25 September 2009 7:42 pm
Adakah satwa Indonesia yang telah punah?. Jawabannya pasti ada. Bahkan saya sedikitnya menemukan 6 (enam) spesies hewan (satwa) yang telah dinyatakan punah. Keenam binatang tersebut adalah Harimau Jawa (Panthera tigris sondaica), Harimau Bali (Panthera tigris balica), Verhoeven’s Giant Tree Rat (Papagomys theodorverhoeveni), Tikus Hidung Panjang Flores (Paulamys naso), Kuau Bergaris Ganda (Argusianus bipunctatus), dan Tikus Gua Flores (Spelaeomys florensis).
Keenam hewan ini telah dinyatakan punah. Meskipun untuk Harimau Jawa (Panthera tigris sondaica), masih banyak ahli dan peneliti (utamanya dari Indonesia) yang meyakini hewan ini masih ada. Berikut satwa Indonesia yang telah dinyatakan punah oleh The International Union for the Conservation of Nature and Natural Resources (IUCN). Mungkin sobat Alamendah mempunyai data yang lain silahkan berbagi dengan saya.
Harimau Jawa atau Java Tiger (Panthera tigris sondaica) adalah jenis harimau yang hidup di pulau Jawa. Harimau ini dinyatakan punah pada tahun 1980-an, akibat perburuan dan perkembangan lahan pertanian yang mengurangi habitat binatang ini secara drastis. Walaupun begitu, ada juga kemungkinan kepunahan ini terjadi di sekitar tahun 1950-an ketika diperkirakan hanya tinggal 25 ekor jenis harimau ini di habitatnya. Terakhir kali ada sinyalemen keberadaan Harimau Jawa ialah di tahun 1972. Di tahun 1979, ada tanda-tanda bahwa tinggal 3 ekor harimau hidup di pulau Jawa. Walaupun begitu, ada kemungkinan kecil binatang ini belum punah. Di tahun 1990-an ada beberapa laporan tentang keberadaan hewan ini, walaupun hal ini tidak bisa diverifikasi.
Harimau Jawa berukuran kecil dibandingkan jenis-jenis harimau lain. Harimau jantan mempunyai berat 100-141 kg dan panjangnya kira-kira 2.43 meter. Betina berbobot lebih ringan, yaitu 75-115 kg dan sedikit lebih pendek dari jenis jantan.
Klasifikasi ilmiah: Kerajaan: Animalia. Filum: Chordata. Kelas: Mamalia. Ordo: Carnivora. Famili: Felidae. Genus: Panthera. Spesies: Panthera tigris. Upaspesies: Panthera tigris sondaica. Nama trinomial: Panthera tigris sondaica. (Temminck, 1844)
Harima Bali atau Bali Tiger (Panthera tigris balica) adalah subspesies harimau yang sudah punah yang dapat ditemui di pulau Bali, Indonesia. Harimau ini adalah salah satu dari tiga sub-spesies harimau di Indonesia bersama dengan harimau Jawa (juga telah punah) dan Harimau Sumatera (spesies terancam)
Harimau ini adalah harimau terkecil dari tiga sub-spesies. Harimau terakhir diyakini ditembak pada tahun 1925, dan sub-species ini dinyatakan punah pada tanggal 27 September 1937. Karena besar pulau yang kecil, hutan yang terbatas, populasi yang tidak pernah lebih besar dan dianggap tidak ada yang selamat hingga hari ini.
Klasifikasi ilmiah: Kerajaan: Animalia. Filum: Chordata. Kelas: Mamalia. Ordo: Carnivora. Famili: Felidae. Genus: Panthera. Spesies: Panthera tigris. Upaspesies: Panthera tigris balica. Nama trinomial: Panthera tigris balica. (Schwarz, 1912).
Double-banded Argus atau Kuau Bergaris Ganda (Argusianus bipunctatus) adalah satwa sejenis unggas yang dipercaya pernah hidup di Indonesia (Jawa dan Sumatera) dan Malaysia. Satwa bergenus sama yang masih ada hingga sekarang adalah Kuau Raja (Argusianus argus). Kuau Bergaris Ganda tidak pernah ditemukan di alam, deskripsinya didasarkan pada sejumlah bulu yang dikirim ke London dan dipertelakan pada tahun 1871. IUCN memasukkannya dalam status punah.
Klasifikasi ilmiah: Kerajaan: Animalia. Filum: Chordata. Kelas: Aves. Order: Galliformes.
Famili: Phasianidae. Genus: Argusianus. Spesies: Argusianus bipunctatus
Verhoeven’s Giant Tree Rat (Papagomys theodorverhoeveni) adalah satwa dari famili (suku) tikus-tikusan (Muridae) yang pernah hidup di Pulau Flores, Indonesia. Binatang ini dinyatakan punah oleh IUCN pada tahun 1996. Namun para ahli meyakini satwa ini telah punah sekitar 1500 SM. Spesies ini hanya dikenal dari beberapa subfossil fragmen-fragmen yang ditemukan di Pulau Flores, Indonesia.
Klasifikasi Ilmiah: Kerajaan: Animalia. Filum: Chordata. Kelas: Mammalia. Subkelas: Eutheria. Ordo: Rodentia. Famili: Muridae. Subfamili: Murinae. Genus: Papagomys. Spesies: Papagomy theodorverhoeveni. Nama Binomial: Papagomys theodorverhoeveni (Musser, 1981)
Seperti halnya Papagomy theodorverhoeveni, Tikus Hidung Oanjang Flores atau Flores Long-nosed Rat (Paulamys naso), satwa dari famili tikus-tikusan ini hanya dikenal dari beberapa subfossil fragmen-fragmen yang ditemukan di Pulau Flores, Indonesia.
Klasifikasi ilmiah: Kerajaan: Animalia. Filum: Chordata. Kelas: Mamalia. Infrakelas: Eutheria. Order: Rodentia. Keluarga: Muridae. Subfamili: Murinae. Genus: Paulamys. Spesies: Paulamys naso (Musser, 1986).
Seperti halnya Papagomy theodorverhoeveni, Tikus Gua Flores atau Flores Cave Rat (Spelaeomys florensis) satwa dari famili tikus-tikusan ini hanya dikenal dari beberapa subfossil fragmen-fragmen yang ditemukan di Pulau Flores, Indonesia.
Klasifikasi ilmiah: Kerajaan: Animalia. Filum: Chordata. Kelas: Mamalia. Infrakelas: Eutheria. Order: Rodentia. Keluarga: Muridae. Subfamili: Murinae. Genus: Spelaeomys. Spesies: Spelaeomys florensis (Hooijer, 1957).
Akankah daftar satwa Indonesia yang telah punah ini akan bertambah panjang?. Sedikit kepedulian dari kita semua sepertinya sangat diperlukan.
Referensi:
Gambar: en.wikipedia.org
Baca Juga:
Anda dapat melihat daftar seluruh tulisan di: Daftar Catatan
Diposkan oleh: alamendah
Kategori: Indonesia, lingkungan hidup, satwa
Tag: Argusianus bipunctatus, binatang, daftar, harimau bali, harimau jawa, hewan, Indonesia, Kuau, Panthera tigris balica, Panthera tigris sondaica, Papagomy theodorverhoeveni, Paulamys naso, satwa, satwa punah, tikus gua flores
Mobile Site | Full Site
Get a free blog at WordPress.com Theme: WordPress Mobile Edition by Alex King.
hukum rimba………….
hewan kalah am manusia jadinya punah deh……….
By mbah gendeng on 25 September 2009 pada 8:43 pm
hahahahaha 😀
bener bener….
emang manusia selalu tinggi derajatnya 😀
By iyoongpharmacy on 26 September 2009 pada 3:27 pm
HADIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRR
By KangBoed on 27 September 2009 pada 12:48 pm
MENYAPA SAHABAT KU CHAYANK
By KangBoed on 27 September 2009 pada 12:51 pm
Karena manusia rakus kali mbah..
By embun777 on 27 September 2009 pada 12:28 am
Satu kata yang tiada tergantikan
Kata MAAF nan tulus dan ikhlas
Keluar dari lubuk hati terdalam
Terselip khilaf dalam candaku,
Tergores luka dalam tawaku,
Terbelit pilu dalam tingkahku,
Tersinggung rasa dalam bicaraku.
Buruk laku tindak tandukku
Hanya Harap dan MAAF terucap
Mudah mudahan esok lebih baik
Saat Hari Kemenangan telah tiba,
Semoga diampuni salah dan dosa.
Mari bersama bersihkan diri,
Murnikan Jiwa dalam genggamanNYA
sucikan keping hati di hari nan Fitri.
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1430 H
Taqoba lallahu minnaa wa minkum
Shiyamanaa wa shiyamakum
Minal ‘aidin wal faizin
Mohon maaf lahir dan batin
Dari :
“Kang Boed Sekeluarga”
Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang
‘tuk Sahabat Sahabatkuku terchayaaaaaaaank
I Love U fuuullllllllllllllllllllll
By KangBoed on 27 September 2009 pada 12:42 pm
Lebaran telah tiba !!!..
Sebulan sudah kita jalani Ramadhan bersama
Malam penghujung hari yang indah ini
Genderang Perang sudah di tabuh.
Pekik Kemenangan dikumandangkan
Alunan Nada Pengagungan dinyanyikan
Suara Riang Gembira berkeliling kota
Ramadhan dengan segala perniknya telah kita lewati bersama
“Demi Masa sesungguhnya manusia itu merugi”
Mudah mudahan Jerit kemenangan ada dalam diri kita semua
Sebab tiadalah semua ini kecuali kembali kepada Fitrah Diri
Mari bersama kita saling mensucikan diri menuju Illahi Robby
Membersihkan diri melangkah menemukan diri sebenar diri
Mulai menghampiri DIA tulus ikhlas karena CINTA
Meraih keselarasan diri dalam Ketenangan Jiwa
Bebenah dan jadikan momentum kemenangan ini
Menjadi Manusia seutuhnya meliputi lahir bathin
Dahulu datang putih suci bersih
Mudah mudahan kembali suci putih bersih
Tiada kata yang terungkap lagi
Mari kita bersama menyambut hari yang FITRI
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1430 H
Taqoba lallahu minnaa wa minkum
Shiyamanaa wa shiyamakum
Minal ‘aidin wal faizin
Mohon maaf lahir dan batin
Dari :
” Kang Boed Sekeluarga “
Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang
‘tuk Sahabat Sahabatkuku terchayaaaaaaaank
I Love U fuuulllllllllllllllllllllllllllll
By KangBoed on 27 September 2009 pada 12:45 pm
Assalaamu’alaikum…
Pertamaaaaz juga saya di sini..he..he.. ye ke ni..
By Siti Fatimah Ahmad on 25 September 2009 pada 8:55 pm
Wah..tertarik tuh dengan tikus berhidung panjang…da gak potonya…?
By Dangstars on 26 September 2009 pada 7:17 pm
PERTAMAAAAAAAAAAAAAAAAAXXXXZZZ
By KangBoed on 27 September 2009 pada 12:53 pm
wah baru tau ada tikus hidung panjang, kaya gimana bentuknya tu
By irvan on 25 September 2009 pada 8:56 pm
kelimaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaxxxxxxxxxxxxxzzzzzzzzz
woooooooooooooooooow.. mas Alaaaaaaaaaaaaaaam..
By KangBoed on 27 September 2009 pada 1:00 pm
Ahhh… tidaaaaaaaaaaaaaaaaaaaak… kog jadi keduaaaaaaaaaaaz… he..he..
Aduhhh, Alamendah… lelah juga mahu lumba jadi pertama ini ya… terima kasih sellau hadir menyerikan laman saya dengan kecepatan yang jarang ditemui dari teman lain. Kehidupan harus juga dikongsi dengan makhluk lain walau apapun spesisnya. Apatah lagi yang hampir pupus dimamah waktu hasil sifat tamak haloba manusia yang tidak mengenal erti belas ehsan. Mudahan kita memahami mengapa ia penting untuk kita dan generasi akan datang. Saya sudah linkkan laman Alamendah dalam ruang Menuju Dunia Sahabat di laman saya. Salam mesra selalu dari Sarikei, sarawak.
By Siti Fatimah Ahmad on 25 September 2009 pada 9:05 pm
istirahat dulu silahkan mBake
By KangBoed on 27 September 2009 pada 1:18 pm
sedikit kepedulian dari kita.. itu penting.. mas Alam kasih contoh dong apa sedikit hal yang bisa bundo lakukan itu? sebagai orang awam benar-benar buta soal hal ini..
By nakjaDimande on 25 September 2009 pada 9:08 pm
serujuuuuuuuk dengan bundo..
*duduk sambil tunggu penjelasan bpk dosen*
By KangBoed on 27 September 2009 pada 1:23 pm
gilee..bahkan ada yang sudah punah sebelum Indonesia merdeka. Om alamendah.. bisa ga di sertakan gambarnya untuk hewan2 yang punah itu?.. jadi biar tahu gitu..hehe
By Sahabat Blogger on 25 September 2009 pada 9:10 pm
🙄
setuju mana gambarna ???
By KangBoed on 27 September 2009 pada 1:29 pm
tikus hidung panjang gak punya gambarnya ya?
hewan lain kemungkinan besar akan menysul kepunahannya ya, melihat dari banyaknya ekosistem yang rusak.
Trims atas infonya Kang. Salam
By arkasala on 25 September 2009 pada 9:22 pm
sama sama kang Yayat..
By KangBoed on 27 September 2009 pada 1:34 pm
Kunjungan malam..salam hangat dari pexalongan..
By dasir on 25 September 2009 pada 9:22 pm
titip kalong nya yaaaaaaaaaaaak
By KangBoed on 27 September 2009 pada 1:36 pm
om alam, btw udah tau belum..lereng arjuno terbakar kemarin malam. infonya lahan yang terbakar mencapai 300 hektar..gile ga..keliatan jelas seh dari depan rumah. Akibat ulah para pemburu binatang, sengaja membakar puncak arjuna supaya buruannya lari turun…
Manusia adalah binatang buas sesungguhnya !!
By Sahabat Blogger on 25 September 2009 pada 9:25 pm
itulah..
sudah sobat saksikan langsung kan..??
antara lain penyebab kehancuran lingkungan..
manusia rakus sih…
drpd daging hewan .. mending makan singkong malah enak lho..
By embun777 on 27 September 2009 pada 12:35 am
hehehehehe.. Manungso pemakan segalanya..
By KangBoed on 27 September 2009 pada 1:39 pm
Aduh kenapa aisa punah ya..
By dasir on 25 September 2009 pada 9:43 pm
@mbah gendeng:
Kepunahan salah satu spesies akan mengganggu keseimbangan alam. Pada akhirnya manusia jualah yang akan merasakan dampaknya.
@Siti Fatimah Ahmad:
Maaf Mamak, tidak dapat pertama juga ndak apa-apa. Sudi singgah di sini saja sudah membuat saya bersuka ria.
@irvan:
Saya mencari fotonya gak nemuin. Sobat2 ada yang tahu?
@nakjaDimande:
Banyak Bunda, mungkin salah satunya, yang paling sepele dan terlupakan; BERHEMAT KERTAS DAN TISSU. Karena bahan pembuat kertas (pulp) adalah pohon. 70% diambil dari hutan non HTI. Hutan habis, satwa ikut punah.
@Sahabat Blogger:
nah itulah yang sulit. Saya sudah lari sana-sini gak nemu2 juga. Yang ada cuma foto Harimau Bali dan Jawa. Binatang lain gak ada. Bahkan sekedar sketsa sekalipun.
Thanks atas sharingnya ttg kebakaran hutan di Arjuno. Sangat disayangkan. Kawasan Gunung Arjuno sering terbakar, ya?. Keknya akhir Agustus kemarin, iya. Awal September juga iya. Sekarang, iya lagi.
@dasir:
Selamat malam juga
By alamendah on 25 September 2009 pada 11:39 pm
siang maaaaaaaaaaaasssssssssssssssss
By KangBoed on 27 September 2009 pada 1:39 pm
hmmm…. gimana2 ya caranya biar mencegah mereka punah…?? hmmm
By Fadhilatul Muharram on 25 September 2009 pada 9:53 pm
sungguh mengenaskan…. mereka sekarang dah jarang bahkan sulit untuk di cari,, binatang yang dulu banyak dan mudah di jumpai sekarang punah di telan mangsa.. manusia kah mangsanya??
By Yuda on 25 September 2009 pada 10:10 pm
wah…gimana yah caranya membuat masyarakat mengerti dan tidak memburunya?
waktu saya baca orang meracun harimau rasanya marah buanget…
ditempat saya tinggal masih banyak cougar, black bear dan binatang2 liar lainnya….bahkan konon..grizzly bear mulai nyebrang ke pulau dimana saya tinggal…
beberapa bulan yg lalu ada cougar (macan gunung sejenis panther, yg ditembak gak jauh dari rumah), klo black bear pernah ada didepan rumah
rusa, tupai kelinci, peacock, eagle dan burung2 lain adalah tamu tetap dan tak malu2 datang dihalaman rumah, semua liar tak bertuan
By wieda on 25 September 2009 pada 10:14 pm
Go Green !! setuju …
By Rindu on 25 September 2009 pada 10:31 pm
Jangan !!!!!!!!!!!! Jangan semakin punah. Anggrek aja telah banyak yang punah 😦
By balisugar.com on 25 September 2009 pada 10:58 pm