Alamendah's Blog
Beranda | Laman | Arsip
Fakta tentang Bunga Bangkai (Amorphpophallus)
12 November 2010 5:24 pm
Fakta tentang bunga bangkai (Amorphpophallus) yang masih banyak tidak diketahui oleh masyarakat kita. Sering kali bunga bangkai masih diangap sebagai spesies yang sama dengan bunga rafflesia. Padahal antara keduanya merupakan spesies yang berbeda mulai di tingkat kelas.
Selain perbedaan itu, masih terdapat beberapa fakta lain tentang bunga bangkai yang layak kita ketahui bersama. Berikut beberapa fakta terkait bunga bangkai.
-

Bunga bangkai raksasa (Amorphophallus titanum)
Bunga bangkai berbeda dengan Raflesia. Secara fisik bunga bangkai memiliki daun dan batang yang tumbuh menjulang tinggi sedangkan bunga rafflesia hidup sebagai parasit pada inang tertentu tanpa batang dan daun dan bunganya merebah di tanah.
-
Secara taksonomi, bunga bangkai dan rafflesia merupakan spesies yang berbeda mulai di tingkat kelas. Bunga bangkai (
Amorphpophallus sp.) merupakan anggota kelas Liliopsida, sedangkan bunga rafflesia (Rafflesia sp.) merupakan anggota kelas Magnoliopsida. Lebih lengkap tentang perbedaan bunga bangka dengan rafflesia dapat dibaca di artikel saya tentang
Perbedaan Rafflesia Arnoldii dan Bunga Bangkai.
-
Bunga bangkai raksasa (
Amorphophallus titanum) ditetapkan sebagai
flora identitas (maskot) provinsi Bengkulu.
-

Bunga bangkai raksasa menjadi lambang Botanische Gärten Bonn, Jerman
Botaniche Gärten Bonn (kebun raya di Jerman), menggunakan gambar bunga bangkai raksasa (Amorphpophallus titanium) yang merupakan bunga endemik Sumatra sebagai lambang kebun raya tersebut.
-
Menurut peneliti asal University of Wisconsin, AS, Thomas C Gibson, di benua Eropa dan Amerika saja, ada sekitar 6.000 kebun raya dan arboretum yang mengoleksi bunga bangkai raksasa.
-
Bunga bangkai (Amorphophallus) mengalami dua fase dalam hidupnya yang berlangsung secara bergantian dan terus menerus, yakni fase vegetatif dan fase generatif. Pada fase vegetatif di atas umbi bunga bangkai tumbuh batang tunggal dan daun yang mirip daun pepaya. Hingga kemudian batang dan daun menjadi layu menyisakan umbi di dalam tanah. Fase selanjutnya, generatif yakni munculnya bunga majemuk yang menggantikan batang dan daun yang layu tadi.
-
Warna kelopak bunga bangkai raksasa selalu beragam dan tak pernah sama setiap kali mekar meskipun berasal dari umbi yang sama. Warna bunganya dapat bervariasi seperti merah hati, jingga, merah dadu, dan kehijauan. Sementara tongkolnya pun pernah muncul dengan warna keunguan, agak putih, serta kuning.
-
Bau yang dikeluarkan ternyata tidak sekedar bau busuk saja. Biasanya bau busuk yang dikeluarkan bunga bangkai bercampur antara bau yang menyerupai kertas terbakar, amis ikan, telur busuk, bahkan bau harum maskulin.
-
Di luar habitat aslinya, tumbuhan vegetatif (masa berdaun) yang memiliki ketinggian 3 hingga 4 meter bisa menghasilkan bunga setinggi sekitar 2 meter lebih. Yuzammi, seorang peneliti LIPI, pernah menemukan tumbuhan vegetatif yang ketinggiannya mencapai 6 meter di lereng hutan Sumatra.
Dengan mengenal berbagai fakta tentang bunga bangkai semoga kita makin merasa bangga lantaran sebagian besar bunga ini terdapat di Indonesia. Bahkan, bunga bangkai terbesar dan tertinggi (Amorphpophallus titanium dan Amorphophallus gigas) merupakan tumbuhan endemik Sumatera, Indonesia.
Klasifikasi ilmiah: Kerajaan: Plantae; Divisi: Magnoliophyta; Kelas: Liliopsida; Ordo: Alismatales; Famili: Araceae; Genus: Amorphophallus.
*Ditulis ulang dari “Fakta Bunga Bangkai” (notasijelajah.blog.nationalgeographic.co.id) dengan beberapa penambahan. Gambar: botgart.uni-bonn.de.
Baca artikel tentang alam lainnya:
Diposkan oleh: alamendah
Kategori: flora
Tag: amorphophallus gigas, amorphpophallus, Amorphpophallus titanium, bunga bagkai raksasa, bunga bangkai, gambar bunga bangkai
« Older Newer »
Tinggalkan Balasan
Mobile Site | Full Site
Get a free blog at WordPress.com Theme: WordPress Mobile Edition by Alex King.
[…] Fakta tentang Bunga Bangkai (Amorphpophallus) […]
By Aneka Nama Latin yang Berbau Seks | Alamendah's Blog on 10 Juli 2012 pada 6:16 am
izin repost ya bang 🙂
By Sofian Rafflesia on 1 April 2013 pada 1:30 pm
Ya bunga reflesia lebih banyak di indonesia bahkan peneliti pun dari luar negri datang ke indonesia hanya untuk melihat bunga di indonesia
By alfinamaya on 19 Maret 2016 pada 9:36 pm