Bambu merupakan jenis rumput-rumputan yang dan beruas. Bambu merupakan anggota famili Poaceae yang terdiri atas 70 genus. Bambu termasuk jenis tanaman yang mempunyai tingkat pertumbuhan yang tinggi. Beberapa jenis bambu mampu tumbuh hingga sepanjang 60 cm dalam sehari.
Berikut beberapa jenis (spesies) bambu yang ditemukan tumbuh di Indonesia.
-
Arundinaria japonica Sieb & Zuc ex Stend ditemukan di Jawa.
-
Bambusa arundinacea (Retz.) Wild. (Pring Ori) di Jawa dan
Sulawesi.
-
Bambusa atra Lindl. (Loleba) di Maluku.
-
Bambusa balcooa Roxb. Di Jawa.
-
Bambusa blumeana Bl. ex Schul. f. (Bambu Duri) di Jawa, Sulawesi, dan Nusa Tenggara.
-
Bambusa glaucescens (Wild) Sieb ex Munro. (Bambu Pagar; Cendani) di Jawa.
-
Bambusa horsfieldii Munro. (Bambu Embong) di Jawa.
-
Bambusa maculata (Bambu Tutul; Pring Tutul) di Bali.

Bambu Tutul (Bambusa maculata)
-
Bambusa multiplex (Bambu Cendani; Mrengenani) di Jawa.
-
Bambusa polymorpha Munro. Di Jawa.
-
Bambusa tulda Munro. Di Jawa.
-
Bambusa tuldoides (Haur Hejo) di Jawa
-
Bambusa vulgaris Schard. (Awi Ampel; Haur Kuneng; Haur Hejo; Pring Kuning) di Jawa,
Sumatera, Kalimantan, dan Maluku.

Bambu Kuning (Bambusa vulgaris)
-
Dendrocalamus asper (Bambu Petung) di Jawa, Sumatera, Kalimantan, Bali, dan Sulawesi.
-
Dendrocalamus giganteus Munro. (Bambu Sembilang) di Jawa
-
Dendrocalamus strictur (Roxb) Ness. (Bambu Batu) di Jawa.
-
Dinochloa scandens (Bambu Cangkoreh; Kadalan) di Jawa.
-
Gigantochloa apus Kurz. (Bambu Apus; Bambu Tali) di Jawa.

Bambu Apus (Gigantochloa apus)
-
Gigantochloa atroviolacea (Bambu Hitam; Bambu Wulung; Gombong) di Jawa.

Bambu Wulung (Gigantochloa atroviolacea)
-
Gigantochloa atter (Bambu Legi; Bambu Ater; Buluh; Jawa Benel; Awi Ater; Awi Kekes) di Jawa.

Bambu Legi (Gigantochloa atter)
-
Gigantochloa achmadii Widjaja. (buluh Apus) di Sumatera.
-
Gigantochloa hasskarliana (Bambu Lengka Tali) di Sumatera, Jawa, dan Bali.
-
Gigantochloa kuring (Awi Belang) di Jawa.
-
Gigantochloa levis (Blanco) Merr. (Bambu Suluk) di Kalimantan.
-
Gigantochloa manggong Widjaja. (Bambu Manggong) di Jawa.
-
Gigantochloa nigrocillata Kurz (Bambu Lengka; Bambu Terung; Bambu Bubat) di Jawa.
-
Gigantochloa pruriens (buluh Rengen) di Sumatera.
-
Gigantochloa psedoarundinaceae (Bambu Andong; Gambang Surat; Peri) di Jawa.
-
Gigantochloa ridleyi Holtum. (Tiyang Kaas) di Bali.
-
Gigantochloa robusta Kurz. (Bambu Mayan; Temen Serit) di Sumatera, Jawa, dan Bali.
-
Gigantochloa waryi Gamble (Buluh Dabo) di Sumatera
-
Gigantochloa verticillata (bambu Hitam)
-
Melocanna bacifera (Roxb) Kurz. Di Jawa.
-
Nastus elegantissimus (Hassk) Holt. (Bambu Eul-eul) di Jawa.
-
Phyllostachys aurea A&Ch. Riviera (Bambu Uncea; Bambu Buluh Kecil) di Jawa.
-
Schizotachyum blunei Ness. (Bambu Wuluh; Bambu Tamiang) di Jawa, Nusa Tenggara Timur, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku
-
Schizotachyum brachycladum Kuez. (Bambu Buluh Besar; Buluh Nehe; Awi Buluh; Ute Watat; Tomula) di Sumatera, Jawa, Sulawesi, dan Maluku.
-
Schizotachyum candatum Backer ex Heyne (buluh Bungkok) di Sumatera.
-
Schizotachyum lima (Blanco) Merr. (Bambu Toi) di Jawa, Sulawesi, Maluku, dan Irian.
-
Schizotachyum longispiculata Kurz. (Bambu Jalur) di Sumatera, Kalimantan, dan Jawa.
-
Schizotachyum zollingeri Stend. (Bambu Jala; Cakeutreuk; Bambu Lampar) di Sumatera dan Jawa.
-
Thryrsostachys siamensis Gamble. (Bambu Jepang) di Jawa.
Di Indonesia jenis-jenis bambu ini dimanfaatkan sebagai bahan bangunan (kontruksi), Transportasi, Pembuatan alat musik seperti angklung, kuliner, kerajinan rumah tangga dan ornamen, serta sebagai bahan pengobatan alami.
Meski memiliki banyak spesies dan dulu tersebar luas di Indonesia, kini beberapa jenis bambu mulai langka dan sulit ditemukan. Kelangkaan ini terjadi lebih disebabkan oleh konversi lahan menjadi daerah pemukiman.
Kalau di desa saya, bambu masih tumbuh dengan suburnya meskipun terbatas pada jenis Bambusa arundinacea (Bambu Ori) dan terkadang Bambu Apus (Gigantochloa apus). Bagaimana dengan di tempat sobat?.
Klasifikasi ilmiah: Kerajaan: Plantae; Ordo: Poales; Famili: Poaceae; Bangsa: Bambuseae.
Mengamankan Pertamaxxx Dulu……, 😆
By hudaesce on 28 Januari 2011 pada 10:36 pm
Bung Kus… Bung…!
By alamendah on 28 Januari 2011 pada 10:40 pm
Maaf kAK, INTRUKSI !!!!
dARI Ulasannya masih kurang tuh kayaknya, kok gak ada yang jenis bambu runcing sih???
By hudaesce on 28 Januari 2011 pada 10:38 pm
Bambu Runcingnya kena razia
By alamendah on 28 Januari 2011 pada 10:42 pm
Bambu merah gk ada y gan?
By haryadi be on 28 Januari 2011 pada 10:40 pm
anggur merah lebih asyik bisa buat goyang…
By alamendah on 28 Januari 2011 pada 10:41 pm
kalau ditempat saya bang, bambu itu bukan hanya terbatas pada jenis Bambusa arundinacea (Bambu Ori) dan terkadang Bambu Apus (Gigantochloa apus). bahkan, ada sejenis bambu yang khusus digunakan untuk penyedap masakan oleh Ibu’ saya. ya contohnya ada semacam Bambu penyedap rasa cap Royco, ada juga yang cap masako. banyak dah pokoknya 😆 😆
By hudaesce on 28 Januari 2011 pada 10:46 pm
Yang Gigantochloa atter atau Bambu Legi ini juga sering dipakai sebagai bahan makanan, lho. Juga tunas bambu (rebung), enak banget…
By alamendah on 28 Januari 2011 pada 10:54 pm
wah….,baru tunasnya za enak, apalagi kalo tumbuhannya alias bambunya ya ?? 😀
By hudaesce on 29 Januari 2011 pada 8:21 am
[…] This post was mentioned on Twitter by Ali Munir, makin ijo. makin ijo said: Jenis-jenis Bambu di Indonesia: Jenis-jenis Bambu yang terdapat di Indonesia diperkirakan sekitar 159 spesies da… http://bit.ly/fijnKi […]
By Tweets that mention Jenis-jenis Bambu di Indonesia | Alamendah's Blog -- Topsy.com on 28 Januari 2011 pada 11:00 pm
Wah, di komplek rumah saia jarang bgt yg punya tanaman bambu, mas alam krn menurut mitos siyh tanaman bambu biasanya bisa menjadi sarang makhluk halus gitu. Benar atau nggaknya, saia jg krg tau siyh… 😀
By vany on 28 Januari 2011 pada 11:42 pm
ah…,itu kan cuman mitos, tapi yang saya tahu dan yang pasti yang ada tuh kalo tanaman bambu tu adalah tempat bersarangnya mamalia Garangan atau istilah eropanya Moongose, si pemangsa ayam. 😆
By hudaesce on 29 Januari 2011 pada 8:30 am
eh, ternyata golongan rumput ya mas?
By Hafid Junaidi on 29 Januari 2011 pada 4:57 am
wah gan banyak juga ya nama bambu itu,,
terima kasih gan buat infonya
By jelly gamat on 29 Januari 2011 pada 9:29 am
tambah ilmu pengetahuan nih hehe n bambunya cantik2 tuh cocok buat tanaman hias depan rumah 🙂
By archer on 29 Januari 2011 pada 10:26 am
disungai kelingi deket rumah saya deket bukit sulap, banyak banget yang namanya bambu. hehehehe
By Danu Akbar on 29 Januari 2011 pada 2:42 pm
teringat bambu, teringat jenis tumbuhan yang di desa-desa mirip banget ma bambu tapi halusssss, jaman saya dulu SD itu dijadikan alat h itung menggantikan lidi, yang wajib kita bawa setiap sekolah.
bambu bukan sih?
By Jumialely on 29 Januari 2011 pada 2:45 pm
aku suka lihat yang bambu legi pak
By Berpikir Positif on 30 Januari 2011 pada 6:52 am
[…] Bambu, Palmerah. Bambu merupakan jenis rumput-rumputan yang berbatang dan beruas. Bambu merupakan bangsa Bambuseae yang merupakan anggota famili Poaceae. Di dunia sedikitnya terdapat […]
By Kelurahan di Jakarta Barat yang Memakai Nama Tanaman | Alamendah's Blog on 30 Januari 2011 pada 5:53 pm
Di tempat saya sudah langka bambu, mas Alam. Sebagai daerah wisata, pertumbuhan Batu Jawa Timur cepat sekali. Hampir semua lahan dibabat untuk pemukiman dan resort. Titik-titik kawasan penyangga konservasi makin sedikit, termasuk area untuk pertumbuhan bambu.
Puisi tentang bambu-bambu yang merapat kedinginan sudah hampir usang di lembah permai yang dipromosikan sebagai Kota Apel ini. Eman, eman,,,,
By Etik Setiawati on 1 Februari 2011 pada 12:18 pm