Gajah Kerdil Kalimantan atau Gajah Pygmi Jawa

Gajah Kerdil Kalimantan atau Gajah Pygmi Jawa, sesuai namanya memang mempunyai ukuran yang lebih kecil dibandingkan dengan subspesies Gajah Asia lainnya maupun dengan Gajah Afrika. Selain dikenal sebagai Gajah Kerdil Kalimantan dan Gajah Pygmi Jawa sering juga disebut sebagai Gajah Kalimantan atau Gajah Kerdil Borneo.

Dalam bahasa Inggris dikenal sebagai Borneo Pygmy Elephant atau Borneo Elephant. Sedangkan nama ilmiahnya ada yang menyebut sebagai Elephas maximus borneensis atau terkadang Elephas maximus sondaicus.

Namun keberadaan Gajah Kalimantan masih menjadi perdebatan. Meskipun sama-sama meyakini sebagai subspesies gajah asia (Elephas maximus), sebagian berpendapat bahwa gajah kerdil kalimantan merupakan hewan introduksi sedangkan pihak lain berkeyakinan merupakan subspesies tersendiri yang asli dan endemik Kalimantan.

Gajah Kerdil Kalimantan

Gajah Kerdil Kalimantan

Diskripsi Fisik dan Perilaku. Gajah Kalimantan berukuran lebih kecil dibanding Gajah Afrika ataupun subspesies Gajah Asia lainnya. Gajah jantan memiliki tinggi badan antara 1,7 hingga 2,6 m, sedangkan gajah betina mempunyai tinggi badan antara 1,5 hingga 2,5 m. Lebih kecil dibandingkan Gajah Asia yang tingginya mencapai 3 m. Gajah Kerdil Kalimantan (Elephas maximus borneensis) berkulit abu-abu kehitaman.

Perbedaan lainnya adalah telinga yang lebih besar, ekor lebih panjang sehingga hampir mencapai tanah dan lebih gemuk. Di samping itu Gajah Kalimantan (Elephas maximus borneensis) juga kurang agresif dibandingkan subspesies Gajah Asia lainnya. Pola dan jenis makanan gajah ini hampir menyerupai Gajah Asia lainnya.

Gajah Kerdil Kalimantan hidup tersebar di Malaysia (Sabah) dan Indonesia (Kalimantan). Di Indonesia Gajah Kalimantan ini hidup di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Timur, yang berbatasan dengan Sabah. Habitat utama Gajah Kalimantan meliputi Hutan Dipterocarpa Dataran Rendah, Hutan Dipterocarpa Perbukitan, Hutan Tepian-sungai, Hutan Ek Pegunungan Rendah dan Hutan Rawa.

Populasinya tidak diketahui dengan pasti. Pada tahun 2007 diperkirakan populasinya antara 500 – 2.000 ekor. Namun untuk yang mendiami wilayah Indonesia (di Kabupaten Nunukan), berdasarkan survey WWF, diperkirahan hanya terdapat 30-80 ekor saja.

Kontroversi Asal. Sebagian pihak berpendapat bahwa Gajah Kerdil Kalimantan bukan hewan asli kalimantan melainkan hewan introduksi dan termasuk subspesies Gajah Sumatera. Pada tahun 1750 British East India Trading Company menghadiahkan hewan-hewan tersebut pada Sultan Sulu (Filipina). Sultan Sulu kemudian memeliharanya di kawasan utara Kalimantan yang saat itu dikuasainya. Bertahun kemudian hewan tersebut hidup meliar kembali. Sehingga menurut pihak ini, Gajah Kalimantan adalah Gajah Sumatera.

Pihak yang lain beranggapan bahwa Gajah Kalimantan merupakan Gajah Asia yang sejak masa Pleistosen telah mendiami kalimantan yang saat itu masih menyatu dengan Asia. Saat naiknya permukaan laut yang kemudian memisahkan pulau Kalimantan dengan daratan Asia, gajah ini kemudian terperangkap di Kalimantan. Gajah inipun kemudian berevolusi hingga menjadi subspesies Gajah Asia yang keempat di samping Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus), Gajah India (Elephas maximus indicus), dan Gajah Srilanka (Elephas maximus maximus).

Pada tahun 2003, Peneliti dari WWF dan Columbia University lewat penelitian DNA mitokondria, disimpulkan bahwa secara genetik Gajah Kerdil Kalimantan merupakan subspsesies tersendiri yang telah terpisah dengan Gajah Asia termasuk subspesies Gajah Sumatera dan berevolusi sejak 300.000 tahun yang lalu. Selama periode itu, mereka menjadi lebih kecil dengan telinga yang relatif lebih besar, ekor lebih panjang dan lurus gading.

Lindungi Gajah Kerdil Kalimantan. Bolehlah para ahli bersilang pendapat, karena itu memang tugas mereka. Dan apakah gajah penghuni Kalimantan ini benar-benar hewan asli dan endemik Kalimantan atau sekedar Gajah Sumatera yang diintroduksi oleh Sultan Sulu, biarlah para taksonom yang menentukan.

Apakah termasuk hewan yang dilindungi?, jelas. Dalam Lampiran PP No. 9 Tahun 1999 disebutkan gajah sebagai salah satu diantara hewan yang dilindungi di Indonesia. IUCN Redlist pun memasukkan Gajah Asia sebagai hewan berstatus Endangered, bahkan status Critically Endangered khusus untuk Gajah Sumatera. Apendiks CITES pun mendaftar Gajah Asia sebagai Apendiks I.

Yang pasti, Gajah-gajah ini nyata mendiami pulau Kalimantan. Dan saat ini keberadaannya mereka semakin terancam oleh alih fungsi hutan. Dari populasi keseluruhan yang antara 500 – 2.000 ekor, hanya 30 – 80 ekor saja yang mendiami hutan Kalimantan Timur. Jangan sampai dikemudian hari, gajah-gajah kerdil pulau Kalimantan ini meninggalkan tanah Indonesia lantaran merasa lebih nyaman ‘berkewarganegaraan’ dan hidup di Malaysia ketimbang Nunukan (Indonesia).

Klasifikasi Ilmiah: Kerajaan: Animalia. Filum: Chordata. Kelas: Mamalia. Ordo: Proboscidae. Famili: Elephantidae. Genus: Elephas. Spesies: Elephas maximus. Sub Spesies: Elephas maximus borneensis.

Referensi dan gambar:

Baca artikel tentang hewan dan lingkungan hidup lainnya:

About these ads

Tentang Alam Endah

Panggil saja saya Alamendah, tinggal di Pati, Jawa Tengah, Indonesia. Seorang biasa yang ingin berbagi dengan sobat.
Tulisan ini dipublikasikan di satwa dan tag , , , , , , , , , . Tandai permalink.

33 Balasan ke Gajah Kerdil Kalimantan atau Gajah Pygmi Jawa

  1. yozi_dp berkata:

    salam kenal… :)

  2. JANGAN DIKLIK berkata:

    Sangat disayangkan ya kalawo nekjika sampai punah? :roll:

  3. sscorporation11 berkata:

    Tinggi gajah betina 1,5 m berarti lebih tinggian saya, hihi.. jadi pengen berfoto dengan gajah-gajah itu…:D

  4. b3d70 berkata:

    Bang, bisa ya di tambahkan tombol share ke G+ ? biar bisa saya share

  5. marsudiyanto berkata:

    Gajah kerdil ini kalau ayam pastinya ayam kate…
    Jadi Gajah Kerdil = Gajah kate

  6. sikuang berkata:

    Gan, Ini gajah 300.000 tahun yang lalu mengalami evolusi ya?
    Kan teori evolusi masih dalam perdebatan gan?
    Gimana tuh gan?
    Kalo saya sih sependapat dengan pendapat Gajah ini dari Sumatra, Jadi tidak ada evolusi2-an.

    • alamendah berkata:

      Sebagian besar ahli meyakini, Dalam 55 juta terakhir terdapat 500 spesies gajah yang dikenal. Kini yang tersisa hanya dua yaitu Gajah Asia dan Gajah Afrika. Spesies gajah Asia dan gajah Afrika mulai terpecah kira-kira dua juta tahun dahulu, yang menurut teori evolusi kemudian menciptakan subspesies. Hingga kini yang masih bertahan ada tiga subspesies gajah asia yaitu Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus), Gajah India (Elephas maximus indicus), dan Gajah Srilanka (Elephas maximus maximus). Itu jika gajah kerdil kalimantan tidak masuk hitungan.

  7. Lidya berkata:

    mudah2an gajah ini tidak sapai punah

  8. Applausr berkata:

    kalimantan itu ada gajah juga ya.. kirain lampung saja loh… wah gajahnya juga kerdil… gajah kate seperti ayam ya… semoga bisa dijaga dengan baik nih…

  9. Ejawantah's Blog berkata:

    Ada pesan yang tersirat dalam artikel ini untuk kita semua. Dimana setiap yang hidup dan tumbuh berkembang di daerah perbatasan selalu mencari tempat yang nyaman untuk kelangsungan hidupnya. Bila gajah sebagai hewan yang masih memiliki nurani saja sudah bisa memilih untuk kenyamanan untuk kelangsungan hidupnya. Apalagi kita sebagai manusia.

    Semoga hal ini dapat menjadi pembelajaran bagi setiap individu yang mau belajar dari suatu fenomena alam yang terlihat jelas. Agar selalu dapat melestarikan alam dengan memberikan penyeimbangan komunitas kehidupan makhluk Tuhan.

    Sukses selalu
    Salam
    Ejawantah’s Blog

  10. imamboll berkata:

    salam lestari, saya baru kali ini mendengar cerita tentang gajah kerdil

    semoga perilaku gajah kecil yang berpindah negara tidak diikuti masyarakat Indonesia menuju negeri tetangga untuk pindah warga negara

  11. arif berkata:

    meskipun gajah kerdil menjadi kontroversi tapi tetap harus dilindungi jangan sampai punah demi keseimbangan ekosistem alam :)

  12. Dykapede berkata:

    Om alamendah, apa kabarmu disana. Masih ingatkah dengan aku “dykapede” teman worpresmu dulu. Kini, aku pindah rumah ke blogspot. Hehehe,,
    Kangen sama coretan alam darimu,

    Salam persahablogan….

  13. anny berkata:

    Betapa kayanya Nusantara, Bangga saya punya Pignea Borneo ini :)
    Perlu banget dilestarikan dan dijaga

  14. HALAMAN PUTIH berkata:

    Populasinya akan semakin berkurang seiring intervensi manusia terhadap lingkungan, bukan memelihara dan melestarikan tetapi malah merusaknya.

Tulis Komentar Sobat

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s