1 November 2010 11:00 am
Penghargaan bagi Mbah Maridjan tengah dipersiapkan oleh Kementerian Kehutanan RI (Kemenhut). Penghargaat buat Mbah Marijan diberikan lantaran peran Mbah Maridjan terhadap konservasi hutan di kaki Gunung Merapi.
Rencana pemberian penghargaan kepada Mbah Maridjan (Ki Surakso Hargo) ini disampaikan langsung oleh Menteri Kehutanan, Zulkifli Hasan disela kunjungan di barak pengungsian bencana Merapi di Sleman, Sabtu (30/10).
Menurut Zulkifli Hasan sebagaimana dilansir Alamendah’s Blog dari Kedaulatan Rakyat Yogyakarta, Mbah Maridjan mampu menjaga hutan di Merapi dari penebangan dan pembalakan liar. “Kami akan memberikan bantuan kepada Mbah Maridjan. Selain karena pengabdian atas tugasnya menjaga Gunung Merapi hingga akhir hayat, Mbah Maridjan juga telah berjasa menjaga hutan di sini,” tegas Menteri Kehutanan.
Selain itu, anggota keluarga Mbah Maridjan juga turut andil dalam rehabilitasi hutan di Merapi. Salah satu cucu Mbah Maridjan ternyata juga bergabung dan mengabdikan diri di Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM).
Saat disinggung mengenai bentuk penghargaan yang akan diberikan oleh Kemenhut, pihaknya baru akan menentukan kemudian. Namun yang pasti, pihak Kemenhut akan memberikan penghargaan atas jasa dan dedikasi sang juru kunci gunung Merapi yang telah turut memberikan andil bagi kelestarian hutan di gunung Merapi tersebut.
Mbah Maridjan atau Raden Ngabehi Surakso Hargo adalah seorang juru kunci gunung Merapi yang tinggal di Dukuh Kinahrejo, Desa Umbulharjo, Cangkringan, Sleman.
Pada tanggal 26 Oktober 2010, saat gunung Merapi meletus disertai awan panas setinggi 1,5 kilometer, Mbah Maridjan tetap bertahan menjaga gunung Merapi. Akhirnya Mbah Maridjan ditemukan meninggal bersama 16 warga lainnya akibat luka bakar serius.
Kepergian Mbah Maridjan yang sangat dihormati meninggalkan duka, selain berbagai jasa baik kepada masyarakat di sekitar gunung Merapi maupun bagi konservasi hutan Merapi. Maka tidak berlebihan jika kemudian Kemenhut berencana menganugerahinya penghargaan.
Referensi:
Baca artikel tentang alam lainnya:
Diposkan oleh: alamendah
Kategori: berita, lingkungan hidup
Tag: gunung merapi, Hutan, kemenhut, konservasi hutan, mbah maridjan, penghargaan
Mobile Site | Full Site
Get a free blog at WordPress.com Theme: WordPress Mobile Edition by Alex King.
Aku dapat pertamaxxxxxx….,
Wah……,selamat ya mbah,atas penghargaanya, kami disini turut menDo’akan semoga Amal Ibadahmu diterima disisiNYA dan diberi tempat yang layak dihadapanNYA,Amin
By hudaesce on 1 November 2010 pada 11:04 am
Apakah saya pertamax?
Semoga muncul generasi2 baru penerus mbah marijan
By Html1155 on 1 November 2010 pada 11:06 am
Saya kurang beruntung kali ini…
By Html1155 on 1 November 2010 pada 11:07 am
[…] This post was mentioned on Twitter by Ali Munir, alamendah, makin ijo, Ali Munir, alamendah and others. alamendah said: Penghargaan Bagi Mbah Maridjan dari Kemenhut http://ping.fm/x72Ci […]
By Tweets that mention Penghargaan Bagi Mbah Maridjan dari Kemenhut | Alamendah's Blog -- Topsy.com on 1 November 2010 pada 11:44 am
selamat kepada mbah maridjan
By Bunda Bijak on 1 November 2010 pada 12:05 pm
Mbah Maridjan … simbol dari kesetiaan terhadap profesi yang tak pernah lekang oleh jaman. Siapa yang bisa menyamai beliau saat ini ya? 🙂
By XP2 Scout on 1 November 2010 pada 1:14 pm
mbah marujan adalah sebuah ikon akan keberanianya dalam menjaga dan melestarikan sebuah gunung yang sangat berbahaya karena merupakan gunung yang paling aktif di dunia
By dul on 1 November 2010 pada 2:54 pm
Coba aja dia mau diungsikan pasti tenaganya masih bisa dilanjutkan untuk menjaga hutan merapi bukan harus pasrah mati ( tapi nggak ya mbah memang kematian mbah atas kehendak Nya). Mudah2an sepeninggal nya para pembalak liar masih segan melakukannya lagi.
By mariasunarto on 1 November 2010 pada 3:41 pm
Semoga penghargaan ini juga bisa mengilhami orang2 Indonesia lainnya untuk tidak pernah takut & selalu siap menghadapi bencana alamyg bisa timbul kapan saja & di mana saja
By Republican Wasp on 1 November 2010 pada 5:05 pm
Mbah Maridjan Pancen Rosa…
By marsudiyanto on 1 November 2010 pada 5:57 pm
Salut buat mbah Maridjan dengan keteguhannya memegang amanat 🙂
By Zico Alviandri on 1 November 2010 pada 6:57 pm
Sayang ya mbah Maridjan bersikeras tetep di Merapi.
sebenarnya kan bisa ngungsi >_<
By Invincible Tetik on 1 November 2010 pada 7:26 pm
alangkah lucunya negeri ini.,.,., klo udah meninggal aja baru di kasi penghargaan,,.,., wktu masih hidup cm di gaji 5 ribu per bulan,.,.,
By Cara beli rumah on 1 November 2010 pada 8:39 pm
saya sangat kecewa dengan keputusan mbah marijan yang memilih untuk tidak mengungsi walau apa pun yang terjadi 😦
By Fir'aun NgebLoG on 2 November 2010 pada 1:40 am
Saya yakin mbak marijan mengambil keputusan itu semua sudah ada wangsit dan pertimbangan yang dalam..kita simpan dia di hati sehingga menjadi panutan dalam melaksanakan tugas
By budiarnaya on 2 November 2010 pada 6:01 am