14 Februari 2011 7:54 am
Burung Cendrawasih layak digelari sebagai Burung Surga (Bird of Paradise). Burung Cendrawasih yang merupakan burung khas Papua, terutama yang jantan, memiliki bulu-bulu yang indah layaknya bidadari yang turun dari surga (kayangan). Keindahan bulu Cendrawasih tiada duanya.
Burung Cendrawasih merupakan sekumpulan spesies burung yang dikelompokkan dalam famili Paradisaeidae. Burung yang hanya terdapat di Indonesia bagian timur, Papua Nugini, dan Australia timur ini terdiri atas 14 genus dan dan sekitar 43 spesies. 30-an spesies diantaranya bisa ditemukan di Indonesia.
Oleh masyarakat Papua, burung cendrawasih dipercaya sebagai titisan bidadari dari surga. Dulunya burung ini dianggap sebagai burung cantik tetapi tidak berkaki. Mereka tidak akan turung ke tanah tetapi hanya berada di udara saja lantaran bulu-bulunya yang indah. Karena itu kemudian burung Cenderawasih terkenal sebagai Bird of Paradise atau Burung Surga (Kayangan). Dan beberapa jenis yang terkenal adalah dari genus Paradisaea yang penamaannya berasal dari kata Paradise.
Diskripsi dan Ciri Cendrawasih. Burung-burung Cendrawasih mempunyai ciri khas bulunya yang indah yang dimiliki oleh burung jantan. Umumnya bulunya berwarna cerah dengan kombinasi beberapa warna seperti hitam, cokelat, kemerahan, oranye, kuning, putih, biru, hijau dan ungu.
Ukuran burung Cenderawasih beraneka ragam. Mulai dari yang berukuran 15 cm dengan berat 50 gram seperti pada jenis Cendrawasih Raja (Cicinnurus regius), hingga yang berukuran sebesar 110 cm Cendrawasih Paruh Sabit Hitam (Epimachus albertisi) atau yang beratnya mencapai 430 gram seperti pada Cendrawasih Manukod Jambul-bergulung (Manucodia comrii).
Keindahan bulu Cendrawasih jantan digunakan untuk menarik perhatian lawan jenis. Untuk ‘merayu’ betina agar bersedia diajak kawin, burung jantan akan memamerkan bulunya dengan melakukan tarian-tarian indah. Sambil bernyanyi di atas dahan, pejantan bergoyang dengan berbagai gerakan ke berbagai arah. Bahkan terkadang hingga bergantung terbalik bertumpu pada dahan. Namun, tiap spesies Cendrawasih tentunya punya tipe tarian tersendiri.
Burung Cendrawasih mempunyai habitat hutan lebat yang umumnya di daerah dataran rendah. Burung dari surga ini dapat dijumpai di beberapa pulau di Indonesia bagian timur seperti Maluku dan Papua. Selain itu juga dapat ditemukan di Papua Nugini dan Australian Timur.
Jenis-jenis Burung Cendrawasih. Cenrawasih terdiri atas 13 genus yang mempunyai sekitar 43 spesies (jenis). Indonesia merupakan negara dengan jumlah spesies Cendrawasih terbanyak. Diduga sekitar 30-an jenis Cendrawasih bisa ditemukan di Indonesia. Dan 28 jenis diantaranya tinggal di pulau Papua.
Beberapa jenis Cendrawasih yang terdapat di Indonesia diantaranya adalah:
Burung Cendrawasih Mati Kawat (Seleucidis melanoleuca) ditetapkan menjadi Fauna Identitas provinsi Papua. Dan beberapa jenis seperti Cendrawasih Raja, Cendrawasih Botak, Cendrawasih Merah, Toowa, dan Cendrawasih Kuning Kecil, telah masuk dalam daftar jenis satwa yang dilindungi berdasarkan UU No 5 Tahun 1990 dan PP No 7 Tahun 1999.
Sayangnya populasi burung Cendrawasih semakin hari semakin terancam dan langka akibat perburuan dan perdagangan liar yang terus berlangsung.
Klasifikasi ilmiah. Kerajaan: Animalia; Filum: Chordata; Kelas: Aves; Ordo: Passeriformes; Famili: Paradisaeidae; Genus: Lycocorax, Pteridophora, Lophorina, Epimachus, Cicinnurus, Semioptera, Seleucidis, Paradisaea, Ptiloris, Manucodia, Paradigalla, Astrapia, Drepanornis, dan Parotia. Spesies: lihat artikel.
Referensi dan gambar:
Baca artikel tentang alam lainnya:
Diposkan oleh: alamendah
Tag: bird of paradise, burung cendrawasih, burung surga, cendrawasih, gambar cendrawasih, jenis cendrawasih, papua, Paradisaea
Mobile Site | Full Site
Get a free blog at WordPress.com Theme: WordPress Mobile Edition by Alex King.
[…] Burung Cendrawasih Burung Surga (Bird of Paradise) […]
By Burung Mabruk Si Dara Mahkota | Alamendah's Blog on 24 November 2011 pada 7:40 am
[…] raja (Psittrichus fulgidus), kasuari (Casuarius casuarius), mambruk (Goura cristata), berbagai cendrawasih, buaya air tawar (Crocodylus novaeguineae), dan buaya air asin (C. porosus) menghuni vegetasi yang […]
By Ramsar Site di Indonesia | Alamendah's Blog on 24 November 2011 pada 7:40 am
baru tahu saya, ternyata jenis cendrawasih itu ada banyak ya pak 🙂
By indonesia wisata on 25 November 2011 pada 10:36 pm
y lah masa gak
By bagas on 10 Desember 2012 pada 2:45 pm
bagaimana kalau dibudidayakan saja
By Togar on 3 Desember 2011 pada 6:58 pm
gar mang besok kiamat y
By bagas on 20 Desember 2012 pada 8:41 pm
saya ingin suara burung cendrawasih mp3
By pacuy titans on 19 Desember 2011 pada 10:44 pm
semua orang pun juga memang lo doang
By bagas on 10 Desember 2012 pada 2:45 pm
kalau ay kaga
By bagas on 11 Desember 2012 pada 12:45 pm
sayang sekali burung langka harus punah
By pacuy titans on 19 Desember 2011 pada 10:46 pm
kalau dijaga tidak akan punah
By bagas on 10 Desember 2012 pada 2:46 pm
harus di jaga burung langka ni..
By lukisan bunga on 3 Januari 2012 pada 3:49 pm
bnr kata togar…knp tidak di budidayakan aza…jadi burung ini tetap ada dan berkembang biak…salam kenl n sukses selalau..
By lukisan pemandangan on 3 Januari 2012 pada 3:51 pm
[…] Burung Cendrawasih Burung Surga (Bird of Paradise) […]
By Kehicap Boano Burung Langka yang Terabai | Alamendah's Blog on 2 April 2012 pada 6:05 am
[…] Burung Cendrawasih Burung Surga (Bird of Paradise) […]
By Burung Kuau Raja Si Raksasa Seratus Mata | Alamendah's Blog on 7 April 2012 pada 12:02 pm
lindungilah satwa kta yg ada d’indonesia…
By lindh@ on 23 Agustus 2012 pada 9:10 am
indonesia harus membela binatang langkah
By bagas on 10 Desember 2012 pada 2:48 pm
betul dibudidayakan saja biar gak punah
By Feri Aja Deh on 12 November 2012 pada 3:48 pm
ya benar harus di jaga karna langkah
By bagas on 10 Desember 2012 pada 1:19 pm
KITA HArus sayang dengan apa saja binatang yg sagat langkah karrena dia kalau tidak dijaga bisa habis atau hangus di mangsa hewan & pencuri dari (bagas)C8NO41 tm
By bagas on 10 Desember 2012 pada 2:43 pm
iya benar sekali
By rifki on 12 Desember 2012 pada 3:34 pm
inyaallah tidak akan punah
By bagas on 10 Desember 2012 pada 1:32 pm
hsrud sekali lah
By bagas on 10 Desember 2012 pada 2:49 pm
hay bagas
By didhan on 10 Desember 2012 pada 2:50 pm
ya dan apa kabar
By bagas on 10 Desember 2012 pada 2:51 pm
ee lu
By rifki on 12 Desember 2012 pada 3:34 pm