6 Januari 2010 8:30 pm
Bekantan atau biasa disebut Monyet Belanda merupakan satwa endemik Pulau Kalimantan (Indonesia, Brunei, dan Malaysia). Bekantan merupakan sejenis kera yang mempunyai ciri khas hidung yang panjang dan besar dengan rambut berwarna coklat kemerahan. Dalam bahasa ilmiah, Bekantan disebut Nasalis larvatus.
Bekantan dalam bahasa latin (ilmiah) disebut Nasalis larvatus, sedang dalam bahasa inggris disebut Long-Nosed Monkey atau Proboscis Monkey. Di negara-negara lain disebut dengan beberapa nama seperti Kera Bekantan (Malaysia), Bangkatan (Brunei), Neusaap (Belanda). Masyarakat Kalimantan sendiri memberikan beberapa nama pada spesies kera berhidung panjang ini seperti Kera Belanda, Pika, Bahara Bentangan, Raseng dan Kahau.
Bekantan yang merupakan satu dari dua spesies anggota Genus Nasalis ini sebenarnya terdiri atas dua subspesies yaitu Nasalis larvatus larvatus dan Nasalis larvatus orientalis. Nasalis larvatus larvatus terdapat dihampir seluruh bagian pulau Kalimantan sedangkan Nasalis larvatus orientalis terdapat di bagian timur laut dari Pulau Kalimantan.
Binatang yang oleh IUCN Redlist dikategorikan dalam status konservasi “Terancam” (Endangered) merupakan satwa endemik pulau Kalimantan. Satwa ini dijadikan maskot (fauna identitas) provinsi Kalimantan Selatan berdasarkan SK Gubernur Kalsel No. 29 Tahun 1990 tanggal 16 Januari 1990. Selain itu, satwa ini juga menjadi maskot Dunia Fantasi Ancol.
Ciri-ciri dan Habitat Bekantan. Hidung panjang dan besar pada Bekantan (Nasalis larvatus) hanya dimiliki oleh spesies jantan. Fungsi dari hidung besar pada bekantan jantan masih tidak jelas, namun ini mungkin disebabkan oleh seleksi alam. Kera betina lebih memilih jantan dengan hidung besar sebagai pasangannya. Karena hidungnya inilah, bekantan dikenal juga sebagai Monyet Belanda.
Bekantan jantan berukuran lebih besar dari betina. Ukurannya dapat mencapai 75 cm dengan berat mencapai 24 kg. Kera Bekantan betina berukuran sekitar 60 cm dengan berat 12 kg. Spesies ini juga memiliki perut yang besar (buncit). Perut buncit ini sebagai akibat dari kebiasaan mengkonsumsi makanannya yang selain mengonsumsi buah-buahan dan biji-bijian mereka juga memakan dedaunan yang menghasilkan banyak gas pada waktu dicerna.
Bekantan (Nasalis larvatus) hidup secara berkelompok. Masing-masing kelompok dipimpin oleh seekor Bekantan jantan yang besar dan kuat. Biasanya dalam satu kelompok berjumlah sekitar 10 sampai 30 ekor.
Satwa yang dilindungi ini lebih banyak menghabiskan waktu di atas pohon. Walaupun demikian Bekantan juga mampu berenang dan menyelam dengan baik, terkadang terlihat berenang menyeberang sungai atau bahkan berenang dari satu pulau ke pulau lain.
Seekor Bekantan betina mempunyai masa kehamilan sekitar166 hari atau 5-6 bulan dan hanya melahirkan 1 (satu) ekor anak dalam sekali masa kehamilan. Anak Bekantan ini akan bersama induknya hingga menginjak dewasa (berumur 4-5 tahun).
Habitat Bekantan (Nasalis larvatus) masih dapat dijumpai di beberapa lokasi antara lain di Suaka Margasatwa (SM) Pleihari Tanah Laut, SM Pleihari Martapura, Cagar Alam (CA) Pulau Kaget, CA Gunung Kentawan, CA Selat Sebuku dan Teluk Kelumpang. Juga terdapat di pinggiran Sungai Barito, Sungai Negara, Sungai Paminggir, Sungai Tapin, Pulau Bakut dan Pulau Kembang.
Konservasi Bekantan. Bekantan (Nasalis larvatus) oleh IUCN Redlist sejak tahun 2000 dimasukkan dalam status konservasi kategori Endangered (Terancam Kepunahan) setelah sebelumnya masuk kategori “Rentan” (Vulnerable; VU). Selain itu Bekantan juga terdaftar pada CITES sebagai Apendix I (tidak boleh diperdagangkan secara internasional)
Pada tahun 1987 diperkirakan terdapat sekitar 260.000 Bekantan di Pulau Kalimantan saja tetapi pada tahun 2008 diperkirakan jumlah itu menurun drastis dan hanya tersisa sekitar 25.000. Hal ini disebabkan oleh banyaknya habitat yang mulai beralih fungsi dan kebakaran hutan.
Referensi: http://www.iucnredlist.org; Gambar:
Klasifikasi ilmiah. Kerajaan: Animalia; Filum: Chordata; Kelas: Mammalia; Ordo: Primata; Famili: Cercopithecidae; Upafamili: Colobinae; Genus: Nasalis; Spesies: Nasalis larvatus
Baca Juga:
Anda dapat melihat daftar seluruh tulisan di Daftar Catatan
Diposkan oleh: alamendah
Kategori: satwa
Tag: bekantan, fauna identitas kalimantan selatan, gambar bekantan, habitat bekantan, kera belanda, kera hidung panjang, monyet belanda, Nasalis larvatus, populasi bekantan, proboscis monkey, satwa endemik kalimantan
Mobile Site | Full Site
Get a free blog at WordPress.com Theme: WordPress Mobile Edition by Alex King.
aduh bekantan, sepertinya hidungmu terlalu mancung deh.. hehehe
By Ongki on 7 Januari 2010 pada 5:08 am
wah…… aku belum pernah liat monyet kayak gitu
By websmaster.info on 7 Januari 2010 pada 6:37 am
Beeraharap binatang ini tak punah….karena ulah manusia
By edratna on 7 Januari 2010 pada 7:53 am
Perlu dilindungi tu satwa sepertinya biar ga punah
By Kuliah Gratis on 7 Januari 2010 pada 8:06 am
Opsss…ganteng kale ah… 😛
Dan mantapszzxx
By Dangstars on 7 Januari 2010 pada 9:10 am
Selamat pagi wilujeng enjing kang !
Salaaam PRAMUKA !!!!
Dah lami Gak berkunjung neh
salam hangat slalu
By abifasya on 7 Januari 2010 pada 9:10 am
salam pramuka, tepuk tangan mode on
By Ruang Hati on 7 Januari 2010 pada 11:03 am
jumpai sahabat agar lebih semangat
😀
Hebaaattt
😀
By Dangstars on 7 Januari 2010 pada 9:11 am
blue selalu bangga pada abang yg memberikan sesuatu yg baiki tuk postnya
makasih y
salam hangat dari blue
By bluethunderheart on 7 Januari 2010 pada 10:03 am
Sayang kalo satwa seunik ini terancam punah hanya karena perbuatan manusia yg tdk bertanggung jawab (kebakaran hutan,perburuan dan penebangan liar).
By barchetoputra on 7 Januari 2010 pada 10:26 am
kereeen… kayaknya dia tau klo lagi difoto…
By kepinghidup on 7 Januari 2010 pada 11:24 am
binatang ini seksi ya…ini kan klo gak salah jadi icon dufan?
bener atau salah ya mas 😀
By Ria on 7 Januari 2010 pada 11:25 am
thanks info lengkanya tentang bekantan..bari ini dpt artikel lengkap tantang bekantan….SAVE Bekantan
By lingkungan kita on 7 Januari 2010 pada 11:48 am
mampir dan salam kenal..thanks infonya mas..
By ediwicak on 7 Januari 2010 pada 11:52 am
wahhhh fotonya lucuuuuuuuuu
hepy new year masss
maap telat semingguuuu
By hellgalicious on 7 Januari 2010 pada 11:57 am
bulan lalu saya berkunjung ke kalimantan selatan. sayang jadwal terlalu padat dan tak sempat jalan2 😦
By bakulrujak on 7 Januari 2010 pada 1:09 pm