10 Agustus 2010 9:09 pm
Ceplukan atau ciplukan yang dalam bahasa latin disebut sebagai Physalis angulata merupakan salah satu tumbuhan herbal yang hidup semusim dan mempunyai tinggi sekitar 1 meter saja. Ceplukan atau ciplukan (Physalis angulata) yang mempunyai buah khas yang tertutup oleh pembesaran kelopak bunga ini kaya akan berbagai manfaat terutama sebagai tanaman herbal (obat-obatan).
Ceplukan atau ciplukan dikenal dengan berbagai nama daerah (lokal) seperti keceplokan, ciciplukan (Jawa), nyornyoran, yoryoran, (Madura), cecendet, cecendetan, cecenetan (Sunda), kopok-kopokan, kaceplokan, angket (Bali), leletep (sebagian Sumatra), leletokan (Minahasa), Kenampok, dedes (Sasak), lapunonat (Tanimbar, Seram), daun kopo-kopi, daun loto-loto, padang rase, dagameme, angket, dededes, daun boba, dan lain-lain.
Dalam bahasa Inggris dikenal sebagai cutleaf groundcherry, wild tomato, camapu, dan winter cherry. Sedangkan dalam bahasa ilmiah (latin) disebut sebagai Physalis angulata yang bersinonim dengan Physalis minima dan Physalis peruviana.
Diskripsi Ceplukan. Ceplukan merupakan tanaman semusim yang mempunyai tinggi sekitar 1 meter. Batang ciplukan berongga dan bersegi tajam.
Daun ceplukan berbentuk bulan telur dengan ujungnya yang meruncing. Tepi daun terkadang rata terkadang tidak dengan panjang daun antara 5-15 cm dan lebar 2-10 cm.
Bunga ceplukan (Physalis angulata) terdapat di ketiak daun, dengan tangkai tegak berwarna keunguan dan dengan ujung bunga yang mengangguk. Kelopak bunga berbagi lima, dengan taju yang bersudut tiga dan meruncing. Mahkota bunga menyerupai lonceng, berlekuk lima berwarna kuning muda dengan noda kuning tua dan kecoklatan di leher bagian dalam. Benang sari berwarna kuning pucat dengan kepala sari biru muda.
Buah ciplukan (Physalis angulata) terdapat dalam bungkus kelopak yang menggelembung berbentuk telur berujung meruncing berwarna hijau muda kekuningan, dengan rusuk keunguan, dengan panjang sekitar 2-4 cm. Buah buni di dalamnya berbentuk bulat memanjang berukuran antara 1,5-2 cm dengan warna kekuningan jika masak. Rasa buah ciplukan manis dan kaya manfaat sebagai herbal.
Pohon ceplukan diduga berasal dari daerah tropis Amerika dan tersebar ke berbagai kawasan di Amerika, Pasifik, Australia, dan Asia termasuk Indonesia. Di Indonesia, ciplukan tumbuh secara alami di semak-semak dekat pemukiman hingga pinggiran hutan. Tumbuhan yang kaya manfaat sebagai obat-obatan (herbal) ini mampu hidup hingga ketinggian 1.600 meter dpl.
Kaya Khasiat dan Manfaat. Ciplukan banyak dimanfaatkan sebagai tanaman herbal (obat-obatan). Akar tumbuhan ciplukan dapat digunakan sebagai obat cacing dan penurun demam.
Daun Ciplukan (Physalis angulata) bermanfaat sebagai obat penyembuhan patah tulang, busung air, bisul, borok, penguat jantung, keseleo, nyeri perut, dan kencing nanah. Sedangkan buah ciplukan sendiri sering dimakan langsung untuk mengobati epilepsi, sulit buang air kecil, dan penyakit kuning.
Pada pohon ceplukan mengandung senyawa-senyawa aktif yang antara lain saponin (pada tunas), flavonoid (daun dan tunas), polifenol, dan fisalin (buah), Withangulatin A (buah), asam palmitat dan stearat (biji), alkaloid (akar), Chlorogenik acid (batang dan daun), tannin (buah), kriptoxantin (buah), vitamin C dan gula (buah).
Ceplukan dapat dimanfaatkan sebagai antihiperglikemi, antibakteri, antivirus, imunostimulan dan imunosupresan (imunomodulator), antiinflamasi, antioksidan, analgesik, dan sitotoksik. Juga sebagai peluruh air seni (diuretic), menetralkan racun, meredakan batuk, mengaktifkan fungsi kelenjar-kelenjar tubuh dan anti tumor
Melihat aneka manfaat pohon ciplukan yang sedemikian besar sungguh mengherankan hingga sekarang belum ada satupun yang berusaha membudidayakannya. Tanaman ceplukan masih dibiarkan tumbuh liar secara alami. Dan kemarin, saya iseng-iseng mencari sosok pohon ceplukan disekitar tempat tinggal saya untuk mengambil gambarnya, tetapi hasilnya nihil. Saya hanya bisa menemukan gambar pohon kaya manfaat ini melalui bantuan ‘Om Google’.
Klasifikasi Ilmiah: Kerajaan: Plantae; Divisi: Magnoliophyta; Kelas: Magnoliopsida; Ordo: Solanales; Famili: Solanaceae; Genus: Physalis; Spesies: Physalis angulata. Sinonim: P. minima, P. peruviana. Nama Indonesia: Ceplukan atau Ciplukan.
Referensi:
Baca artikel tentang alam lainnya:
Diposkan oleh: alamendah
Kategori: flora
Tag: ceplukan, ciplukan, manfaat ceplukan, manfaat ciplukan, physalis angulata, tanaman herbal, tanaman obat
Mobile Site | Full Site
Get a free blog at WordPress.com Theme: WordPress Mobile Edition by Alex King.
mudah gak nyarinya yah ? Belum pernah lihat keknya 😦
informasi yang baik buat saya khususnya melihat khasiat yang disampaikan di atas.
trims 🙂
By arkasala on 11 Agustus 2010 pada 10:34 pm
Dulu di desa saya banyak tumbuh tapi kemarin coba nyari2 buat tak foto gak berhasil
By alamendah on 12 Agustus 2010 pada 11:13 am
wah, saya baru tau manfaat buah ciplukan begitu banyak…
info yang sangat menarik sekali bang
By Abdi Jaya on 11 Agustus 2010 pada 11:25 pm
Saya tahu tanaman ini…!!
Suka penasaran dengan bentuknya dan sering saya caplokin gitu…..
Ternyata tanaman kaya manfaat ya.
By zee on 12 Agustus 2010 pada 7:23 am
baru tau ada tanaman ini gan! makasih ya infonya 😀 (thumbs up)
By Tira on 12 Agustus 2010 pada 8:40 am
aha, saya pernah tau pohon ini tapi ga tau namanya
oo jadi namanya pohon ceplukan ya
hmmmm
By hellgalicious on 12 Agustus 2010 pada 9:22 am
yups, ceplukan….
By alamendah on 12 Agustus 2010 pada 11:11 am
ditempatku namanya buah letup-letup
By attayaya on 12 Agustus 2010 pada 11:00 am
letup-letup….
By alamendah on 12 Agustus 2010 pada 11:10 am
Gimana cara pemanfaatannya? Direbus? Dimakan langsung? Ato dimasak?
By Perempuan bodoh on 12 Agustus 2010 pada 11:49 am
Dimakan langsung juga bisa….
By alamendah on 17 Agustus 2010 pada 1:00 am
yaa….yyaaa….kayaknya waktu kecil pernah dipake main nih pohon….
By aming on 12 Agustus 2010 pada 12:28 pm
Dulu ketika masih kanak-kanak saya sering makan cecendet ini, rasanya enak. Tidak dicuci dulu karena buahnya tertutupi oleh kelopak. Dulu cecendet ini banyak tumbuh di sawah, tanpa sengaja ditanam. Sekarang sudah sangat jarang ditemukan.
Selamat beribadah puasa.
Salam
By Abdul Aziz on 12 Agustus 2010 pada 12:31 pm
Betul, Pak. Tumbuhan ini memang tumbuh liar dan gak ada yang membudidayakannya hingga sekarang.
By alamendah on 17 Agustus 2010 pada 1:04 am
oh kalau di daerah jawa barat mah disebut ‘cecenet’ itu teh kang. 🙂
ternyata berkhasiat juga yah.
By Den Hanafi on 12 Agustus 2010 pada 1:12 pm
ceplukan ini biasa tumbuh di depan rumah saya
By riFFrizz on 12 Agustus 2010 pada 1:57 pm
Great article, thanks for sharing this. I have subscribed to your RSS feed and am looking forward to reading more from you.
Keep up the good work and don’t stop posting please.
By the Success Ladder on 12 Agustus 2010 pada 2:35 pm
Thank you for your appreciation
By alamendah on 12 Agustus 2010 pada 7:03 pm
ada tuh didaerah saya
By berita hari ini on 12 Agustus 2010 pada 3:11 pm
ceplukan
jadi inget jaman kecil
By soewoeng plasu on 12 Agustus 2010 pada 3:21 pm
penggen ceplukan.
nyarinya dimana yah?
By koplak on 12 Agustus 2010 pada 3:22 pm
Saya nyari ketemu di google…
By alamendah on 17 Agustus 2010 pada 1:01 am