11 Februari 2010 8:05 pm
Pelanduk atau Kancil sangat populer ditelinga bangsa Indonesia. Berbagai kisah fabel tentang kecerdikan Kancil begitu populer dan tertanam sejak kita kecil. Pun berbagai pepatah dan peribahasa tidak sedikit yang mempergunakan kata “Pelanduk” dan “Kancil”. Siapa yang menyangka jika kepopuleran Pelanduk dan Kancil ternyata berbalik dengan pengetahuan tentang mamalia kecil ini yang dalam status konservasi IUCN Redlist dikategorikan sebagai Data Deficient atau “Informasi Kurang”.
Kancil atau Pelanduk merupakan spesies sebangsa Rusa dari genus Tragulus yang memiliki tubuh kecil. Sedikitnya terdapat 6 spesies Kancil atau Pelanduk yang terdapat di Asia Tenggara. Yang sering dijumpai di Indonesia adalah Tragulus javanicus, Tragulus napu dan Tragulus kanchil.
Pelanduk atau Kancil (Tragulus javanicus) dalam bahasa Inggris disebut Javan Chevrotain, Java Mousedeer, Javan Mousedeer, Kanchil, dan Lesser Mouse Deer. Sedang dalam bahasa Belanda biasa disebut Kleine Kantjil.
Ciri-ciri dan Habitat Pelanduk. Kancil atau Pelanduk (Tragulus javanicus) mempunyai ukuran tubuh yang kecil seukuran dengan kelinci. Panjang tubuhnya sekitar 20-25 cm. Tubuh bagian atas Kancil atau Pelanduk berwarna coklat kemerahan, sedangkan tengkuk bagian tengah biasanya lebih gelap daripada bagian tubuh lainnya. Bagian bawah berwarna putih dengan batas sedikit kecoklatan di tengah, tanda khusus di kerogkongan dan dada bagian atas berwarna coklat tua.
Raut muka Kancil atau Pelanduk (Tragulus javanicus) berwarna putih, terlihat seperti sebuah garis dari dagu sampai dada. Kancil jantan tidak mempunyai tanduk tetapi mempunyai gigi taring yang yang memanjang keluar dari mulutnya.
Kancil atau Pelanduk merupakan binatang herbivora yang menyukai rumput, daun-daunan yang berair, kecambah, buah-buahan yang jatuh di tanah, kulit pisang, papaya, ubi, dan ketela. Binatang ini mempunyai masa mengandung selama 137-155 hari dan akan menyusui bayinya hingga berusia antara 60-70 hari.
Habitat Pelanduk atau Kancil (Tragulus javanicus) di hutan primer dan sekunder yang cukup lebat atau tanah kering di dataran rendah atau kaki bukit tidak jauh dari sungai dengan vegetasi lebat. Di Indonesia Kancil dapat ditemukan di Sumatra, Kalimantan, Jawa, dan pulau-pulau kecil di sekitarnya. Selain itu Pelanduk dapat dijumpai pula di Malaysia.
Populasi dan Konservasi. Populasi Kancil atau Pelanduk (Tragulus javanicus) hingga kini tidak dketahui dengan pasti. Baik oelh pemerintah Indonesia maupun oleh organisasi konservasi lingkungan hidup lainnya. Karena itu IUCN Redlist memasukkannya dalam status konservasi “Data Deficient” (DD; Informasi Kurang) yang berarti selama lima tahun terakhir belum diadakan evaluasi atau penelitian ulang.
Kancil bersama semua anggota genus Tragulus merupakan satwa yang dilindungi oleh pemerintah Indonesia berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1999.
Spesies Lainnya. Sedikitnya terdapat 6 spesies Kancil atau Pelanduk yang tergabung dalam genus Tragulus. Keenam spesies tersebut yaitu:
Sebuah ironi memang mengingat begitu populernya kisah fabel Kancil yang cerdik bahkan licik dan banyaknya peribahasa dan pepatah dalam budaya kita (Melayu dan Jawa) yang menggunakan kata Kancil dan Pelanduk tetapi ternyata kita kekurangan data (Data Deficient) mengenai binatang berspesies Tragulus javanicus ini.
Tapi paling tidak, masyarakat di kabupaten Natuna cukup mengenal binatang ini terutama setelah diolah menjadi “Sate Kancil”. Lho, kok?.
Klasifikasi ilmiah: Kingdom: Animalia; Filum: Chordata; Kelas: Mammalia; Ordo: Artiodactyla; Famili: Tragulidae; Genus : Tragulus; Spesies : Tragulus javanicus
Referensi: IUCN Redlist. Gambar: http://www.malaysiasite.nl
Baca Juga:
Anda dapat melihat daftar seluruh tulisan di: Daftar catatan
Diposkan oleh: alamendah
Kategori: satwa
Tag: binatang dilindungi, ciri, gambar kancil, gambar pelanduk, kancil, nama ilmiah, pelanduk, sate kancil, status konservasi, tragulus javanicus
Mobile Site | Full Site
Get a free blog at WordPress.com Theme: WordPress Mobile Edition by Alex King.
mas alpian apa benar ditempat mas alpian banyak kancil, mas tinggal dimn? tolong hub saya 081328250459
By sem on 15 Juli 2011 pada 11:56 am
[…] Pelanduk (Kancil) Populer Tapi Data Deficient […]
By Perbedaan Rusa dan Kijang | Alamendah's Blog on 8 September 2011 pada 9:14 pm
[…] Kancil atau Pelanduk atau Java Mouse-deer (Tragulus javanicus) […]
By Nama Latin dan Inggris 100 Hewan (Fauna) Indonesia « crazywrite88 on 14 November 2011 pada 5:28 pm
ih imut kayak aku
By phoebe on 26 November 2011 pada 8:13 pm
[…] Kancil atau Pelanduk atau Java Mouse-deer (Tragulus javanicus) […]
By Nama taumbuhan dan hewan (BIOLOGI) « diyanakhalida on 30 November 2011 pada 7:42 pm
[…] Kancil Jawa (Tragulus javanicus) endemik Jawa. […]
By Keanekaragaman Hayati Di Indonesia | rizki2812 on 1 Desember 2011 pada 8:50 pm
[…] Kancil Jawa (Tragulus javanicus) endemik Jawa. […]
By Daftar Hewan Endemik Indonesia « zainab76 on 15 Februari 2012 pada 6:34 pm
[…] Kancil Jawa (Tragulus javanicus) endemik Jawa. […]
By CONTOH DAFTAR HEWAN ENDEMIK INDONESIA « sababjalal on 21 Maret 2012 pada 11:21 pm
Ijin sebagai sumber tulisan ya. Terimakasih.
By Tri Sapta on 19 Mei 2012 pada 3:59 pm
wiiss kancilnya mantaaaaaaaaaaaab 😀 😛
By Kurniawan on 7 November 2012 pada 9:49 am
masa sih RT @Kurniawan wiiss kancilnya mantaaaaaaaaaaaab 😀 😛
By Kurniawan on 7 November 2012 pada 9:51 am
Kalu ingin mendengarkan suar kancil bisa download dimana?,,,,,,mohon info,,,,,
By jack on 17 November 2012 pada 9:11 am
[…] Kancil atau Pelanduk atau Java Mouse-deer (Tragulus javanicus) […]
By Nama latin 100 hewan atau fauna (binatang) Indonesia « Fachri's Blog on 18 Februari 2013 pada 9:07 am
dikalangan pemburu tradisional, pelanduk ada dua jenis. pelanduk akar dan pelanduk batang. pelanduk batang relatif besar. dan pelanduk akar berukuran kecil, namun memiliki ketahanan fisik yang luar biasa (sulit mati).
By lautan kata on 27 Juli 2013 pada 1:20 pm
Bagaimana cara mengembang iyakkan pelanduk jawa?….
By ilham on 14 Oktober 2013 pada 2:31 pm