15 September 2009 6:30 pm
Kebakaran hutan kembali melanda beberapa wilayah di Indonesia. Kebakaran hutan dan lahan di Indonesia lebih mirip sebuah ulang tahun yang terus terulang setiap musim kemarau di setiap tahunnya. Meskipun telah menjadi bencana rutin yan terjadi setiap kali musim kemarau, namun kebakaran hutan dan lahan tetap tidak dapat tertanggulangi dengan efektif
Tahun 2009 ini, ‘pesta’ ulang tahun kebakaran hutan itu kembali terjadi. Riau, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, dan beberapa wilayah di Sulawesi adalah daerah yang paling parah. Kebakaran hutan dan lahan tahun ini diyakini tiga kali lebih parah dibandingkan tahun 2008 kemarin.
Penyebab kebakaran hutan yang terjadi saat ini, mayoritas dilakukan dengan sengaja oleh perusahan minyak kelapa sawit dan hutan tanaman industri untuk melakukan pembukaan lahan perkebunan dengan cepat. Tingkat kebakaran hutan dan lahan di Indonesia ini menempatkan hutan Indonesia sebagai hutan dengan tingkat kehancuran paling cepat di dunia!. Bahkan kebakaran hutan yang terjadi pada tahun 1997/1998 telah melenyapkan hutan seluas 9,8 juta hektar sekaligus menempatkan Indonesia sebagai negara dengan tingkat polusi terbesar ketiga di dunia.
Hingga awal September 2009, tercatat sedikitnya 2.000 hutan telah terbakar di Kalimantan Tengah dengan sekitar 709 titik api. Bahkan berdasarkan data Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) menyebutkan, hingga Agustus 2009 jumlah lahan dan hutan terbakar di Indonesia mencapai 3.626,4 ha. Walhi juga mendeteksi adanya 24.176 titik api di seluruh Indonesia, di mana yang tertinggi berada di Kalimantan Barat.
Jika prediksi terjadinya kemarau panjang di Indonesesia sebagai akibat dampak el nino benar-benar terjadi, bisa dibayangkan pesta ulang tahun ebakaran hutan kali ini akan semakin menggelora dan menyisakan sederet dampak. Mulai dari rusaknya hutan sebagai habitat satwa dan flora, menyebarkan emisi gas karbon dioksida ke atmosfer, hingga masalah asap yang menyebabkan gangguan di berbagai segi kehidupan masyarakat antara lain kesehatan, transportasi, ekonomi dan hubungan tata negara.
Indonesia sejak tahun 1999 sebenarnya telah mempunyai hukum untuk pembakar hutan. Hukum yang mulai diperkenalkan pada 1999 setelah kebakaran hutan pada 1997/1998 ini menyebutkan hukuman hingga 10 tahun penjara dan denda 10 miliar rupiah. Selain itu MUI (majlis Ulama Indonesia) juga telah mengeluarkan fatwa haram bagi para pelaku pembakaran hutan dan lahan. Namun lagi-lagi, implementasi di lapangan tidak berjalan sesuai dengan yang diharapkan.
Kurang tegasnya pemerintah dalam menindak para pelaku pembakaran hutan dan lahan ini masih diperparah juga dengan minimnya sarana, prasarana dan pengetahuan para petugas pemadam kebakaran yang menangani kebakaran hutan. Sebuah ironi, bencana yang mirip ulang tahun, rutin terjadi setiap tahun, ternyata belum mampu diantisipasi dengan baik. Atau mungkin ini dipandang; “Itu mah, biasa. Ntar kalau ada hujan pasti padam sendiri”.
Referensi:
Baca juga:
Anda dapat melihat daftar seluruh tulisan Alamendah’s Blog di: Daftar Catatan
Diposkan oleh: alamendah
Kategori: kerusakan alam, lingkungan hidup
Tag: 2009, dampak kebakaran hutan, el nino, Hutan, Indonesia, kebakaran hutan, kerusakan alam, lahan, penyebab, ulang tahun
Mobile Site | Full Site
Get a free blog at WordPress.com Theme: WordPress Mobile Edition by Alex King.
sekalian mo pamit mas alamendah….
mo cutiiii
sampai jumpa lagi 😀
By yangputri on 16 September 2009 pada 9:49 am
ulang tahun yang keberapa? kok saya nggak diundang sih???? he he
By haris ahmad on 16 September 2009 pada 10:05 am
memang manusia yang merusak alam, manusia juga yang rugi kalo alam sudah marah
By haris ahmad on 16 September 2009 pada 10:09 am
kata berita kebakaran hutan banyak yang disengaja yah??? mohon petunjuk bang alam
By haris ahmad on 16 September 2009 pada 10:13 am
punya hobi kok membakar hutan ya.. hiks!
By guskar on 16 September 2009 pada 10:21 am
Sedih yah dengan kondisi di sana . . nggak kebayang kalau saya disana pasti sudah sesek nafas
By ajengkol on 16 September 2009 pada 10:49 am
ternyata kebakaran hutan juga ada ulang tahunnya yaa….
menyedihkan….karena ulah orang2 yang rakus akan harta
By idana on 16 September 2009 pada 11:53 am
“Penyebab kebakaran hutan yang terjadi saat ini, mayoritas dilakukan dengan sengaja oleh perusahan minyak kelapa sawit dan hutan tanaman industri untuk melakukan pembukaan lahan perkebunan dengan cepat.”
Ini nih, salah satu efek negatifnya perkebunan kelapa sawit dan di daerah saya banyak banget.
By Kakaakin on 16 September 2009 pada 12:20 pm
wah ternyata kebakaran hutan ada ultahnya juga….
By yudik on 16 September 2009 pada 1:43 pm
Assalaamu’alaikum
KEPADA SAHABAT… SAMBUTLAH UCAPAN DARI SAYA. SERANGKAI KATA PENGGANTI DIRI. UNTUK MENYAMBUT HARI BAHAGIA. JARI SEPULUH DI SUSUN JUGA. AGAR KESALAHAN DIAMPUN SEMUA. TANDA IKHLAS PERSAUDARAAN INI. SELAMAT HARI RAYA AIDIL FITRI 1 SYAWAL 1430 H. MOHON MAAF ZAHIR DAN BATIN. SALAM KEMESRAAN DARI SARIKEI, SARAWAK.
# maaf lama tidak berkunjung. harapan agar kunjungan ini berpanjangan pada masa akan datang.
By Siti Fatimah Ahmad on 16 September 2009 pada 3:20 pm
Orang Indonesia tdk sadar kalau hutan kita ini indah sekali. Kita bersyukur pohon kita tdk seperti pohon di Aussie sana, yg hanya kena puntung rokok dikit aja, sekejap satu kota hangus terbakar.
Entah kapan sadarnya manusia ini, tunggu sampe gundul beneran dan longsor?
By zee on 16 September 2009 pada 4:15 pm
Tertunduk ku dimalam ini
Terdiam mencoba berucap nada CINTA
Alunan Zikir alam semesta sayup terdengar
menyapa mesra diri lemah tiada daya
kudengungkan dalam qolbu terdalam
Nyanyian pengagungan dan penyembahan
Hadirkan diri dalam CINTA membara
Perlahan tapi pasti getar menyambut
Bagaikan gelombang membuat diri tergetar
Hanyut sudah dalam buaian syahdu
Diri hilang lenyap dalam pangkuanNYA
Terang benderang padang terawangan..
hilang.. lenyap.. tiada keberadaan..
duuuuuuuh nikmatnya..
By KangBoed on 16 September 2009 pada 4:21 pm
Selamat Ulang Tahun Kebakaran Hutan, saat ini kabut asap sudah menjadi pemandangan sehari-hari, semoga saja segera turun hujan.
By Indo Hijau on 16 September 2009 pada 4:28 pm
peaceeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeee
By KangBoed on 16 September 2009 pada 4:37 pm
aduh, jadi miris
klo dipikir2, benar juga. padahal hampir tiap tahun ada kebakaran hutan, tapi tampaknya pemerintah tidak melakukan penanganan dan pencegahan yang berarti.
bukan hanya tidak tegas, namun sepertinya sengaja membiarkan pembakaran hutan, penebangan liar dll… asal bapak bayar sama saya 😦
By macangadungan on 16 September 2009 pada 8:20 pm
Memang manusia doang yang pake acara ulang tahun…? kebakaran Hutan juga mau kali kayak mausia…. he he he 😀
Salam
By Septa on 16 September 2009 pada 8:43 pm