17 November 2009 10:27 pm
Belalang Sembah atau Belalang Sentadu merupakan serangga dalam ordo Mantodea. Serangga yang dalam bahasa Inggris disebut Praying Mantis ini mempunyai kebiasaan mengatupkan kedua kaki depannya seperti orang yang sedang menyembah. Selain itu, serangga ini juga mempunyai kebiasaan yang menyeramkan dalam bercinta. Belalang betina segera memakan kepala belalang jantan begitu mereka selesai kawin. Jika Burung Maleo setia dan anti poligami, Sang belalang sembah jantan ini bahkan rela mati demi cinta.
Belalang Sembah terdiri atas sekitar 2.000-an spesies yang terkelompokkan dalam 9 Famili yang tersebar di seluruh dunia. Indonesia sendiri memiliki sekitar 200 spesies salah satu yang paling dikenal di Indonesia adalah spesies Hierodula vitrea. Belalang Sembah selain disebut sebagai belalang sentadu juga disebut sebagai congcorang (Sunda dan Betawi), walang kadung atau walang kekek (Jawa) dan mentadak (Melayu). Dalam bahasa Inggris disebut sebagai praying mantis. Kata mantis berasal dari kata Mantes (bahasa Yunani) yang berarti “nabi” atau “peramal nasib”.
Ciri-ciri yang dimiliki belalang sembah adalah memiliki 3 pasang kaki. Dua pasang kali belakang digunakan untuk berjalan sedangkan sepasang kaki depan berguna untuk menangkap mangsa. Kaki depannya sangat kuat dan berukuran paling besar dengan sisi bagian dalamnya berduri tajam yang berguna untuk mencengkeram mangsanya. Belalang sentadu adalah salah satu dari segelintir serangga yang dapat memutar kepalanya hingga 180 derajat.
Belalang sembah adalah serangka pemangsa tingkat tinggi dan merupakan serangga karnivora yang makan segala macam serangga dan terkadang bersifat kanibal. Mereka biasanya diam dan menunggu korban mereka dengan tungkai-tungkai depan dengan posisi yang diangkat ke atas. Serangga ini mempunyai cara kamuflase atau penyamaran yang baik, ada yang mirip seperti daun, ranting, bunga dan sebagainya, sehingga tidak dikenali oleh mahluk yang lainnya, termasuk mangsanya.
Belalang sembah atau belalang sentadu sangat selektif dalam memakan mangsanya. Serangka ini tidak memakan semua bagian tubuh mangsanya dan seringkali menyisakan kaki, sayap dan beberapa bagian tubuh lain yang tidak disukai.
Beberapa spesies belalang sembah, diantaranya:
Belalang sembah sangat berguna sebagai pengontrol biologik, sering digunakan sebagai predator di kebun-kebun untuk mengendalikan serangga-serangga yang bersifat hama.
Yang paling unik sekaligus menyeramkan bagi saya adalah kebiasaannya dalam bercinta. Sang belalang sembah betina akan segera memakan kepala sang belalang jantan begitu perkawinan usai. Jadi seekor belalang sembah jantan selama hidupnya hanya akan mengalami satu kali perkawinan dan satu kali seks untuk kemudian mati menjadi mangsa sang belalang betina. Demi cinta, walang kekek (belalang sembah) ini rela mati di tangan pasangannya. Dan untungnya saya bukan congcorang (belalang sembah) ini.
Klasifikasi ilmiah: Kerajaan: Animalia. Filum: Arthropoda. Kelas: Insecta. Ordo: Mantodea. Famili: (salah satunya) Mantidae. Genus: (salah satunya) Hierodula. Spesies: (salah satunya) Hierodula vitrea.
Terima kasih buat sobat Aming M.A (HTML1155) yang telah memberikan ide tulisan tentang congcorang (belalang sembah) ini.
Referensi: zipcodezoo.com. Gambar: wikipedia
Baca Juga:
Anda dapat melihat daftar seluruh tulisan di Daftar Catatan
Diposkan oleh: alamendah
Tag: belalang di indonesia, belalang sembah, belalang sentadu, ciri-ciri belalang sembah, congcorang, hierodula vitrea, mati demi cinta, mentadak, praying mantis, serangga, spesies belalang, walang kadung, walang kekek
Mobile Site | Full Site
Get a free blog at WordPress.com Theme: WordPress Mobile Edition by Alex King.
wes…. kakek saya pernah berjanji dengan belalang saat di tangkap sama kompeni, bila esok hari kakek di bebaskan maka kakek tidak akan membunuh belalang 🙂 beneran besoknya di bebasin …
By Artha on 18 November 2009 pada 8:08 am
ngeri juga ya… hehe
di bali namanya Balang Kekek
By wira on 18 November 2009 pada 8:31 am
konon gurih juga kalau digoreng..
😀 heheheh
By bakulrujak on 18 November 2009 pada 8:35 am
Gak mau ikutan makan…. !!!
By kakaakin on 18 November 2009 pada 8:44 am
Datang kembali karena salam pertamax tak muncul… 🙂
By cenya95 on 18 November 2009 pada 8:43 am
Wah tempatku banyak belalang begituan…
By Andy on 18 November 2009 pada 8:53 am
Katanya yang berwarna coklat ada ulat kawatnya…
By Andy on 18 November 2009 pada 8:54 am
hah, mati demi kepuasan seksual…sapa mau?
By Pencerah on 18 November 2009 pada 9:08 am
Itu namanya kalajangkung..ya kan…?
By Kang Dadang on 18 November 2009 pada 9:26 am
Idih,…………seramnya…
Kenapa belalang sembah betina memakan kepala belalang sembah jantan, mas ?
Faktor apa yang mendorong hal itu terjadi… ? *menantijawabanataskebingunganini*
Unik sekali…
By syelviapoe3 on 18 November 2009 pada 9:27 am
judulnya romantis mas tapi pemainy belalang
By and1k on 18 November 2009 pada 10:06 am
bener2 setia sampe mati
layak untuk diteladani yaaa..
mati demi cinta….. oh hoo
By elmoudy on 18 November 2009 pada 10:38 am
Numpang nimbrung ah…
By Daoz on 18 November 2009 pada 10:47 am
waduw…dimakan kepalanya setelah bercinta, wah serem ya…
Trus betina nya setia ga seperti jantannya ?
By atmakusumah on 18 November 2009 pada 11:17 am
Nice info mas…ngeri juga ya cara kawin belalang ini, sadis…
By Dinoe on 18 November 2009 pada 11:22 am
waduuh…baru tau mas, kebiasaan bercinta sang belalang, ternyata sadis jg ya? hehehe…
salam kenal ya 😀
By papadanmama on 18 November 2009 pada 11:34 am
Mas hanya sekedar usulan: tulisannya (yang bukan saduran) dikumpul Mas jadiin buku. Saat ini sulit loh nyari-nyari buku referensi mengenai fauna flora, dsb. Di kategorikan dulu…
By putirenobaiak on 18 November 2009 pada 11:57 am