo; Spesies: Pongo abelii.
Referensi dan gambar:
Baca artikel tentang alam lainnya:
Diposkan oleh: alamendah
Tag: Hewan Endemik, Orangutan, orangutan sumatera, Pongo abelii, populasi orangutan, sumatera
Mobile Site | Full Site
Get a free blog at WordPress.com Theme: WordPress Mobile Edition by Alex King.
Orang yang hidup di hutan namanya orang utan,
Pohon yang tunbuh di hutan namanya pohon utan,
buah yang banyak di hutan namanya buah utan,
klo….rambut yang tumbuh dihutan namanya……………..”Rambutan” (benar ngak sih?)
By Muhamad Ipango on 17 Februari 2011 pada 9:39 pm
Rambutan sih di pasar buah…
hehehehehe
By alamendah on 18 Februari 2011 pada 5:51 am
mas alam. kok bisa posting tiap hari ya?
rahasianya itu apa mas?
terus pengunjungnya juga meluap hhe
maaf komentarnya enggak sama dengn posting
By Cahya Nugraha on 17 Februari 2011 pada 10:09 pm
Gak ada rahasia khusus. Soal kuantitas tulisan ya tergantung sama kemauan dan tekad saja. Soal pengunjung, kebetulan ada beberapa artikel yang berada di halaman-halaman awal googel dan search engine lainnya. Lumayan dapat visitor dari sana.
By alamendah on 18 Februari 2011 pada 5:50 am
SEmakin terkikisnya habitat mereka maka semakin sulit bagi mereka unuk bertahan hidup
By archer on 17 Februari 2011 pada 11:22 pm
Dan hutanlah satu-satunya habitat buat mereka.
By alamendah on 18 Februari 2011 pada 5:44 am
bener banget pak, alam liar,rimba dan hutan hijau yg menjadi habitat mereka semakin hilang.
By bang Aan on 18 Februari 2011 pada 3:31 am
Dirampas oleh keserakahan manusia yang bukan utan.
By alamendah on 18 Februari 2011 pada 5:43 am
perlunya pelestarian hewan langka seperti ini..
siapa tau, hewan-hewan yang seperti ini, bisa mendatangkan manfaat bagi manusia..
By dery on 18 Februari 2011 pada 7:34 am
waduh banyak koleksinya gan,, seram juga ya gan bratnya sampe ada yang 50 kg saya juga 45 kilo, busyetdah, terima kasih gan buat infonya salam kenal aja gan
By obat hepatitis on 18 Februari 2011 pada 7:37 am
sy malah 55 kg 😀
By david on 18 Februari 2011 pada 9:29 am
Moga popularitas orang utan yang langka ini tidak berkurang ya mas..
By Dinohp on 18 Februari 2011 pada 8:01 am
dari merak sampe merauke ada disini jenis hewan dan macam tumbuhan yg hidup di bumi pertiwi ^_^
By riy4nti on 18 Februari 2011 pada 9:31 am
Orangutan memang langka..burung cendrawasih juga..dan masih banyak lainnya.
By Ferari on 18 Februari 2011 pada 9:57 am
si otan emang lucu, kangen ma otan di bonbin sby
By andinoeg on 18 Februari 2011 pada 10:52 am
moga gak ada hewan langka yg punah lagi..
By irul-green on 18 Februari 2011 pada 10:52 am
Sepertinya mirip saja dengan yang di Kalimantan 🙂
Mungkin kalau melihat keduanya, baru bisa membedakan ya, Mas 🙂
By Kakaakin on 18 Februari 2011 pada 11:13 am
Saya malah kadang sulit untuk membedakannya, Mbak.
Hehehehehe
By alamendah on 18 Februari 2011 pada 11:32 am
sekdar usul pak…kalau kita yang awam khan lihat orang utan itu sama aja, gimana kalau selanjutnya kalau ada foto perbandingan antara orang utan sumatra dan orang utan kalimantan yang disandingkan…*maaf kalau tidak berkenan*
By Necky on 18 Februari 2011 pada 1:31 pm
semoga hewan-hewan yang langka tidk cepat punah . . .
By unyil on 18 Februari 2011 pada 2:36 pm
walah…. jangan sampai Indonesia jadi negara pertama dengan spesies primata ygn punah. bikin maluuuuuu…… Cukup rekor koruptor aja.
By si Gen on 18 Februari 2011 pada 3:25 pm