Bercumbulah dengan alam

Kemarin, 31 Mei 2009, meski saya tahu anak-anak ReKSAPALA mengadakan pertemuan untuk membuat perencanaan kegiatan untuk mengisi masa liburan sekolah, aku lebih memilih untuk tidur di rumah. Bukannya gak peduli lagi, tetapi badan ini rasanya pegel semua setelah sehari sebelumnya mendampingi adik-adik pramuka dari MTs Miftahul Falah Jakenan yang mengadakan ujian SKK Jalan Kaki. Bayangkan sudah uzur begini diajak jalan kaki 10 km lebih, untung dengkul gak coplok.

Tetapi belum lagi mimpi saya berakhir, Si Syeh Nurroin, kepala sukunya ReKSAPALA ngebel aku dan memaksaku untuk turut hadir dalam pertemuan itu. Ya, mau apa dikata, meski sudah telat hampir setengah jam, akhirnya saya berangkat juga. Sesampainya di TKP, acara ternyata telah dimulai. Busyet, ni anak tumben-tumbennya on time, pikirku.

paijo, huda, roin Singkat kata singkat cerita (kayak syair lagu dangdut aja), anak-anak ReKSAPALA sepakat untuk mengadakan acara muncak bareng di Puncak Argojembangan Kudus. Lho, kok Muria lagi?, tanyaku berbisik pada seorang teman yang ada di sebelahku. Yang kuingat beberapa minggu yang lalu si kepala suku dan beberapa pengawal pribadinya pernah datang ke rumah saya dan mengutarakan niatnya untuk menaklukkan Gunung Ungaran. Saya pun telah merekomendasikan beberapa nama untuk menjadi leader mereka jika ke Gunung Ungaran. Lha, ini kok cuman ke Muria padahal kemarin baru saja dari Argowiloso dan Air Tiga Rasa?.

Belum lagi yang kutanyai menjawab pertanyaanku, seperti tahu apa yang saya pikirkan, si kepala suku sudah cas cis cus menceritakan ihwal perihal dan duduk perkaranya. Menurutnya rencana semula yang akan ke Gunung Ungaran terpaksa ditunda lantaran ini kali banyak anak-anak baru yang berminat untuk ikut serta. Jika tetap pada rencana semula, bisa-bisa mereka pada ngabur semua mengingat ongkos dan lain sebagainya termasuk berita terakhir tentang insiden hilangnya beberapa pendaki di Gunung Argopuro Jawa Timur.

“Yang terpenting bagi kita adalah kita bisa kembali bercumbu dengan alam”, katanya. Aku pun cuman manggut-manggut, tumben ini anak bisa ngomong puitis kayak gitu.

gendukTetapi harus aku akui, kita tidak perlu selalu mengejar target puncak tertinggi ataupun kegiatan yang spektakuler semacam aksi penanaman seribu-satu pohon. Kegiatan seperti itu terkadang hanyalah hasrat yang terlalu mementingkan ego pribadi. Apalagi jika terlalu dipaksakan lantaran keterbatasan tenaga, daya, dan biaya. Bisa-bisa hanya menjadi kegiatan yang “sekali aksi, seterusnya mati”.

Yang terpenting, kita meski memberi kesempatan kepada para pemula untuk ikut merasakan nikmatnya bercumbu dengan alam. Siapa tahu setelah merasakan pengalaman bercumbu yang pertama kali itu kemudian timbul 03_ACT_MORE_TREEPLANTING2kesadaran untuk ikut berperan serta dalam usaha pelestarian lingkungan hidup.

Walaupun kesadaran itu lebih disebabkan karena adanya keinginan untuk tetap bisa bercumbu dengan alam. Namun bagaimanapun juga bercumbu dengan alam lebih nikmat ketimbang memperkosa alam. Nikmat buat manusia, nikmat buat alam.

Akhirulkalam, Selamat bercumbu dengan alam di Puncak Argojembangan. Sorry, saya tidak bisa ngikut karena pas tanggal 26-28 Juni itu aku pun harus mempersiapkan aksi bercumbu dengan alam, meskipun kali ini dalam bentuk perkemahan pramuka.

Iklan

Tentang alamendah

Panggil saja saya Alamendah, tinggal di Pati, Jawa Tengah, Indonesia. Seorang biasa yang ingin berbagi dengan sobat.
Pos ini dipublikasikan di hobi, kegiatan alam bebas, lingkungan hidup dan tag , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

38 Balasan ke Bercumbulah dengan alam

  1. Ping balik: Penerima Penghargaan Kalpataru 2010 | Alamendah's Blog

  2. agus berkata:

    wah hebat juga nih… sy di sekolah di amanahi memegang ekskul PA. tlg di bimbing ya!

  3. Ping balik: Teknik Packing Ransel (Carrier) | Alamendah's Blog

  4. Ping balik: Lubang Resapan Biopori, Sederhana Tepat Guna | Alamendah's Blog

  5. hudaesce berkata:

    Pembunuhan karakter tu mah namanya, masak cakep2 gini disebut-sebut pengawal pribadi kepela suku. 😦

  6. Yuwanto berkata:

    mudah mudahan semua orang Indonesia mememiliki kepedulian lingkungan yg lebih baik dikemudian hari demi kelestarian Indonesia

  7. Ping balik: Daftar Flora Identitas Provinsi Di Indonesia | Alamendah's Blog

  8. Ping balik: Alamku sayang alamku malang | Alamendah's Blog

  9. Ping balik: Pecinta alam vs penikmat alam | Alamendah's Blog

  10. Ping balik: Ular King Kobra (Ophiophagus hannah) Raja Ular Berbisa | Alamendah's Blog

  11. coplac berkata:

    dengan kita menjaga alam dan merawatnya itu sdh menjadi salah satu tindakan yang positif, misalkan di saat kita mendaki, jangan membuang sampah sembarangan, bakarlah samaph plastik, tp jgn meninggalkan api sebelom padam,,
    tidak merusak dan mengambil tumbuh2an yang ada di alam, itu pun sdh cukup bagi kita untuk melakukan hal2 yang positif,,,
    intinya jangan mencemari alam yang indah ini…..

  12. Ping balik: Saat Kita Mencumbui Alam dengan Penuh Gelora | Alamendah's Blog

  13. Linda meswaramita berkata:

    Trima kasih atas pembagian ilmu’a,..

  14. Ping balik: sigitari95

  15. rama berkata:

    oke dach, mantab…

Tinggalkan Balasan ke Yuwanto Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.