7 April 2010 7:26 pm
Perilaku bijak saat di pantai itu perlu. Pantai-pantai Indonesia yang indah dan menawan dengan berbagai kekayaan yang terkandung di dalamnya memerlukan sikap dan perilaku yang bijak dari kita agar terhindar dari kerusakan dan tetap indah.
Perilaku bijak saat rekreasi maupun melakukan olahraga di pantai ini, meski kecil, namun sangat penting kita lakukan untuk tetap mempertahankan keindahan pantai dan kelestarian biota yang terdapatnya. Tingkat abrasi pantai yang sangat tinggi, seyogyanya tidak kita perparah lagi dengan sikap dan perilaku kita yang kurang bijak dan bersahabat di pantai.
Perilaku dan sikap bijak saat berada di pantai itu antara lain:
Perilaku membuang sampah di pantai atau laut selain mengotori pantai dan laut juga dapat menyebabkan kematian biota laut. Sebagai contoh, penyu, anjing laut, dan satwa lain sering kali memakan sampah-sampah plastik yang mengambang di laut karena menyangka ubur-ubur. Sampah plastik ini tidak dapat dicerna oleh penyu, sehingga banyak menyebabkan kematian.
Sampah, terutama plastik, tidak dapat terurai di dalam laut dan akan terhanyut hingga ke lepas samudera. Dalam tahun 2006 PBB memperkirakan dalam setiap mil persegi terdapat 46.000 sampah plastik mengambang di lautan. Akibat sampah ini banyak binatang laut yang terperangkap dan mati. Diperkirakan, sampah plastik telah ’membunuh’ hingga 1 juta burung laut, 100.000 mamalia laut dan ikan-ikan yang tak terhitung jumlahnya.
Sering kali kita menjumpai para penjual awetan binatang-binatang laut seperti penyu dan taring ikan duyung. Sikap tidak membeli awetan satwa-satwa laut tersebut secara tidak langsung kita telah mengurangi perburuan dan eksploitasi biota laut secara berlebihan.
Terumbu karang banyak diperjualbelikan sebagai cindera mata. Padahal menurut studi yang dilakukan oleh COREMAP (2000), menyimpulkan bahwa kondisi terumbu karang Indonesia yang masih “sangat bagus” hanya 6,1% dan hanya 22,68% yang berstatus “bagus”. Selebihnya dalam kondisi rusak (31,46%) dan rusak berat (39,76 %).
Sikap tidak membeli cindera mata yang terbuat dari terumbu karang secara tidak langsung memberikan kontribusi pada usaha pelestarian terumbu karang di Indonesia.
Selain menghindari perilaku membeli cindera mata dari terumbu karang, perlu diperhatikan juga sikap untuk tidak menginjak atau memegang terumbu karang saat melakukan penyelaman.
Perlu diketahui, Indonesia Terumbu karang Indonesia juga memiliki keanekaragaman hayati tertinggi di dunia dengan lebih dari 18% dari total terumbu karang di dunia. Sejauh ini telah tercatat lebih dari 750 jenis karang yang termasuk kedalam 75 marga terdapat di Indonesia. Kekayaan alam ini jangan sampai rusak hanya gara-gara sikap kita yang kurang bijak saat menikmati keindahannya.
Menangkap ikan dengan menggunakan bahan peledak dan zat kimia selain merusak terumbu karang, perilaku ini juga berakibat mematikan biota laut lainnya yang bukan target.
Dengan sedikit perilaku dan sikap bijak kita di pantai semoga mampu mempertahankan dan menjaga keindakan pantai-pantai Indonesia sehingga kelak pantai-pantai itu masih tetap mampu mempesona anak cucu kita kelak.
Baca Juga:
Diposkan oleh: alamendah
Kategori: lingkungan hidup
Tag: abrasi pantai, kegiatan alam bebas, kerusakan laut, kerusakan pantai, laut, menjaga pantai, merusak pantai, pantai, pantai indonesia, perilaku bijak di laut, perilaku di laut, perilaku di pantai, sikap bijak, sikap bijak di pantai, terumbu karang
Mobile Site | Full Site
Get a free blog at WordPress.com Theme: WordPress Mobile Edition by Alex King.
Tq neh sharenya….
By buwel on 7 April 2010 pada 11:08 pm
Wisata pantai memang menyenangkan, tp sayang sbagian perilaku pengunjungnya emang memprihatinkan. Smoga pantai kita ttp terpelihara & ttp indah.
piss
By PISS on 7 April 2010 pada 11:22 pm
wah sudah lama tak mengunjungi pantai 🙂
btw salam kenal mas
By hahn on 7 April 2010 pada 11:22 pm
Yup sobat
Jangan biarkan keindahan pantai rusak hanya karena kecerobohan kita 🙂
By achoey on 7 April 2010 pada 11:39 pm
Jangan gunakan pantai utk bercumbu sembarangan 😆
By achoey on 7 April 2010 pada 11:40 pm
Pantay selalu indah… 🙂
>A’.. sshhtt.. jgn ungkap pengalaman pribadi.. Xiiiy..:D
By Em on 9 April 2010 pada 8:13 am
Saya setuju mas..mari kita semua jaga kelestarian kekayaan pantai dan laut milik kita semua..
By Dinoe on 7 April 2010 pada 11:45 pm
Bijak (bisa diajak) maksudnya diajak menjaga kebersihan pantai kita, salam hangat buat blog hijau
By mesin kasir on 8 April 2010 pada 3:50 am
Iya,jalannya di atas air ya.
By AISHALIFE-LINE on 8 April 2010 pada 3:55 am
kebanyakan pantai di indonesia (dimanapun) selalu kotor oleh ulah manusia. keindahannya jadi luntur tur tur turrrrr
By zulhaq on 8 April 2010 pada 6:27 am
izin mengamankan posisi…
salam superhangat
By cenya95 on 8 April 2010 pada 6:45 am
sedih jadinya kalo lingkungan kita tercemar.
salam superhangat
By cenya95 on 8 April 2010 pada 6:46 am
izin mengamankan posisi…
salam superhangat kembali
By cenya95 on 8 April 2010 pada 6:47 am
paling aman mencari tempat yang bersih nan indah.
salam superhangat kembali
By cenya95 on 8 April 2010 pada 6:54 am
Saya belum pernah ke pantai 😦
By Huang on 8 April 2010 pada 9:27 am
yuup… bunaken juga dilaporkan kembali mengalami masalah sampah di pantai dan sekitarnya.
masyarakat lokal dan pendatang/pengunjung harus memahami bahwa sampah menjadi suatu hal yang dapat sangat merusak lingkungan
By attayaya on 8 April 2010 pada 10:05 am
Prilaku bijak yang harus diaplikasikan.
By Bang Iwan on 8 April 2010 pada 11:46 am
Kita terkadang tidak sadar melakukan tindakan yang dapat membuat terganggunya kelestarian ekosistem disekitar pantai,…
namun dengan adanya postingan ini semoga saja tindakan itu bisa dikurangi.
By Bang Iwan on 8 April 2010 pada 11:48 am