Tikus-tikus Langka Asli Indonesia

Tikus-tikus langka asli Indonesia?. Ketika saya menanyakan keberadaan tikus-tikus langka di Indonesia teman saya malah ngakak, ada-ada saja, katanya. Lha di rumah saja penuh sama tikus rumah (Rattus rattus) dan mencit (Mus spp.) sedang di sawah dipenuhi tikus sawah (Rattus argentiventer), lha ini kok pakai ada tikus langka segala.

Namun jangan salah, tikus merupakan sekelompok hewan mammalia yang tergabung dalam famili Muridae dengan total spesies mencapai 600-an jenis. Dari beratus jenis tikus tersebut puluhan spesies di antaranya tergolong binatang langka. Bahkan di Indonesia saja, menurut data IUCN Redlist terdapat 40 spesies tikus yang langka (terancam punah) dan satu spesies yang dinyatakan punah.

Tikus-tikus langka asal Indonesia tersebut terkelompokkan dalam status konservasi sebagai berikut:

  • Tikus dengan status Extinct (Punah): 1 spesies;
  • Tikus dengan status Critically Endangered (Kritis): 4 spesies;
  • Tikus dengan status Endangered (Terancam Punah); 18 spesies;
  • Tikus dengan status Vulnerable (Rentan); 18 spesies

Belum lagi yang dikelompokkan dalam kategori Near Threatened atau Hampir Terancam dan Least Concern atau Berisiko Rendah).

Daftar Tikus Langka Asli Indonesia. Berikut daftar tikus langka asli Indonesia berdasarkan status konservasi yang dikeluarkan oleh IUCN Redlist.

Tikus Langka dengan Status Critically Endangered (Kritis)

  • Bunomys coelestis (Lampobatang Bunomys); Dikenal juga sebagai Heavenly Hill Rat (Tikus Bukit Surgawi) merupakan tikus endemik endemik Sulawesi, Indonesia yang dijumpai di Gunung Lampobatang pada ketinggian antara 1.800 dan 2.500 m dpl.
  • Melomys fraterculus (Manusela Melomys); Tikus endemik pulau ke Seram, Indonesia.
  • Uromys boeadii (Biak Giant Rat); Tikus Raksasa Biak ini endemik Biak, Papua.
  • Uromys emmae (Emma’s Giant Rat); Endemik pulau Owi, Papua.

Tikus Langka dengan Status Endangered (Terancam Punah)

  • Bunomys prolatus (Tambusisi Bunomys); Dikenal juga sebagai Long-Headed Hill Rat (Tikus Bukit Berkepala Panjang merupakan tikus langka endemik Sulawesi yang hanya terdapat di gunung Tambusisi, Sulawesi Tengah.
  • Chiropodomys karlkoopmani (Koopman’s Pencil-tailed Tree Mouse); Tikus Pohon Ekor Pensil ini merupakan hewan langka endemik kepulauan Mentawai (Pagai dan Siberut), Sumatera.
  • Echiothrix leucura (Northern Sulawesi Echiothrix); Disebut juga sebagai Sulawesi Spiny Rat atau Tikus Berduri Sulawesi. Merupakan tikus asli dan endemik Sulawesi bagian timur laut.
  • Leopoldamys siporanus (Mentawai Archipelago Leopoldamys atau Mentawai Long-tailed Giant Rat); Hidup di pulau Pagai Utara, Pagai Selatan, Sipora, dan Siberut (Kepulauan Mentawai, Sumatera).
  • Mallomys gunung (Alpine Woolly Rat); endemik pulau Papua, Indonesia, pada ketinggian 3.500 hingga 4.050 m dpl.

  Mallomys-gunung

Mallomus gunung (Alpine Woolly Rat) tikus langka asal Papua
  • Maxomys pagensis (Mentawai Archipelago Maxomys atau Pagai Spiny Rat); Spesies ini endemik di pulau Pagai Selatan, Pagai Utara, Sipora, dan Siberut di Kepulauan Mentawai, Indonesia.
  • Maxomys wattsi (Watts’s Sulawesi Maxomys atau Watts’s Spiny Rat); Hewan endemik Gunung Tambusisi, Sulawesi Tengah, pada ketinggian antara 1,430-1,830 m dpl.
  • Melomys aerosus (Dusky Seram Melomys atau Dusky Mosaic-tailed Rat); Endemik pulau Seram, Indonesia.
  • Melomys bannisteri (Great Kai Island Melomys); Spesies asli dan endemik pulau Kai Besar di Kepulauan Maluku.
  • Melomys caurinus (Short-tailed Talaud Melomys); Tikus endemik kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, Indonesia.
  • Melomys talaudium (Long-tailed Talaud Melomys); Tikus endemik kepulauan Talaud, Sulawesi.
  • Nesoromys ceramicus (Seram Island Mountain Rat atau Ceram Mouse); Endemik pulau Seram, Maluku.
  • Paraleptomys rufilatus (Northern Hydromyine atau Northern Water Rat); Asli Papua (Indonesia dan Papua Nugini).
  • Paulamys naso (Paula’s Long-nosed Rat atau Flores Long-nosed Rat); Tikus endemik Pulau Flores, Indonesia.
  • Rattus hainaldi (Hainald’s Flores Island Rat) ; Endemik pulau Flores.
  • Rattus lugens (Mentawai Archipelago Rat); Asli dan endemik Kepulauan Mentawai (Siberut, Sipora, Pagai Utara, dan Pagai Selatan).
  • Rattus simalurensis (Simalur Archipelago Rat); Endemik pulau Simeulue, Babi, Lasia, dan Siumat (Aceh, Indonesia).
  • Sundamys maxi (Javan Sundamys); Endemik Jawa Barat.

Tikus Langka dengan Status Vulnerable (Rentan)

  • Bunomys fratrorum (Northeastern Peninsula Bunomys); Dikenal juga sebagai Fraternal Hill Rat (Tikus Bukit Persahabatan) merupakan hewan endemik pulau Sulawesi (wilayah timur laut semenanjung utara Sulawesi).
  • Echiothrix centrosa (Central Sulawesi Echiothrix) ; Merupakan tikus hutan dataran rendah endemik Sulawesi bagian utara dan tengah.
  • Eropeplus canus (Sulawesi Soft-furred Rat); Tikus langka ini merupakan endemik Sulawesi bagian tengah yang hidup diketinggian antara 1.800 dan 2.300 m dpl. Salah satunya terdapat di Taman Nasional Lore Lindu.
  • Haeromys minahassae (Lowland Sulawesi Haeromys atau Minahassa Ranee Mouse); Tikus asli dan endemik Sulawesi.
  • Haeromys pusillus (Sundaic Haeromys atau Lesser Ranee Mouse) ; Hidup di Indonesia (Kalimantan), Malaysia, dan Filipina.
  • Kadarsanomys sodyi (Javan Bamboo Rat); Endemik pulau Jawa, Indonesia (Gunung Gede Pangrango)
  • Komodomys rintjanus (Nusa Tenggara Komodomys atau Komodo Rat); Asli dan endemik pulau Rinca, Padar, Lomblen dan Pantar di Nusa Tenggara, Indonesia.
  • Margaretamys beccarii (Spiny Lowland Margaretamys); Tikus asli dan endemik Sulawesi.
  • Maxomys inflatus (Broad-nosed Sumatran Maxomys); Endemik Sumatera Barat dan Jambi.
  • Maxomys rajah (Rajah Sundaic Maxomys atau Rajah Spiny Rat); Merupakan tikus asli Brunei Darussalam, Indonesia (Kepulauan Riau, Sumatera, dan pulau Kalimantan), Malaysia (Semenanjung Malaysia, Sabah, dan Serawak), dan Thailand.
  • Maxomys whiteheadi (Whitehead’s Sundaic Maxomys atau Whitehead’s Spiny Rat); Asli Brunei Darussalam, Indonesia (Sumatera dan Kalimantan), Malaysia, dan Thailand.
  • Mus vulcani (Javan Shrew-like Mouse atau Volcano Mouse); Endemik Jawa Barat.
  • Niviventer cremoriventer (Sundaic Arboreal Niviventer); Tikus asli Indonesia (Sumatera, Nias, Belitung, Bangka, Kalimantan, Jawa, Bali), Malaysia, Singapura, dan Thailand.
  • Pithecheir melanurus (Javan Pithecheir atau Red Tree Rat). Tikus endemik Jawa Barat.
  • Rattus hoogerwerfi (Hoogerwerf’s Sumatran Rat); Endemik Gunung Leuser, Sumatera.
  • Rattus mollicomulus (Lampobatang Sulawesi Rat atau Little Soft-furred Rat); Endemik Gunung Lampobatang, Sulawesi, pada ketinggian antara 1.100 dan 2.000 m dpl.
  • Rattus richardsoni (Glacier Rat); Endemik pulau Papua (Gunung Wilhelmina dan Puncak Jaya).
  • Rattus xanthurus (Northeastern Xanthurus Rat atau Yellow-tailed Rat); Tikus asli dan endemik Sulawesi.

Sedangkan jenis tikus Indonesia yang telah punah adalah Coryphomys buehleri (Buhler’s Coryphomys) yang merupakan hewan endemik pulau Timor, Indonesia.

Teman saya ternyata masih ngeyel juga. Buat apa ngurusin tikus segala?, katanya. Lha, kalau tikusnya tikus kantor, punah justru lebih bagus. Meskipun begitu tikus-tikus ini selain menjadi bukti tingginya endemisme satwa Indonesia pun tetap mempunyai nilai yang penting utamanya dalam sistem ekologi dan keseimbangan alam. Kepunahannya menjadi sebuah kerugian besar bagi Indonesia. Apalagi belum banyak penelitian yang mengungkap diskripsi dan peranan tikus-tikus langka asli Indonesia ini.

Klasifikasi ilmiah: Kerajaan: Animalia; Filum: Chordata; Kelas: Mammalia; Ordo: Rodentia; Familia: Muridae

Referensi dan gambar:

Baca artikel tentang satwa Indonesia dan lingkungan hidup lainnya:

About these ads

Tentang Alam Endah

Panggil saja saya Alamendah, tinggal di Pati, Jawa Tengah, Indonesia. Seorang biasa yang ingin berbagi dengan sobat.
Tulisan ini dipublikasikan di satwa dan tag , , , , , , . Tandai permalink.

65 Balasan ke Tikus-tikus Langka Asli Indonesia

  1. Ping-balik: Manis dan Sarat Mitos « LimaBe in Conservation

  2. Ping-balik: Kucing Emas Kucing Misterius Sarat Mitos | noerainiastuti

  3. bytescode berkata:

    Terima kasih infonya gan :)

    Klo tikus2 ini memang seharusnya dilindungi, mereka punya habitatnya sendiri. Manusia itu saja yg tidak mau peduli dgn merusak habitat mereka, bukan hanya tikus tp hewan2 lainnya. Misalkan saja penebangan hutan dan membunuh orang utan, kasus di kalimantan paling banyak.

    Betapa kayanya Indonesia dgn alam, hewan, dan kekayaan di dalamnya. Mari jaga dan lestarikan bersama sama.

  4. Hilman berkata:

    nah kalau tikus kaya gni jangan dibunuh lah, manfaatkan dan lestarikan lah alam disekitar kita yang perlu dijaga :)

  5. Mesin Kasir Top berkata:

    thank infonya ya gann :D

Tulis Komentar Sobat

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s