14 Juni 2010 7:07 pm
Gandaria merupakan nama pohon dan buah yang mempunyai nama latin (ilmiah) Bouea macrophylla. Pohon gandaria juga ditetapkan sebagai flora identitas dari provinsi Jawa Barat, mendampingi macan tutul (Panthera pardus) yang ditetapkan sebagai fauna identitas provinsi Jawa Barat.
Pohon gandaria (Bouea macrophylla) disebut juga sebagai ramania atau kundangan di beberapa daerah di Indonesia disebut dengan berbagai nama yang berbeda seperti gandaria (Jawa), jatake, gandaria (Sunda), remieu (Gayo), barania (Dayak ngaju), dandoriah (Minangkabau), wetes (Sulawesi Utara), Kalawasa, rapo-rapo kebo (Makasar), buwa melawe (Bugis).
Gandaria dimanfaatkan mulai dari buah, daun, hingga batangnya. Buah gandaria yang masih muda sering dikonsumsi sebagai rujak atau campuran sambal gandaria. Buah gandaria yang matang dapat dimakan langsung. Daun gandaria sering digunakan sebagai lalap. Sedangkan batang gandaria dapat dimanfaatkan sebagai papan dan bahan bangunan.
Ciri-ciri. Pohon gandaria (Bouea macrophylla) mempunyai tinggi hingga mencapai 27 meter. Pohon yang ditetapkan sebagai flora identitas Jawa Barat ini memiliki tajuk yang membulat, rimbun dengan untaian daunnya yang berjuntai. Pohon ini lambat pertumbuhannya.
Daun gandaria berbentuk bundar telur memanjang sampai lanset atau jorong. Permukaan daun mengkilat dan mempunyai ujungnya yang runcing. Ukuran daunnya berkisar antara 11- 45 cm (panjang) dan 4 – 13 cm (lebar).
Bunga gandaria muncul dari ketiak daun dan berbentuk malai. Bunga berwarna kekuningan yang kemudian berubah kecoklatan.
Buah gandaria berbentuk agak bulat dengan diameter antara 2.5-5 cm. Buah gandaria yang masih muda berwarna hijau. Ketika mulai tua dan matang buah berwarna kuning hingga jingga. Buah gandaria memiliki daging buah yang mengeluarkan cairan kental. Buah ini memiliki bau khas yang menyengat dan memiliki rasa agak asam hingga manis.
Untuk perbanyakan pohon gandaria (Bouea macrophylla) bisa melalui persemaian biji ataupun dengan cara mencangkok.
Habitat dan Persebaran. Tanaman gandaria (Bouea macrophylla) merupakan tumbuhan asli Indonesia yang juga terdapat di semenanjung Malaysia dan Thailand. Di Indonesia tanaman ini banyak ditemukan di Sumatera, Jawa, Kalimantan dan Maluku.
Pohon gandaria tumbuh di daerah beriklim tropis yang basah. Secara alami, tumbuhan yang menjadi flora identitas provinsi Jawa barat ini tumbuh di daerah dataran rendah hingga pada ketinggian 300 meter dpl. Namun pada tanaman yang dibudidayakan, gandaria mampu tumbuh dengan baik hingga ketinggian 850 meter dpl.
Pemanfaatan. Gandaria dimanfaatkan mulai dari buah, daun, hingga batangnya. Buah gandaria yang masih muda banyak dimanfaatkan sebagai rujak atau sebagai campuran pada sambal gandaria yang banyak diminati di Jawa Barat (Sunda). Buah Gandaria yang masih muda dapat pula diramu menjadi rujak Kanistren yang dipergunakan dalam upacara Tebus Wetengan pada saat wanita sunda hamil 7 bulan. Selain dibuat asinan dan sirup buah gandaria yang sudah matang juga dapat dikonsumsi (dimakan) langsung.
Daun gandaria yang masih muda sering kali dimanfaatkan sebagai lalap. Sedangkan batang pohon gandaria bisa digunakan sebagai papan dan bahan bangunan lainnya.
Di samping manfaat dari buah, daun, dan batang (kayu) gandaria. Pohon ini juga cocok ditanam di halaman sebagai tanaman peneduh karena memiliki tajuk yang lebat.
So, gak ada salahnya ikut berpartisipasi dalam program one man one tree sekaligus mensukseskan tahun 2010 sebagai Tahun Internasional Biodiversity dengan menanam pohon gandaria.
Klasifikasi Ilmiah: Kerajaan: Plantae; Divisi: Magnoliophyta; kelas: Magnoliopsida; Ordo: Sapindales; Famili: Anacardiaceae; Genus: Bouea; Spesies: Bouea macrophylla.
Nama Binomial: Bouea macrophylla. Nama Indonesia: Gandaria
Referensi:
Baca artikel tentang alam lainnya:
Diposkan oleh: alamendah
Kategori: flora
Tag: bouea macrophylla, Buah, flora identitas, gandaria, jawa barat, provinsi, tanaman
Mobile Site | Full Site
Get a free blog at WordPress.com Theme: WordPress Mobile Edition by Alex King.
Kunjungan malam hari setelah melihat goal PERTAMA bunuh diri team denmark…p
By dykapede on 14 Juni 2010 pada 7:34 pm
Kedua…pamitan pegi…
By dykapede on 14 Juni 2010 pada 7:36 pm
Ketiga…kabuuuuuuuurrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrr……
By dykapede on 14 Juni 2010 pada 7:37 pm
[…] This post was mentioned on Twitter by alamendah, alamendah. alamendah said: Pohon Gandaria Flora Identitas Provinsi Jawa barat http://ping.fm/cJhKS […]
By Tweets that mention Pohon Gandaria Flora Identitas Provinsi Jawa barat | Alamendah's Blog -- Topsy.com on 14 Juni 2010 pada 7:39 pm
Perasaan saya baru kenal deh om..!!!1
By Deka on 14 Juni 2010 pada 7:55 pm
amankan kliimmaaxxx…..
By aming on 14 Juni 2010 pada 7:56 pm
kalau inget kata2 gandaria jadi inget nama jalan di jln raya bogor..depan pabrik panasonic gobel
By aming on 14 Juni 2010 pada 7:57 pm
Hmm.. Kayak apa ya pohonnya, belum pernah lihat saya, tapi kalau dirujak enak oke lah, secara gitu, saya suka rujak !
By riFFrizz on 14 Juni 2010 pada 8:02 pm
buahnya mirip alpukat ya… tapi lebih bulet…
By Irawan on 14 Juni 2010 pada 8:21 pm
Iya Mas, awalnya saya penasaran jenis pohon apa ya ini. Setelah melihat jenis buahnya, ternyata dalam bahasa Bali, disebut pohon Sentul. Makasi infonya…
By TuSuda on 14 Juni 2010 pada 8:51 pm
saya kq blom pernah makan ini buah ya?
By masndol on 14 Juni 2010 pada 9:44 pm
berapa lama ditanam hingga sampe berbuah mas
By rumahsehatafiat on 14 Juni 2010 pada 10:34 pm
Mampir di blog penuh pohon dan penuh satwa.
Jadi makin nambah perbendaharaan
By marsupilami on 14 Juni 2010 pada 11:10 pm
Blog ini telah sukses menjadi Blog Raksasa.
Selamat dan Sukses.
Aku jek kelingan awal2 saya datang kesini pas posting air tiga rasa Rejenu, derahku… 😀
By marsupilami on 14 Juni 2010 pada 11:12 pm
wah pohon nya kaya apa ya?????
buahnya kaya alpukat yah….
By endra on 15 Juni 2010 pada 12:47 am