28 Mei 2010 8:40 pm
Elang Flores (Spizaetus floris) merupakan salah satu jenis raptor (burung pemangsa) endemik yang dipunyai Indonesia. Sayangnya elang flores yang merupakan burung pemangsa endemik flores (Nusa Tenggara) ini kini menjadi raptor yang paling terancam punah lantaran populasinya diperkirakan tidak melebihi 250 ekor sehingga masuk dalam daftar merah (IUCN Redlist) sebagai Critically Endangered (Kritis). Status konservasi dan jumlah populasi ini jauh di bawah Elang Jawa (Spizaetus bartelsi) yang status konservasinya Endangered (Terancam).
Elang flores (Spizaetus floris) semula dikelompokkan sebagai anak jenis (subspesies) dari elang brontok (Spizaetus cirrhatus) dengan nama ilmiah (Spizaetus cirrhatus floris). Tetapi mulai tahun 2005, elang flores ditetapkan sebagai spesies tersendiri. Dan saat itu pula, elang flores yang merupakan raptor endemik Nusa Tenggara dianugerahi status konservasi Critically Endangered. Daftar burung langka lainnya silahkan baca: Daftar Burung Langka dan Terancam Punah.
Elang flores dalam bahasa inggris dikenal sebagai Flores Hawk-eagle. Dalam bahasa ilmiah (latin) dikenal sebagai Spizaetus floris.
Ciri-ciri. Burung elang flores mempunyai ukuran tubuh yang sedang, dengan tubuh dewasa berukuran sekitar 55 cm. pada bagian kepala berbulu putih dan terkadang mempunyai garis-garis berwarna coklat pada bagian mahkota.
Tubuh elang flores berwarna coklat kehitam-hitaman. Sedangkan dada dan perut raptor endemik flores ini ditumbuhi bulu berwarna putih dengan corak tipis berwarna coklat kemerahan. Ekor elang flores berwarna coklat yang memiliki garis gelap sejumlah enam. Sedangkan kaki burung endemik ini berwarna putih.
Persebaran, Populasi, dan Konservasi. Elang flores merupakan raptor (burung pemangsa) endemik Nusa Tenggara yang hanya dapat ditemukan di pulau Flores, Sumbawa, Lombok, Satonda, Paloe, Komodo, dan Rinca.
Burung ini biasa mendiami hutan-hutan dataran rendah dan hutan submontana sampai ketinggian 1600 meter di atas permukaan laut (m. dpl).
Populasi raptor endemik flores ini di alam bebas diperkirakan tidak lebih dari 250 ekor individu dewasa (IUCN Redlist, 2005). Lantaran sedikitnya jumlah individu dan persebaran populasinya yang sempit maka elang flores (Spizaetus floris) langsung ditetapkan sebagai salah satu spesies burung dengan status konservasi “kritis” (Critically Endangered) sejak pertama kali raptor endemik ini berstatus sebagai spesies tersendiri yang terpisah dari elang brontok.
UPDATE : Nama resmi genus Elang Flores kini berubah dari Spizaetus menjadi Nisaetus. Sehingga nama latin hewan ini yang resmi kini adalah Nisaetus floris.
Klasifikasi Ilmiah: Kerajaan: Animalia; Filum: Chordata; Kelas: Aves; Ordo: Falconiformes; Famili: Accipitridae; Genus: Spizaetus; Species: Spizaetus floris
Referensi:
www.iucnredlist.org/apps/redlist/details/150770/0; www.burung.org; raptorindonesia.org; Gambar: www.arkive.org/flores-hawk-eagle/spizaetus-floris; www.globaltwitcher.com/photo_info.asp?photoid=20197;
Baca Artikel tentang Alam Lainnya:
Diposkan oleh: alamendah
Kategori: satwa
Tag: burung langka, burung pemangsa, elang, elang flores, elang langka, Endemik, flores, nusa tenggara, raptor, spizaetus floris
Mobile Site | Full Site
Get a free blog at WordPress.com Theme: WordPress Mobile Edition by Alex King.
pemerintah harus menggalakkan pelestarian Elang ni kayaknya!!!!
By dafiDRiau on 29 Mei 2010 pada 3:53 pm
Burung yang sangat indah! Jangan sampai punah!
By Aura Pelupa on 29 Mei 2010 pada 4:12 pm
Penangkaran harus diusahakan agar tidak punah!
By Aura Pelupa on 29 Mei 2010 pada 4:13 pm
Elang Flores…satu lagi satwa di Indonesia yang perlu dilindungi dari kepunahan!
Wajahnya ternyata imut juga ya 🙂
By bintangtimur on 29 Mei 2010 pada 4:35 pm
Elang Flores sepertinya galak2 ya?
By Nanang Abdullah on 29 Mei 2010 pada 4:48 pm
elangnya kok aneh ya mas…. 😉 jambulnya itu kek kipli… 😆
By novi on 29 Mei 2010 pada 6:00 pm
elang… aq suka burung elang, karena matanya tajam… kalau elang bondol tuh apa ya Lam? secara dulu himpunan mahasiswa jurusanku pake lambang elang bondol/haliaster
By sunflo on 29 Mei 2010 pada 6:02 pm
kelihatan menggemaskan begitu didekati ganas ,imut memang
elang yang cantik.
By maria on 29 Mei 2010 pada 6:11 pm
di daerahku juga tidak pernah terlihat elang lagi
By munir ardi on 29 Mei 2010 pada 6:12 pm
wah..
eman kalo sampe punah….
By andtheree on 29 Mei 2010 pada 9:27 pm
Subhanallah… burung yang cantik. 🙂
By Asop on 29 Mei 2010 pada 10:38 pm
baru denger ada elang flores..
bentuknya unik juga
By annosmile on 29 Mei 2010 pada 10:57 pm
tetangga saya di sumbawa dulu pernah dapat mas.. apa mungkin elang ini ya..
By arsumba on 29 Mei 2010 pada 11:16 pm
elang yan berpenampilan bagus
tapi kenapa hewan di negeri ini semua pada hampir punah
selamat berakhir pekan, salam dari pamekasan madura
By citromduro on 30 Mei 2010 pada 2:08 am
subhanalloh … cantik banget yah burung elangnya … tidak kalah cantik dengan burung elang kebanggaan amerika yang menjadi simbol AU-nya … kenapa saya baru tahu pas sudah mau punah … 😦
By rangga aditya on 30 Mei 2010 pada 6:52 am