Alamendah's Blog


Beranda | Laman | Arsip


Wereng Batang Coklat, Hama Padi yang Sulit Dibasmi

26 Juni 2010 6:37 pm

Wereng Batang Coklat (Nilaparvata lugens) atau disebut juga Wereng Coklat merupakan salah satu hama tanaman padi yang paling berbahaya dan sulit dibasmi. Bersama beberapa jenis wereng lainnya seperti wereng hijau (Nephotettix spp.) dan wereng punggung putih (Sogatella furcifera), wereng batang coklat telah banyak merugikan petani padi bahkan mengakibatkan puso dan gagal panen.

Wereng batang coklat, sebagaimana jenis wereng lainnya, menjadi parasit dengan menghisap cairan tumbuhan sehingga mengakibatkan perkembangan tumbuhan menjadi terganggu bahkan mati. Selain itu, wereng batang coklat  (Nilaparvata lugens) juga menjadi vektor (organisme penyebar penyakit) bagi penularan sejumlah penyakit tumbuhan yang diakibatkan virus serta menyebabkan tungro.

Wereng batang coklat (Nilaparvata lugens)

Ciri ciri tanaman padi yang diserang hama wereng batang cokelat adalah warnanya berubah menjadi kekuningan, pertumbuhan terhambat dan tanaman menjadi kerdil. Pada serangan yang parah keseluruhan tanaman padi menjadi kering dan mati, perkembangan akar merana dan bagian bawah tanaman yang terserang menjadi terlapisi oleh jamur.

Hama wereng batang coklat hidup pada pangkal batang padi. Binatang ini mempunyai siklus hidup antara 3-4 minggu yang dimulai dari telur (selama 7-10 hari), Nimfa (8-17 hari) dan Imago (18-28 hari). Saat menjadi nimfa dan imago inilah wereng batang coklat menghisap cairan dari batang padi.

Hama Padi yang Sulit Dibasmi. Wereng menjadi hama padi yang paling berbahaya dan paling sulit dikendalikan apalagi dibasmi. Sulitnya memberantas hama padi ini lantaran wereng batang coklat mempunyai daya perkembangbiakan yang cepat dan cepat menyesuaikan diri terhadap perubahan lingkungan.

Batang padi yang diserang wereng batang coklat (gambar: ricehoppers.net)

Tidak jarang, hama wereng batang coklat (Nilaparvata lugens) tahan terhadap berbagai insektisida dan pestisida, sehingga sering kali para petani memberikan dosis pestisida yang berlipat ganda bahkan dengan mengoplos beberapa merk pestisida sekaligus. Dan semua usaha pengendalian dan pengobatan dengan menggunakan pestisida itu tidak pernah berhasil tuntas membasmi wereng batang coklat.

Penggunaan varietas bibit padi yang tahan hama juga tidak dapat bertahan lama dan terus menerus. Sekali dua kali musim tanam memang varietas padi tahan wereng mampu melawan, namun untuk selanjutnya varietas tersebutpun musti takluk oleh wereng batang coklat (Nilaparvata lugens).

Musuh Alami Wereng Sirna. Dalam kondisi normal, alam selalu mampu menjaga keseimbangan. Keseimbangan alam selalu menjaga agar tidak pernah ada sebuah spesies yang membludak populasi karena kan dikendalikan oleh spesies lainnya. Populasi tikus dikendalikan oleh ular dan elang, populasi rusa dikendalikan oleh harimau. Demikian juga populasi berbagai jenis hama lainnya tak terkecuali wereng batang coklat.

Predator-predator yang secara alami menjadi pemangsa dan mengendalikan populasi wereng batang coklat (Nilaparvata lugens) antara lain beberapa jenis laba-laba, kumbang, belalang, kepik, hingga capung, seperti:

Sayangnya spesies-spesies yang secara alami mempunyai kemampuan membasmi dan mengendalikan hama wereng batang coklat tersebut banyak yang telah sirna akibat pola tanam dan pengelolaan pertanian yang kurang ramah lingkungan.

Klasifikasi ilmiah. Kerajaan: Animalia; Filum: Arthropoda; Upafilum: Hexapoda; Kelas: Insecta; Ordo: Hemiptera; Famili: Delphacidae; Genus: Nilaparvata; Spesies: Nilaparvata lugens.

Nama binomial: Nilaparvata lugens; Nama Indonesia: Wereng Coklat, Wereng Batang Coklat

Referensi:

Baca artikel tentang alam lainnya:

Diposkan oleh: alamendah

Kategori: lingkungan hidup, satwa

Tag: , , , , ,

82 Tanggapan to “Wereng Batang Coklat, Hama Padi yang Sulit Dibasmi”

  1. di balak banyuwangi jg terserang wreng batang hitam hancur total apa bos obatnhya ?

    By husnadi on 25 Oktober 2011 pada 8:46 pm

  2. saya mau mencari ciri2 wereng batang coklat.
    Tolong dong kasih tau penting banget ni……..

    By desti ahmad on 19 November 2011 pada 10:21 am

    1. biasanya ada di padi sawah, binatangnya kecil kerkolono warna coklat

      By wereng on 21 November 2016 pada 2:06 pm

  3. ada yang tau ga klasifikasi WBC??

    By Vera on 14 Januari 2012 pada 3:44 pm

  4. Apakah ada Pestisida nabati untuk hama ini ??

    By Syaifudin Anshori on 15 Februari 2012 pada 4:24 am

  5. padi diwilayah prambon itu g bs lgsg klihatan segar n ada jg yg kuning” itu dsebabkan oleh ap y?

    By sukrismanto on 23 Maret 2012 pada 2:34 pm

  6. […] Wereng Batang Coklat, Hama Padi yang Sulit Dibasmi […]

    By Tomcat, Semut Kayap, atau Semut Semai | Alamendah's Blog on 24 Maret 2012 pada 11:00 pm

  7. bos jadi pembasminya ap?yang nabati to alami aj bos ada ga?

    By rajesh on 11 April 2012 pada 9:41 am

  8. bos jadi pembasminya ap?yang nabati to alami aj bos ada ga?biar petani bisa lebih maju n berhasil

    By nurilahi on 11 April 2012 pada 9:42 am

  9. mantap,.,. untuk Praktek Penyuluhan.,,

    By Bayu on 8 Juni 2012 pada 4:58 pm

  10. […] Wereng Batang Coklat, Hama Padi yang Sulit Dibasmi […]

    By Semut Rangrang Sang Pengendali Hama Alami | Alamendah's Blog on 8 Oktober 2012 pada 8:59 pm

  11. cegah wereng dan hama lainnya, biasanya sy mencampuri benih padi sebelum sebar dg regent merah(selain benih tumbuh cepat, orong2 dan belalang juga dpt dikemdalikn). Wktu mupuk pertama umur 10 hr stlah pindah t anam, biasanya sy campur pupuk+ regent tabur, kalo ada serangan wereng umur 25-30 hst, sy semprot dg regent WG+ applaud(kalo mau bs dikasi perekat) sebanyak 3x, interval 3 hr + 3 hr + 7hr. Utk sawah dg pengairan yg terus- menerus ada maka sy kasi ikan sampai umur 40 hst. smoga ini bs bermanfaat

    By herman on 7 Februari 2013 pada 9:58 pm

  12. […] Wereng Batang Coklat, Hama Padi yang Sulit Dibasmi […]

    By sigitari95 on 11 Februari 2013 pada 10:06 am

  13. Apa nama pestisida untuk membasmi hama padi yang mirip nyamuk?

    By Nur Syamsi on 13 Juni 2015 pada 3:46 pm

    1. OBR, PLENUM APLAUD

      By ZAINAL on 24 Juli 2015 pada 11:53 am

  14. Terimakasih karena telah membantu saya

    By Buyung on 25 Oktober 2015 pada 8:20 pm

Tinggalkan Balasan



Mobile Site | Full Site


Get a free blog at WordPress.com Theme: WordPress Mobile Edition by Alex King.