24 Desember 2009 8:39 pm
Rusa Bawean (bahasa latinnya Axis kuhlii), merupakan satwa endemik pulau Bawean (Kab. Gresik, Jawa Timur) yang populasinya semakin langka dan terancam kepunahan. Oleh IUCN Redlist, Rusa Bawean, yang merupakan satu diantara 4 jenis (spesies) Rusa yang dimiliki Indonesia ini, dikategorikan dalam “Kritis” (CR; Critiscally Endangered) atau “sangat terancam kepunahan”. Spesies Rusa Bawean ini juga terdaftar pada CITES sebagai appendix I. Dalam bahasa inggris disebut sebagai Bawean Deer.
Ciri-ciri dan Habitat Rusa Bawean. Rusa Bawean memiliki tubuh yang relatif lebih kecil dibandingkan Rusa jenis lainnya. Rusa Bawean (Axis kuhlii) mempunyai tinggi tubuh antara 60-70 cm dan panjang tubuh antara 105-115 cm. Rusa endemik Pulau Bawean ini mempunyai bobot antara 15-25 kg untuk rusa betina dan 19-30 kg untuk rusa jantan.
Selain tubuhnya yang mungil, ciri khas lainnya adalah memiliki ekor sepanjang 20 cm yang berwarna coklat dan keputihan pada lipatan ekor bagian dalam. Tubuhnya yang mungil ini menjadikan Rusa Bawean lincah dan menjadi pelari yang ulung.
Warna bulunya sama dengan kebanyakan rusa, cokelat kemerahan kecuali pada leher dan mata yang berwarna putih terang. Bulu pada Rusa Bawean anak-anak memiliki totol-totol tetapi seiring bertambahnya umur, noktah ini akan hilang dengan sendirinya.
Sebagaimana rusa lainnya, Rusa Bawean jantan memiliki tanduk (ranggah) yang mulai tumbuh ketika berusia delapan bulan. Tanduk (ranggah) tumbuh bercabang tiga hingga rusa berusia 30 bulan. Ranggah rusa ini tidak langsung menjadi tanduk tetap tetapi mengalami proses patah tanggal untuk digantikan ranggah yang baru. Baru ketika rusa berusia 7 tahun, ranggah (tanduk rusa) ini menjadi tanduk tetap dan tidak patah tanggal kembali.
Rusa Bawean merupakan nokturnal, lebih sering aktif di sepanjang malam. Dan mempunyai habitat di semak-semak pada hutan sekunder yang berada pada ketinggian hingga 500 mdpl. Mereka sangat hati-hati, dan muncul untuk menghindari kontak dengan orang-orang; di mana aktivitas manusia berat, rusa menghabiskan hari di hutan di lereng-lereng curam yang tidak dapat diakses oleh penebang kayu jati.
Rusa Bawean (Axis kuhlii) mempunyai masa kehamilan antara 225-230 hari dan melahirkan satu anak tunggal (jarang terjadi kelahiran kembar). Kebanyakan kelahiran terjadi antara bulan Februari hingga Juni.
Populasi dan Konservasi Rusa Bawean (Axis kuhlii). Di habitat aslinya, Rusa Bawean semakin terancam kepunahan. Pada akhir 2008, peneliti LIPI menyebutkan jumlah populasi rusa bawean yang berkisar 400-600 ekor. Sedang menurut IUCN, satwa endemik yang mulai langka ini diperkirakan berjumlah sekitar 250-300 ekor yang tersisa di habitat asli (2006).
Karena populasinya yang sangat kecil dan kurang dari 250 ekor spesies dewasa, IUCN Redlist sejak tahun 2008 memasukkan Rusa Bawean dalam kategori “Kritis” (CR; Critiscally Endangered) atau “sangat terancam kepunahan”. Selain itu CITES juga mengategorikan spesies bernama latin Axis kuhlii ini sebagai “Appendix I”
Semakin langka dan berkurangnya populasi Rusa Bawean (Axis kuhlii) dikarenakan berkurangnya habitat Rusa Bawean yang semula hutan alami berubah menjadi hutan jati yang memiliki sedikit semak-semak. Ini berakibat pada berkurangnya sumber makanan.
Penurunan jumlah populasi ini mendorong berbagai usaha konservasi diantaranya pembentukan Suaka Margasatwa Pulau Bawean seluas 3.831,6 ha sejak tahun 1979. Selain itu untuk menghindari kepunahan sejak tahun 2000 telah diupayakan suatu usaha penangkaran Rusa Bawean (Axis kuhlii).
Klasifikasi ilmiah: Kerajaan: Animalia; Filum: Chordata; Kelas: Mammalia; Ordo: Artiodactyla; Upaordo: Ruminantia; Famili: Cervidae; Upafamili: Cervinae; Genus: Axis; Spesies: Axis kuhlii. Nama binomial: Axis kuhlii (Müller, 1840)
Referensi: http://www.bawean.net/; http://www.iucnredlist.org;
Gambar: wikipedia; img12.imageshack.us
Baca Juga:
Anda dapat melihat daftar seluruh tulisan di Daftar Catatan
Diposkan oleh: alamendah
Kategori: satwa
Tag: Axis kuhlii, bawean deer, binatang langka, ciri rusa bawean, kritis, populasi rusa bawean, rusa bawean, satwa endemik, satwa terancam punah
Mobile Site | Full Site
Get a free blog at WordPress.com Theme: WordPress Mobile Edition by Alex King.
Kalau yang di istana bogor itu rusa apa ya mas
By irvan on 24 Desember 2009 pada 9:07 pm
@irvan:
Yang saya tahu adalah Rusa Totol (Axis axis)
By alamendah on 24 Desember 2009 pada 9:52 pm
Rusama Bin Laden …. 🙂
By Sarimin on 25 Desember 2009 pada 4:03 am
Apa yang di instana Bogor itu juga ditangkarkan? atau cuma dipelihara aja?
Nice post mas, peringatan pada seluruh manusia agar berhenti makan rusa…hahaha
By Maghfur Amin on 25 Desember 2009 pada 5:59 am
Ru sa sekali
By Dangstars on 25 Desember 2009 pada 9:26 pm
Ru sa duakali 🙂
By dedekusn on 27 Desember 2009 pada 10:12 am
kalo jadi anggota DPR, rusa ini pasti yang paling banyak interupsi, ya.. soalnya paling kritis.. *bercanda, mas..
di kebun binatang mana yang menangkarkan rusa jenis ini, mas? di bawean masih ada rusanya, mas? mungil ya bentuknya..
oiya, mas. beberapa waktu lalu saya ke kebun binatang surabaya. yang bikin saya takjub, satu kandang ular isinya buanyaaaak banget ular. bukan hanya di kandang ular. biawak, iguana, kura-kura, rusa, ikan2..
mungkin di tulisan mas alam selanjutnya, bisa dibikin ulasan tentang “optimalisasi fungsi kebun binatang sebagai tempat penangkaran/pelestarian spesies yang hampir punah.”
sukses! smangat menulis terus! karena menulis, turut serta dalam menyelamatkan alam. *amiin!* 😉
By Hafid Algristian on 24 Desember 2009 pada 9:16 pm
yang ada rusa masuk rumah makan
By Dangstars on 25 Desember 2009 pada 9:27 pm
😀 😀
By dedekusn on 27 Desember 2009 pada 10:14 am
SOALNYA BAWEAN
MESKIPUN WILAYAH GRESIK
TAPI JAUH AMAT
KARENA TERPENCIL
By ilyasafsoh.com on 24 Desember 2009 pada 9:40 pm
kalo pake kendaraan gak jauh Om
By Dangstars on 25 Desember 2009 pada 9:27 pm
PAalagi kalo pake pesawat 😀
By dedekusn on 27 Desember 2009 pada 10:18 am
dagingnya enak gak kang ?
heheheh
By Pencerah on 24 Desember 2009 pada 9:42 pm
asal jangan basi enak dong
By Dangstars on 25 Desember 2009 pada 9:28 pm
walah, komentku mlebu spam
By Pencerah on 24 Desember 2009 pada 9:44 pm
@Hafid Algristian:
Penangkaran Rusa Bawean salah satunya di Pulau Bawean, di Kecamatan Sangkapura (kalau gak salah). Di Bonbin Surabaya sendiri terdapat Rusa Bawean yang diletakkan di kandang semi alami.
@ilyasafsoh:
Beberapa ahli bahkan memperkirakan dahulunya Risa Bawean juga terdapat di Pulau Jawa. Tetapi kemungkinan kalah bersaing dengan Rusa Timor (Cervus timorensis) dan Kijang (Muntiacus muntjak)
@Pencerah:
Sudah tak keluarin, tuh. Daging Rusa emang enak, kok.
By alamendah on 24 Desember 2009 pada 10:33 pm
solusi penurunan populasi yang bagus bagaimana kang untuk hal seperti ini?
By alfarolamablawa on 24 Desember 2009 pada 10:16 pm
dikembangbiakan saja
By Dangstars on 25 Desember 2009 pada 9:28 pm
Jadi ingat .. dulu ketika kerja di Kepri banyak teman yang berasal dari bawean dah lama mereka menetap di Pulau Bintan/Batam ..
By Saung Web on 24 Desember 2009 pada 11:00 pm
maaf, amankan ke sepuluh ndulu……
By gen on 24 Desember 2009 pada 11:34 pm
amannnn
By Dangstars on 25 Desember 2009 pada 9:28 pm
Ayo Selamatkan..!
sebelum benar benar punah…!
By gen on 24 Desember 2009 pada 11:37 pm
Ikut mempelajari satwa bersama Mas Alamendah…
Salam buat blog rusa bawean juga.
By marsudiyanto on 24 Desember 2009 pada 11:48 pm
Salam juga pak..
By Jidat on 25 Desember 2009 pada 3:20 pm
Sempet mikir ini tentang postingan review blog RUSA BAWEAN…..heheheheheh..
Semoga Lestari, dan mari menjaga bersama sama…
By buwel on 24 Desember 2009 pada 11:52 pm
@Saung Web:
Enggak bawa rusa, kan?
@gen:
Kalau sudah punah bukan selamat tapi berkabung
@marsudiyanto:
Senengnya belajar ditemenin Pak mars
@buwel:
Lama gak berkunjung ke blog rusa bawean. Seringkali loadingnya berat dan gagal terkoneksi. Padahal pengen sering2 ke sana. Harap dimaklumi, koneksi “senin-kamis”
By alamendah on 24 Desember 2009 pada 11:58 pm
Makasih Mas Infonya, nambah ilmu neh kalo kesini…….
By a-chen on 24 Desember 2009 pada 11:53 pm
kalau kancil,,,disini disebut pelanduk termasuk jenis apa?
masak disebut rusak berat
By budisan68 on 25 Desember 2009 pada 12:45 am
gambarnya mirip kancil ya mas
trus rusa sama kijang n kancil apa masih satu keluarga?
By nopi on 25 Desember 2009 pada 2:05 am
Ojo banter-banter ngegase lho mas, sing nduwe ana kiye. Silakan dolan ke rusabawean.com (wong Surabaya kayane). Mesthi dheke seneng. 😆
By Wandi thok on 25 Desember 2009 pada 3:28 am