Alamendah's Blog


Beranda | Laman | Arsip


Duyung (Dugong dugon) Sang Mamalia Laut

17 Oktober 2010 4:58 am

Duyung yang ini adalah sejenis ikan atau tepatnya mamalia laut yang bernama latin Dugong dugon. Dan bukan seorang putri cantik berambut panjang dengan kaki yang dapat berubah menjadi ekor ikan setiap kali kena air, yang kita kenal dalam dongeng Putri Duyung.

Duyung, seperti mamalia laut lainnya, meskipun hidup di dalam air tetapi ikan duyung bernafas dengan paru-paru dan menyusui anaknya. Sayangnya, binatang inipun makin hari makin langka.

Ikan duyung dalam bahasa Inggris dikenal sebagai dugong atau sea cow. Dalam bahasa ilmiah (latin) mamalia yang hidup di air ini disebut sebagai Dugong dugon. Binatang yang bisa ditemui hampir di seluruh pesisir Indonesia ini termasuk binatang yang dilindungi berdasarkan PP No. 7 Tahun 1999.

Diskripsi. Ikan duyung mempunyai tubuh yang besar. Panjang badan Duyung dewasa sekitar 2,5-3 meter dengan berat 225-450 kg. Kulit Duyung (Dugong dugon) tebal, keras dan licin dengan warna abu-abu agak kebiruan.

Ikan duyung (Dugong dugon)

Duyung memiliki kepala yang bulat dengan mata kecil dan lubang hidung di bagian atas moncong. Memiliki bulu yang terletak di bibir atas yang berguna untuk membantu menemukan makanan. Penglihatan duyung terbatas tetapi memiliki pendengaran yang tajam.

Duyung lebih banyak aktif di malam hari (nokturnal) terutama untuk mencari makanan berupa berbagai tumbuhan laut seperti rumput laut, lamun dan akar-akar tanaman lainnya.

Sebagaimana mamalia laut lainnya duyung (Dugong dugon) hidup berkelompok dengan anggota antara 5-10 ekor yang terdiri dari induk betina, duyung jantan dan anaknya meskipun terkadang menyendiri. Duyung termasuk binatang yang setia dengan pasangannya dan bersifat monogami.

Duyung mampu hidup hingga berusia 70 tahun. Namun perkembangbiakan ikan ini sangat lambat. Biasanya seekor duyung beranak dalam interval 3-7 tahun sekali dengan melahirkan seekor anak dalam setiap satu periode kehamilan.

Persebaran dan Konservasi. Persebaran duyung terdapat di pesisir dan perairan pulau tropis dan subtropis antara Afrika Timur himgga Pasifik bagian barat. Duyung hidup di perairan laut yang berair tenang dan dangkal dengan kedalaman sekitar 20 meter yang banyak ditumbuhi oleh lamun.

Negara-negara yang menjadi habitat duyung antara lain Australia bagian utara, Bahrain, Brunei Darussalam, China, Djibouti, India, Indonesia, Jepang, Jordania, Kaledonia Baru, Kamboja, Kenya, Kepulauan Solomon, Komoro, Madagaskar, Malaysia, Mayotte, Mesir, Mozambiq, Palau, Papua New Guinea, Pilifina, Qatar, Saudi Arabia, Singapora, Somalia, Sri Lanka, Sudan, Tanzania, Thailand, Timor Leste, Uni Emirat Arab, Vanuatu, Vietnam, dan Yaman.

Duyung didaftar dalam status konservasi “vulnerable” (rentan) oleh IUCN Redlist sejak tahun 1982. Dan terdaftar dalam CITES Apendiks I sehingga tidak boleh diperdagangkan secara bebas. Di Indonesia, mamalia laut yang semakin langka ini dilindungi dari kepunahan berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan jenis Tumbuhan dan Satwa.

Ancaman terhadap populasi dan kelestarian duyung (Dugong dugon) diakibatkan oleh rusaknya ekosistem lamun sebagai habitat duyung.

Jika Putri Duyung yang cantik dan seksi menjadi sebuah dongeng yang kerap diceritakan saat kita kecil, apakah duyung Sang Mamalia Laut ini pun harus menjadi ‘dongeng’ buat anak cucu kita?

Klasifikasi Ilmiah: Kerajaan: Animalia; Filum: Chordata; Kelas: Mammalia; Ordo: Sirenia; Famili: Dugongidae; Subfamili: Dugonginae; Genus: Dugong (Lacépède, 1799); Spesies: Dugong dugon (Müller, 1776).

Nama Ilmiah (latin): Dugong dugon. Nama Indonesia: Duyung.

Referensi:

Baca artikel tentang alam lainnya:

Diposkan oleh: alamendah

Kategori: satwa

Tag: , , , , ,

91 Tanggapan to “Duyung (Dugong dugon) Sang Mamalia Laut”

  1. dalam cerita dongeng duyung sering digambarkan sebagai seorang wanita cantik yang bertubuh ikan ….

    By joe on 18 Oktober 2010 pada 10:23 pm

    1. meskipun cantik, tapi………,tetep za ikan.hehehe

      By hudaesce on 19 Oktober 2010 pada 1:42 pm

  2. Bila ada ikan putri duyung yang asli, repot kali ya mas untuk merawatnya ? Penjabarannya sangat menambah informasi mas.

    Dengan Mengatasi Permasalahan Yang Kecil; Maka, Kita Dapat Mengatasi Permaslahan Yang Besar”

    Sukses selalu.

    Salam ~~~ “Ejawantah’s Blog”

    By R. Indra Kusuma Sejati on 19 Oktober 2010 pada 2:13 am

    1. Terima kasih….

      By alamendah on 19 Oktober 2010 pada 6:35 pm

  3. kalo bicara tentang duyung saya cuman inget sama putri duyung
    ehehehe

    By hellgalicious on 19 Oktober 2010 pada 8:16 am

  4. walau bentuknya seperti itu, tetap saja cantik

    By komuter on 19 Oktober 2010 pada 12:24 pm

  5. Ikan Duyung…, enak ga ya..? 😀

    By dedekusn on 20 Oktober 2010 pada 6:00 am

  6. Lestari & tetap hidup pastinya harapan kita agar anak cucu kita bisa tetap tau ikan duyung bukan hanya dari dongeng…
    Piss ah… 🙂

    By Piss on 20 Oktober 2010 pada 6:03 am

  7. Meski ternyata tidak secantik putri duyung, Mamalia ini wajib dilestarikan. Jangan sampai nantinya menjadi mitos…..

    By si Gen on 20 Oktober 2010 pada 2:24 pm

  8. Wonderful blog! I truly love how it? s easy on my eyes as well as the data are well written. I am wondering how I can be notified whenever a new post has been made. I have subscribed to your rss feed which need to do the trick! Have a nice day!

    By baby kleidung on 20 Oktober 2010 pada 7:10 pm

  9. Seperti ikan paus ya, periode kelahirannya lama.. 😦
    Termasuk yang gampang punah ini… 😦

    By Asop on 22 Oktober 2010 pada 9:44 am

  10. ternyata namanya dungong juga ya…. aku pikir neh kata hanya dikonsumsi orang belitung aja….

    By Dasril Iteza on 26 Oktober 2010 pada 11:48 am

  11. Nice information, valuable and excellent design, as share good stuff with good ideas and concepts, lots of great information and inspiration, both of which we all need, thanks for all the enthusiasm to offer such helpful information here.

    By how to make beats on 30 Oktober 2010 pada 10:12 pm

  12. […] Duyung (Dugong dugon) Sang Mamalia Laut […]

    By Binatang Pandai Melakukan Masturbasi | Alamendah's Blog on 10 November 2010 pada 4:17 pm

  13. Thanks , I have just been looking for info about this topic for ages and yours is the greatest I have discovered till now. But, what about the conclusion? Are you sure about the source?

    By Download {Youtube|Video} {To|For} {Mobile|Phone} on 26 Januari 2011 pada 10:45 am

  14. […] Duyung atau Dugong (Dugong dugon) […]

    By Nama Latin dan Inggris 100 Hewan (Fauna) Indonesia | Alamendah's Blog on 6 Maret 2011 pada 6:21 am

  15. […] Duyung atau Dugong (Dugong dugon) […]

    By Nama Latin dan Inggris 100 Hewan (Fauna) Indonesia « latimojong on 12 Maret 2011 pada 6:27 am

Tinggalkan Balasan



Mobile Site | Full Site


Get a free blog at WordPress.com Theme: WordPress Mobile Edition by Alex King.