13 Mei 2009 7:25 am
Kabupaten Pati adalah sebuah kabupaten di pesisir utara Jawa Tengah. Terdiri atas 4 bentang geografi yang berbeda. Pesisir pantai laut Jawa di sebelah utara, dataran rendah di sebelah timur dan tengah, Batu kapur (karst) di Pegunungan Kapur Utara (Pegunungan Kendeng Utara) di sebelah selatan (berbatasan dengan Kabupaten Grobogan) dan Gunung Muria di sisi sebelah baral laut (berbagi dengan Kabupaten Kudus dan Jepara).
Dengan bentang alam yang demikian beragam, kabupaten Pati memiliki seabrek tempat-tempat pariwisata yang indah.
Sekedar contoh:
Kesemuanya memiliki keindahan dan keunikan yang memikat. Bahkan ada beberapa diantaranya dikembangkan oleh warga sekitar obyek tersebut dan dikelola sebagi tempat tujuan wisata. Tentunya dengan manajemen yang seadanya.Sayang, Pemda Kabupaten Pati sendiri enggan untuk meliriknya. Beberapa objek yang dahulu pernah dikembangkan seperti Waduk Gunung Rowo dan Gua Pancur, pelan-pelan namun pasti ditinggalkan pengelolaan dan perawatannya.
Dan, yang terjadi pada akhirnya adalah; objek-objek tersebut terbengkalai bahkan terlupakan dan hanya mampu dinikmati oleh segelintir. Mereka yang masih mampu menikmati keindahan objek-objek tersebut, berasal dari dua kategori. Pertama, golongan orang-orang yang kepepet lantaran tidak ada objek lainnya. Kedua, pecinta lingkungan yang betul-betul masih asri (baca: ekstrem) yang memang hanya terpuaskan oleh keadaan lingkungan yang belum terjamah.
Diposkan oleh: alamendah
Kategori: Pati, renungan, wisata
Tag: Gua Pancur, Gunung, waduk, wisata di pati
Mobile Site | Full Site
Get a free blog at WordPress.com Theme: WordPress Mobile Edition by Alex King.
Sebenarnya dr tmpt2 yg sdh d sebutkan di atas itu masih ada yg kurang,salah satuny tmpt bersejarah di kecamatan q (Juwana).Pasti udh pd denger yg nmanya pulau seprapat,mgkn sbgyn org mnilai itu sbg tmpt angker ato gmn…..Tp sbnrnya tmpt yg terabaikan itu sbnrnya pnuh sejarah jk tahu ceritanya.Tp napa gk da yg melirik+mngembangkanya sbg tmpt wisata di juwana??trus di juwana jg ada punden(Ds.Bakaran) yg kata org air di sumurnya itu sangat manjur utk org2 yg berani ngucap sumpah.Ada jg di Kec.Margoyoso yg namanya pantai mina,hutan pinus di Tlogowungu.Kmungkinan jg masih bnyk lg yg masih tersembunyi,itu baru tmpt wisata blm lagi makanan khas’nya……Wach,sia2 bgt kalo semua itu gak di lestarikan/Di manfa’atkan sbg aset kabupaten qt!!!
By Hawa Az Zahra on 24 September 2010 pada 9:31 am
[…] Wisata di Pati yang tersayang(kan) […]
By Daftar SMP dan MTs Negeri di Pati | Alamendah's Blog on 2 Oktober 2010 pada 7:22 pm
bener banget sdr hawa, sebenarnya tempat wisata semacam pulau itu sangat potensial untuk menarik wisatawan jika di pelihara dengan baik atau minimal dipromosikan, lihat saja pulau panjang di jepara berapa juta pengunjung dan pendapatan yang masuk ke kas daerah, saya pribadi sangat mendukung pemerintah mempromosikan wisata di daerah pati khususnya pulau seprapat.
By awan on 11 Oktober 2010 pada 4:50 pm
thank’s atas dukungany awan…….
By Hawa Az Zahra on 18 Oktober 2010 pada 11:46 am
Buwat temen-temen sesama pecinta alam gunung muria….saya minta tolong sama temen-temen semua , bila menemukan burung pemangsa(raptor) accipiter soloensis(elang alap cina) seperti yang foto yang saya kirim ini (http://www.facebook.com/photo.php?pid=31076831&o=all&op=1&view=all&subj=176963266161&id=1509307461), burung raptor ini pada bulan oktober sampai januari bergerak dari arah timur ke barat, dan pada bulan februari –april akan bergerak dari arah barat ke timur menuju bumi belahan utara. harap temen-temen semua yang pernah melihat burung ini diwilayah gunung muria memberitahu saya. Itu adalah jenis raptor yang sedang bermigrasi dari daerah jepang, cina(wilayah bumi bagian utara) yang sedang bermigrasi ke bumi belahan selatan. Data ini sangat penting untuk mengetahui jalur migrasi burung raptor ini di pulau jawa. Saat ini daerah yang sudah terdata di kami adalah daerah wana wisata penggaron semarang, daerah puncak bogor, pelabuhan merak, gunung merapi jogjakarta dll. Untuk wilayah gunung muria belum terdeteksi apakah burung ini melewati gunung muria atau tidak. Tujuan dari pemetaan ini adalah untuk mengetahui persebaran burung raptor ini diwilayah jawa dan jalur yang dilalui burung ini untuk bermigrasi.
biasanya untuk raptor jenis ini saat terbang berkelompok minimal 2 ekor dan bisa mencapai 50 ekor bahkan lebih saat terbang seperti yang terdapat didalam foto yang saya kirim. biasanya burung ini mudah terlihat antara pukul 07.00-11.00. sebagai catatan burung ini merupakan burung migrasi, bukan burung pemangsa lokal seperti elang jawa, elang ular bido, dan elang hitam.
Buwat temen-temen yang menemukan jalur migrasi di gunung muria nama kalian akan tercantum di RAIN(Raptor Indonesia) sebagai penemu jalur migrasi burung raptor di gunung muria
By yoga on 13 Oktober 2010 pada 8:55 pm
mohon apabila menemukan informasi mengenai burung ini segar kirim ke alamat email saya. togajiwanjaya@yahoo.com, atau lewat facebook saya yogabiologi@plasa.com/ partisipasi temen-temen semua sangat kami harapkan
By yoga on 13 Oktober 2010 pada 8:58 pm
yogajiwanjaya@yahoo.com
By yoga on 13 Oktober 2010 pada 8:59 pm
2010 dah mau lewat
kpn diadakan wisata breng lg nih
By april on 30 November 2010 pada 2:14 am
[…] Wisata di Pati yang tersayang(kan) […]
By Banjir Mengepung Rumahku | Alamendah's Blog on 7 Februari 2011 pada 6:35 pm
[…] itu pulalah yang menandakan dibukanya objek wisata Gua pancur sebagai salah satu tempat tujuan wisata andalan di Kabupaten Pati. Peresmian sendiri dilakukan Gubernur Jawa […]
By Gua Pancur Hancur | Alamendah's Blog on 24 Februari 2011 pada 1:36 pm
[…] Wisata di Pati yang tersayang(kan) […]
By TPA Pati, Alternatif Wisata Lokal Warga Pati | Alamendah's Blog on 9 April 2012 pada 1:06 pm
benertu goa pancur malah sekarang jadi tempat cuci baju trus ada lagi tu di deket goa pancur nama’a dhodo katanya tempat’a mistis
By bayu on 15 April 2012 pada 8:15 pm
ada juga tentang hal yg laen,misalmya khoul mbah mutamakkin di kajen,juga khoul mbah ronggo di ngemplak,juga sabanan di juana,khoul syeh jangkung di kayen atau sedekah laut di juana,smua bisa dijadikan daya tarik pati,sayang penanganannya gak bagus………….
By goeng on 4 Juli 2012 pada 9:20 pm
janan pernah lelah untuk melestarikan ya
By pulau tidung on 2 April 2013 pada 9:58 am
Mari majukan wisata Indonesia.
By Wisata Pulau Tidung on 15 April 2013 pada 1:13 pm
Ayuk, mari 🙂
By alamendah on 15 April 2013 pada 6:16 pm
Kalau Bukan Kita, siapa lagi ?
By Wisata Pulau Tidung on 15 April 2013 pada 8:50 pm