28 Juli 2010 8:41 pm
Celepuk siau (Otus siaoensis) merupakan salah satu burung langka dan terancam punah di dunia. Burung celepuk siau adalah burung endemik yang hanya terdapat di sebuah pulau kecil bernama “Siau” di Kabupaten Sangihe, Propinsi Sulawesi Utara. Burung yang masuk dalam kategori keterancaman tertinggi, Kritis (Critically Endangered) ini tidak lagi pernah terlihat kembali sejak pertama kali ditemukan pada tahun 1866.
Celepuk siau merupakan anggota burung hantu (ordo Strigiformes) yang dalam bahasa Inggris biasa disebut sebagai Siau Scops-owl. Sedangkan dalam nama ilmiah (latin) celepuk ini diberi nama Otus siaoensis.

Celepuk siau (Otus siaoensis). (gbr: http://www.birdlife.org)
Ciri, Habitat, dan Persebaran. Belum banyak data yang bisa menggambarkan ciri, habitat dan persebaran burung ini. Burung celepuk siau mempunyai ukuran tubuh yang relatif kecil, panjangnya sekitar 17 cm. Seperti burung hantu lainnya, terutama celepuk, burung endemik pulau Siau ini mempunyai ukuran kepala dan sayap yang relatif besar.
Burung langka ini termasuk binatang nokturnal yang lebih banyak aktif di malam hari terutama untuk berburu mangsa. Di siang hari, celepuk siau (Otus siaoensis) banyak menghabiskan waktunya untuk beristirahat.
Burung celepuk siau diyakini hanya terdapat di satu tempat yakni pulau Siau (Koordinat: 2°43’22″N 125°23’36″E) di Kabupaten Sangihe, Propinsi Sulawesi Utara, Indonesia. Di duga binatang endemik ini mendiami daerah di sekitar Danau Kepetta yang terletak di bagian Selatan Pulau Siau. Selain itu juga di sekitar Gunung Tamata yang berada di bagian tengah Pulau Siau. Meskipun populasi di habitat tersebut hanya berdasarkan pengakuan masyarakat sekitar.
Populasi dan Konservasi. Populasi burung endemik ini tidak diketahui dengan pasti, namun berdasarkan persebarannya yang hanya terbatas di pulau dan penampakan langsung yang jarang sekali, celepuk siau dikategorikan oleh IUCN Redlist dalam status konservasi Kritis (Critically Endangered) sejak tahun 2000. CITES juga memasukkan celepuk ini dalam Apendix II sejak 1998.
Bahkan penampakan visual burung ini secara langsung tidak pernah terjadi lagi sejak pertama kali ditemukan pada tahun 1866. Langkanya celepuk siau (Otus siaoensis) dimungkinkan karena berkurangnya habitat akibat deforestasi hutan untuk pemukiman maupun lahan pertanian.
Anehnya, meskipun telah terdaftar sebagai salah satu burung yang paling langka dan terancam kepunahan tapi ternyata burung ini tidak termasuk dalam salah satu satwa yang dilindungi di Indonesia. Entah karena kealpaan, sehingga burung ini lolos dari daftar satwa yang dilindungi Undang-undang Indonesia.
Incaran Penggemar Burung. Jumlah populasi, endemikitas, dan jarangnya penampakan membuat celepuk siau (Otus siaoensis) menjadi incaran para pengamat dan peneliti burung dari seluruh penjuru dunia. Namun hingga kini tidak satupun para peneliti tersebut yang dapat mengungkap keberadaan celepuk siau, apalagi bertemu langsung dengan spesies ini.
Organisasi sebesar UICN Redlist bekerja sama dengan Birdlife Internasional pernah mengadakan penelitian keberadaan burung celepuk siau ini pada 1998. Namun survey selama 32 hari itu tidak berhasil menemukan data keberadaan burung endemik langka ini, kecuali berdasarkan hasil wawancara dengan masyarakat setempat.
Hingga saat ini beberapa LSM lingkungan hidup lokal masih terus memburu eksistensi dan mengumpulkan data tentang burung celepuk siau ini dengan sokongan dana dari Wildlife Conservation Society.
Mungkin diantara sobat pembaca Alamendah’s Blog ada yang tertarik untuk ikut serta melakukan riset keberadaan burung endemik pulau Siau, Sulawesi Utara ini?. Dengan menemukan atau memfoto salah satu spesies endemik ini bisa dipastikan sobat akan menjadi selebritis baru di dunia taksonomi dan konservasi burung.
Klasifikasi ilmiah: Kerajaan: Animalia; Filum: Chordata; Kelas: Aves; Ordo: Strigiformes; Famili: Strigidae; Genus: Otus; Spesies: O. siaoensis
Nama binomial: Otus siaoensis (Schlegel, 1873). Nama Indonesia: Celepuk siau.
Referensi dan gambar: http://www.birdlife.org; http://www.iucnredlist.org
Baca artikel tentang alam lainnya:
Diposkan oleh: alamendah
Kategori: satwa
Tag: burung langka, celepuk siau, Endemik, otus siaoensis, pulau siau, siau scops owl, sulawesi utara
Mobile Site | Full Site
Get a free blog at WordPress.com Theme: WordPress Mobile Edition by Alex King.
konon burung ini lambang kebijaksanaan.
semoga warga dunia menjadi bijaksana untuk tak memburunya.. 🙂
By bakulrujak on 30 Juli 2010 pada 2:36 pm
Moga saja burung ini tdk punah ya mas
By Dinohp on 30 Juli 2010 pada 4:09 pm
kok enggak pernah ada yah di kebun binatang? ….
By gadgetboi on 30 Juli 2010 pada 5:10 pm
Salam kenal Mas . . . mampir ke blog baru kami ya . . . mohon dukungannya 🙂
By School Contest 4 on 30 Juli 2010 pada 6:24 pm
Klo ayamcinta bahasa latinnya apa yaks… Hahahahaha
By Ayam Cinta on 30 Juli 2010 pada 7:23 pm
Wah, udah lama banget penampakannya, Mas…
Jangan2 emang sudah punah 😦
By Kakaakin on 30 Juli 2010 pada 8:08 pm
Hayoo… siapa yang mau jadi selebriti baru?? 🙂
By Kaka Akin on 30 Juli 2010 pada 8:15 pm
Sayang sekali kalau harus punah….
By Masdin on 30 Juli 2010 pada 8:46 pm
konon orang jawa bialang :
malam-malam bakar daging burung hantu itu cepat banget untuk mendangkan hantu..
hehe iseng-iseng semasa sekolah duluh,nyobain dan ternyata beneran 😀
salam adem ayem mas
By andipeace on 30 Juli 2010 pada 8:48 pm
mereka punah pasti karena ulah tangan manusia yg jahil
sedih juga ya kalau mereka harus punah 😦
By abu ghalib on 30 Juli 2010 pada 9:34 pm
Saya gak tau apakah termasuk jenis ini burung hantu yang ada di tempat kerja saya. Setiap malam selalu ribut beterbangan mencari mangsa, maklum dekat dengan persawahan and banyak tikusnya.
By HALAMAN PUTIH on 30 Juli 2010 pada 9:45 pm
jangan-jangan, burung itu sudah tak ditemukan lagi karena sudah punah…
By Abdi Jaya on 30 Juli 2010 pada 10:26 pm
Gara2 uang, burung di punahkan
Berbagi video dan foto aura kasih
By aura kasih on 30 Juli 2010 pada 11:41 pm
menyongsong datangnya bulan Romadhon, mari kita mempersiapkan diri untuk hati yang lebih bersih dan rasa saling menghormati. mohon maaf kalau komentar ini sekedar menyapa, tidak sesuai dengan isi postingan 22:05
By www.budies.info on 31 Juli 2010 pada 5:11 am
[…] the original post here: Celepuk Siau (Otus siaoensis) Langka Endemik Sulawesi Utara … Tags: burung-ini, car, celepuk-siau, cerita malam pertama, habitat-akibat, hari-terutama, […]
By Celepuk Siau (Otus siaoensis) Langka Endemik Sulawesi Utara … - Rahsia Jana Wang Mudah on 31 Juli 2010 pada 10:18 am